Fase anak susah makan cukup sering terjadi di usia 2 sampai 4 tahun. Di usia ini, anak cukup pemilih soal makanan sehingga membuat Mama Papa kebingungan. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya yuk, Ma!
Penyebab Anak Susah Makan yang Paling Umum
Fase anak susah makan cukup sering terjadi di usia 2 sampai 4 tahun. Kondisi ini bisa membuat Mama Papa khawatir, apalagi jika berlangsung cukup lama.
Coba kenali, berbagai kondisi ini mungkin dialami si Kecil dan jadi penyebab ia susah makan:
1. Faktor Pola Makan
Perihal pemberian makan sebaiknya tidak disepelekan. Sebab, pola makan sehari-hari punya peran besar dalam menentukan kecukupan gizi anak. Berikut kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa memengaruhi asupan nutrisi anak:
- Terlalu banyak camilan
Pemberian camilan terus-menerus atau terlalu dekat dengan waktu makan utama dapat membuat anak cepat kenyang dan kehilangan selera makan. Selain itu, camilan tinggi gula dan garam bisa membuat anak lebih memilih camilan dibanding makanan utama.
-
Terlalu banyak minuman manis
Terlalu banyak mengonsumsi minuman seperti jus buah, susu kemasan, teh kemasan, atau minuman bersoda akan membuat si Kecil merasa kenyang dan menolak makan karena mengandung banyak gula. Minuman ini juga meningkatkan risiko gigi berlubang dan obesitas di kemudian hari.
- Tidak ada jadwal makan
Tanpa jadwal makan yang jelas, anak cenderung makan tidak teratur dan kurang optimal. Sebaliknya, rutinitas yang konsisten, anak belajar terbiasa makan dengan tepat waktu.
Baca Juga: 15 Makanan Bergizi untuk Anak yang Tinggi Nutrisi
2. Faktor Perilaku & Fase Perkembangan
Selain pola makan, perilaku dan tahap perkembangan juga bisa memengaruhi nafsu makan anak. Misalnya, anak mulai ingin mandiri dan lebih selektif terhadap makanan. Berikut kemungkinan penyebabnya:
- Anak picky eater
Anak picky eater cenderung menolak makanan baru karena merasa asing dengan rasa, tekstur, atau aromanya. Hal ini membuatnya hanya mau makan jenis makanan tertentu dan sulit mencoba yang baru. Padahal, variasi makanan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. - Takut mencoba makanan baru
Takut mencoba makanan baru (neophobia) umum terjadi pada anak usia 1–3 tahun. Rasa tidak suka atau takut membuat anak menolak makanan baru, tetapi biasanya akan berkurang seiring waktu. Dengan pengenalan yang konsisten, anak bisa belajar menerima makanan baru.
- Ingin terlihat mandiri
Anak kadang menolak makan karena ingin menunjukkan kemandiriannya. Ini juga bisa menjadi cara anak menguji batas yang diberikan orang tua. Kondisi ini wajar terjadi sebagai bagian dari tumbuh kembang di usia dini.
- Sering Mengemut Makanan
Anak yang sering mengemut makanan bisa membuat waktu makan menjadi sangat lama dan tetap merasa kenyang saat waktu makan berikutnya.
- Pola Makan yang Sulit Diprediksi
Anak usia dini sering memiliki fase makan yang berubah-ubah, termasuk makanan favorit. Makanan yang disukai minggu ini bisa saja ditolak di minggu berikutnya.
3. Faktor Kesehatan
Mama mungkin tidak asing dengan alasan anak sedang sakit yang jadi membuatnya susah makan. Hal ini normal terjadi pada anak. Berikut penjelasan penyebab anak susah makan karena faktor kesehatan:
- Anak sedang sakit
Saat sedang sakit, nafsu makan anak biasanya menurun sehingga ia jadi sulit makan. Kondisi seperti batuk-pilek, demam, sariawan, diare, atau sembelit sering menjadi penyebabnya. - Merasa kelelahan
Anak bisa susah makan saat merasa terlalu lelah, misalnya karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas. Kondisi ini membuatnya lebih rewel saat makan atau memilih tidur. Jika sering terjadi, tubuhnya tidak mendapat nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
- Masalah sensori
Masalah sensori bisa membuat anak sensitif terhadap rasa, tekstur, bau, dan tampilan makanan, sering kali terkait keterlambatan pengenalan tekstur sejak bayi. Anak juga lebih peka terhadap rasa kuat atau pahit yang bisa membuatnya susah menerima makanan.
4. Faktor Lingkungan & Kebiasaan
Lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam memengaruhi minat dan kenyamanan anak saat makan. Jika tidak diperhatikan, kebiasaan ini bisa membuat anak semakin sulit makan, misalnya karena:
- Terlalu banyak distraksi
Distraksi, seperti bermain atau menonton gadget, bisa membuat anak tidak fokus saat makan. Akibatnya, ia jadi tidak tertarik untuk makan. - Kurang bergerak
Anak yang menghabiskan waktu bermain dengan smartphone atau tablet bisa terlalu banyak duduk dan tiduran sepanjang hari. Kebiasaan ini yang membuat masih banyak energi tersimpan di dalam tubuhnya, sehingga tidak terlalu lapar saat jadwal makan tiba.
- Kurang tidur
Kurang tidur dan kelelahan bisa membuat anak susah makan, terutama di malam hari. Jika ini sering terjadi, Ibu bisa memberikan porsi lebih banyak di siang hari. Pastikan juga anak mendapat waktu tidur yang cukup sesuai usianya.
- Perubahan Lingkungan
Perubahan lingkungan, seperti pindah rumah atau sedang liburan, bisa membuat anak stres dan kehilangan nafsu makan.
- Kebiasaan memberikan camilan sebagai hadiah
Memberi camilan sebagai hadiah mungkin efektif di awal, tapi lama-kelamaan anak bisa terbiasa dan menjadikannya “syarat” untuk makan. Alhasil, ia lebih memilih camilan dan merasa kenyang tanpa makan makanan utama.
Baca Juga: 10 Ide Menu MPASI 1 Tahun: Porsi, Tekstur, dan Jadwalnya
Dampak Anak Susah Makan pada Kesehatan
Anak yang susah makan akan berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembangnya, seperti:
- Malnutrisi karena kurangnya asupan gizi yang dikonsumsi.
- Sistem imun lemah yang membuat anak gampang sakit dan terkena infeksi.
- Mengganggu perkembangan otak dan kemampuan kognitif.
- Menghambat perkembangan motorik anak.
- Memiliki hubungan yang buruk dengan makanan di kemudian hari.
Cara Mengatasi Anak Susah Makan Secara Efektif
Menakut-nakuti hingga memaksa anak makan bukanlah solusi terbaik yang dapat Mama lakukan. Alih-alih melakukan hal tersebut, Mama bisa coba terapkan cara berikut ini:
1. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Mama perlu buat jadwal makan yang dilakukan secara konsisten agar anak mengenal rasa lapar-kenyang. Gunakan waktu pengosongan lambung sebagai patokan pembuatan jadwalnya.
Menurut IDAI, lambung anak umumnya akan kosong dalam waktu sekitar 200 menit setelah mengonsumsi makanan padat dan 150 menit setelah mengonsumsi makanan cair.
Jadi, kalau jadwal sarapan jatuh pada pukul 08.00, maka waktu ideal untuk makan siang adalah 3 jam kemudian, yaitu pukul 12.00. Kemudian, batasi durasi makan maksimal 30 menit.
Selain itu hindari menjadwalkan waktu makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
2. Sajikan Porsi Kecil
Anak susah makan bisa jadi karena porsi yang diberikan terlalu besar. Sebab, ia merasa kewalahan dan takut tidak dapat menghabiskan makanan.
Maka itu, Mama bisa memberikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Umumnya, ia akan meminta porsi tambahan jika masih merasa lapar.
Metode ini juga dipercaya dapat meningkatkan kemampuan si Kecil mengenal rasa lapar dan kenyang mereka.
3. Sabar Mengenalkan Makanan Baru
Jika Mama memberi makanan baru, bisa jadi anak tidak akan langsung menyukainya. Hal ini normal terjadi dan Mama tidak boleh menyerah.
Anak memang perlu waktu untuk bisa memakan dan menyukai rasa makanan baru. Rata-rata proses pengenalan ini membutuhkan paling tidak sebanyak 10-15 kali.
Namun, jangan paksa anak untuk menyukai suatu makanan. Singkirkan jika setelah berkali-kali mencoba ia tetap tidak bisa menerimanya. Ganti dengan makanan lain yang nilai gizinya mirip.
Baca Juga: Menu Makan Anak 1 Tahun dan Nutrisi yang Harus Dipenuhinya
4. Sajikan dengan Makanan Favorit
Sajikan makanan baru bersama dengan makanan yang sudah dikenal dan disukai si Kecil. Kemudian, biarkan ia memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan.
Usahakan Mama tidak memberikan kritikan pada makanan yang dimakan dan tidak dimakan oleh si Kecil. Cukup berikan contoh untuk memakannya.
Sebab, kritikan dapat membuat si Kecil mengasosiasikan waktu makan sebagai aktivitas yang tidak menyenangkan. Apabila ini terjadi, si Kecil bisa jadi semakin sulit makan.
5. Variasikan Rasa dan Tekstur Makanan
Terkadang anak bisa susah makan karena bosan dengan rasa dan teksturnya. Oleh karena itu, Mama dapat membuat menu makanan sehat yang lebih kreatif.
Misalnya, Mama bisa membuat cita rasa baru dengan menambahkan keju dalam saus pastanya.
Mama juga bisa membalurkan tepung panir untuk memberikan tekstur kriuk di bola-bola kentang si Kecil.
6. Buat Tampilan Makanan Menarik
Mama dapat menyajikan makanan dengan tampilan menarik agar si Kecil tidak bosan dan tidak susah makan nasi serta lauknya.
Jika biasanya nasi putih dan lauk hanya disajikan begitu saja di atas piring, sekarang Mama dapat mulai mengatur bentuk dan menghiasnya.
Misalnya, Mama membentuk nasi berisi tuna menjadi segitiga dan membungkusnya dengan telur dadar kuning untuk membuat anak ayam. Gunakan nori untuk mata, mulut, dan ekornya.
7. Berikan Camilan Sehat
Mama bisa sajikan camilan anak 1 tahun yang tidak hanya sehat tapi juga menarik secara visual. Misalnya keripik sayur renyah, stick keju gurih, atau puding buah segar.
Jangan menambah banyak gula dan garam di dalamnya. Garam sebaiknya kurang dari 1 gram per hari untuk anak usia 6-23 bulan, sedangkan gula harus dibatasi di bawah 5% total kalori pada anak di bawah 2 tahun.
Manfaatkan sari buah alami, kayu manis, keju, susu sapi, unsalted butter, bawang, merica, dan bahan lainnya untuk menambah rasa makanan si Kecil.
8. Ajak Anak Ikut Masak
Melibatkan anak dalam proses menyiapkan makanan dapat menjadi salah satu cara efektif mengatasi anak susah makan.
Mulai dari memilih menu apa yang akan disajikan, berbelanja bahan-bahan makanan, hingga memasak bersama. Berikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan si Kecil.
Dengan terlibat dalam proses memasak, antusiasme makan si Kecil akan meningkat sehingga ia makan lebih lahap.
Baca Juga: 10 Resep Makanan Enak untuk Anak 1 Tahun yang Susah Makan
9. Hindari Distraksi Saat Makan
Supaya anak tidak terdistraksi dan kehilangan nafsu makan, hindari penggunaan gadget atau menonton TV selama makan. Membiarkan menggunakan gadget akan membuat anak kehilangan minat untuk makan.
Ajak ia fokus pada makanan, obrolan, dan bonding antara anggota keluarga di meja makan. Hal ini akan membuat pengalaman makan anak jadi menyenangkan.
10. Berikan Suplemen Jika Perlu
Jika anak tidak mau makan, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter untuk coba memberinya suplemen yang mengandung zinc, vitamin B1, dan omega-3. Tiga zat gizi ini dapat meningkatkan nafsu makan.
Mama juga dapat bantu lengkapi kebutuhan gizi anak dari susu pertumbuhan yang terfortifikasi nutrisi optimal.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.
11. Ajak Anak Makan Bersama
Agar motivasi anak untuk makan semakin meningkat, Mama dapat menyepakati waktu makan bersama keluarga secara rutin. Misalnya saat makan malam.
Makan malam bersama di meja makan membuat si Kecil merasakan kehangatan keluarga.
Anak juga bisa mengobservasi cara makan yang benar dari anggota keluarga lainnya dan termotivasi mencoba berbagai makanan baru.
12. Jadi Contoh Baik Bagi Anak
Anak akan mudah memiliki kebiasaan baik dengan melihat dan mencontoh tindakan orang-orang di sekelilingnya.
Jadi, sebelum meminta anak mencicipi makanan baru, Mama dan Papa perlu menunjukkan bahwa makanan tersebut tidak kalah lezat dari makanan kesukaannya.
Namun, jika Mama sudah mencoba berbagai cara di atas tapi masih saja anak susah makan dan bahkan berat badannya terlalu kurus, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Kapan Anak Susah Makan Harus Dibawa ke Dokter?
Ma, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter bila anak susah makan mengalami gejala berikut:
- Hanya mau makan makanan yang itu-itu saja atau kurang dari 20 jenis makanan.
- Berat badan turun atau tidak mengalami kenaikan.
- Menolak hampir semua makanan.
- Memiliki respons emosional yang berlebihan terhadap makanan yang tidak disukai, seperti berteriak, melarikan diri, atau melempar benda.
- Sering muntah, diare, atau sakit perut setelah makan.
Itulah berbagai penyebab dan upaya yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi anak susah makan.
Mama juga bisa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
