Umur berapa bayi bisa melihat? Pertanyaan tersebut mungkin sering muncul di benak Papa Mama, bahkan sebelum si Kecil lahir. Simak jawaban dan penjelasan lengkapnya di sini!
Umur Berapa Bayi Bisa Melihat?
Umumnya, penglihatan bayi sudah berfungsi sejak ia lahir. Namun, visualnya masih buram karena jarak pandang mata bayi terbatas pada objek yang sangat dekat, sekitar 20–30 cm. Kemampuan penglihatan bayi akan terus berkembang secara bertahap. Ia akan bisa melihat dengan jelas, fokus, dan mengoordinasikan gerakan dan matanya pada usia 12 bulan.
Kapasitas Penglihatan Bayi Baru Lahir
Penglihatan bayi baru lahir masih terbatas. Jarak pandangnya hanya sejauh 20–38,1 cm. Ia baru bisa melihat objek dalam kontras hitam-putih dengan bayangan abu-abu.
Ia masih sulit fokus dalam jarak pandang jauh dan dalam waktu lama. Matanya akan lebih mudah fokus saat memasuki usia 8 minggu.
Gerak bola matanya belum terkoordinasi dengan baik sehingga sering terlihat juling. Kondisi ini normal dan akan membaik hingga bayi berusia 2–3 bulan.
Tahapan Penglihatan Bayi Usia 0–12 Bulan
Lantas, umur berapa bayi bisa melihat? Bayi mulai bisa melihat sejak ia lahir. Namun, kemampuan visualnya belum maksimal dan akan meningkat seiring bertambahnya usia. Pantau kemampuannya berikut ini:
1. Usia 0–2 Bulan
Saat baru lahir, bayi baru bisa melihat cahaya, bentuk, dan gerakan saja. Pandangannya hanya jelas dari jarak yang dekat.
Pada usia 2 bulan pertama, gerakan matanya tak terarah bahkan mungkin mata bayi akan terlihat juling. Namun, ini hal yang normal dan umumnya menghilang sendiri seiring bertambahnya usia.
Matanya cenderung bergerak mengikuti arah cahaya. Karena itu, tak jarang matanya menghadap ke arah atas.
2. Usia 3 Bulan
Memasuki usia 3 bulan, kedua mata bayi sudah dapat bekerja dengan baik untuk fokus dan bisa mengikuti arah benda bergerak.
Ia juga sudah mulai memperhatikan dan melihat gerakan tangannya. Si Kecil juga sudah mulai kontak mata dengan Mama Papa.
3. Bayi 4–6 Bulan
Pada rentang usia 4-6 bulan, penglihatan bayi sudah semakin jernih karena ia sudah bisa melihat dengan jarak yang lebih jauh. Koordinasi mata dan tangannya juga semakin baik.
Oleh karena itu, saat Mama Papa menggoyangkan mainan di depannya, si Kecil pasti akan berusaha meraih mainan tersebut.
Di usia ini, bayi juga mulai bisa melihat warna sehingga ia akan menunjukkan kesukaan pada mainan dengan warna primer yang cerah seperti merah, kuning, hijau.
4. Bayi 7–9 Bulan
Pada rentang usia ini, kemampuan penglihatan si Kecil pada objek tiga dimensi mulai terbentuk. Kemampuan ini disebut sebagai persepsi kedalaman.
Kemampuan tersebut membantu meningkatkan koordinasi mata, tangan, dan tubuh saat belajar merangkak di usia 8 bulan.
Sementara pada usia 9 bulan, bayi mulai bisa melihat objek dengan ukuran yang sangat kecil. Jadi, mungkin ia akan segera menunjuk dan meminta diambilkan benda-benda tertentu.
5. Bayi 10–12 Bulan
Di rentang usia ini, si Kecil sudah bisa menilai jarak dengan baik. Kemampuan ini berguna untuk membantu bayi saat belajar jalan.
Selain itu, penglihatannya sudah semakin jelas, baik dari jarak yang dekat atau jauh. Maka, si Kecil sudah bisa mengenali sosok yang telah ia kenal dari kejauhan.
Mata si Kecil juga sudah memiliki kecepatan fokus tinggi sehingga ia dapat melihat pada objek yang sedang bergerak cepat.
Baca Juga: Tahap Perkembangan Motorik Bayi 0-12 Bulan dan Stimulasinya
Setiap fase tumbuh kembang si Kecil membutuhkan panduan yang berbeda. Dengan mendaftar sebagai member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan tumbuh kembang sesuai usia, konten expert-verified, dan tips yang disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil.
Bagaimana Cara Mengetes Penglihatan Bayi di Rumah?
Setelah mengetahui umur berapa bayi bisa melihat, Mama Papa perlu mengetahui cara mengecek penglihatan bayi.
Tujuannya, untuk deteksi dini agar si Kecil mendapatkan penanganan cepat bila ada masalah. Berikut beberapa cara yang perlu dicoba di rumah.
1. Tes Respon Cahaya (Newborn)
Pengecekan ini berguna untuk melihat kemampuan mata bayi dalam menangkap cahaya.
Caranya, arahkan cahaya lembut dari samping. Idealnya, bayi akan berkedip atau mengalihkan mata.
2. Tes Fokus Wajah (1 Bulan)
Tes ini penting untuk mengetahui apakah kemampuan fokus si Kecil sudah berkembang sejak dini. Caranya, dekatkan cahaya, mainan, atau wajah Mama Papa dalam jarak 20–30 cm.
Bila penglihatannya baik, bayi akan menatap beberapa detik.
3. Tes Mengikuti Benda (3 Bulan)
Tidak hanya fokus, penglihatan bayi yang ideal di usia 3 bulan bisa dilihat dari ketertarikan mengikuti benda.
Coba tes dengan cara menggerakkan mainan berwarna kontras ke kiri-kanan ± 30 cm di depan bayi. Bila penglihatannya ideal, kedua matanya akan mengikuti benda bergerak.
4. Tes Meraih Objek (6 Bulan ke Atas)
Cara mengetes penglihatan bayi ini berguna untuk menguji kemampuan koordinasi mata dan tangan si Kecil.
Sederhana saja, coba biarkan bayi meraih, mengambil, atau memegang benda warna cerah.
5. Tes Reaksi Jarak (9–12 Bulan)
Mengetahui umur berapa bayi bisa melihat saja belum cukup. Di usia ini, pastikan si Kecil bisa melihat dari jarak yang lebih jauh, lalu bereaksi bila melihat sesuatu yang familiar.
Coba tes apakah bayi mengenali Mama atau Papa dari jauh, lalu tersenyum atau segera merangkak mendekati.
Baca Juga: Mengenal Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)
Normalkah Bayi 2 Bulan Sering Melihat ke Atas?
Ya, normal karena otot mata bayi belum terlalu kuat dan penglihatannya belum berkembang sempurna, asalkan:
- Hanya sesekali.
- Sambil mengikuti cahaya/lampu.
- Tanpa kaku atau kejang.
- Kontak mata saat diajak bicara.
- Mengamati tangannya.
Tidak normal bila bayi:
- Tatapan mata berputar-putar mendekat atau menjauhi hidung.
- Kelopak mata terlihat kendur.
- Sudah mempunyai tangan yang dominan.
- Sering menutup 1 mata atau menyipitkan mata.
- Kepala miring 1 sisi.
- Sering menabrak benda di salah satu sisi tubuh.
Kondisi ini perlu penanganan dokter.
Cara Mengoptimalkan Penglihatan Bayi
Setelah memahami umur berapa bayi bisa melihat sekaligus tes penglihatan sederhana, Mama Papa perlu menstimulasi kemampuan visual si Kecil.
Berikut cara yang bisa Mama dan Papa lakukan sesuai usianya:
1. Baru Lahir–3 Bulan
Berikut tips stimulasi visual untuk bayi usia 0–3 bulan:
- Berikan mainan berwarna hitam-putih pada bayi usia 1 bulan.
- Gunakan lampu yang redup saat bayi tidur.
- Ubah posisi tidur bayi secara berkala.
- Letakkan mainan sejauh 20–30 cm di depan bayi untuk melatih fokus matanya.
- Ajak si Kecil berbicara sambil berjalan mengelilingi ruangan.
- Selalu mengubah posisi Mama saat memberikan ASI pada si Kecil.
2. Stimulasi Usia 4–8 Bulan
Karena kemampuan penglihatannya meningkat, stimulasi perlu lebih “sulit” daripada bulan-bulan sebelumnya. Nah, cobalah cara stimulasi berikut:
- Goyangkan mainan berwarna cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru.
- Berikan mainan yang digantung di atas tempat tidur yang bisa diraih.
- Ajak bermain di lantai.
- Sediakan mainan balok yang bisa digenggam tangan.
- Ajak permainan yang melibatkan tepuk tangan sambil bernyanyi.
3. Stimulasi Usia 9–12 Bulan
Di usia ini, fokuskan pada stimulasi daya ingat visual dan koordinasi mata-tubuh. Bagaimana caranya?
- Bermain petak umpet atau cilukba.
- Sembunyikan mainan dan ajak si Kecil mencarinya.
- Ajak bayi menunjuk menyebutkan nama benda saat berbicara.
- Dorong bayi untuk merangkak dan merayap agar koordinasi tubuh dan visualnya optimal.
Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Bicara dan Cara Mengoptimalkannya
Bila Mama masih butuh insight dari ahli mengenai umur berapa bayi bisa melihat dan stimulasinya, jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Tanda Penglihatan Bayi Bermasalah
Mengetahui umur berapa bayi bisa melihat belum menggambarkan kemampuan visualnya secara menyeluruh.
Maka, pahami tanda penglihatan bermasalah untuk menurunkan risiko keterlambatan perkembangan secara keseluruhan. Apa saja?
- Satu atau kedua mata tidak sama pergerakannya (mata juling) setelah usia 3 bulan ke atas.
- Pupil mata ukurannya berbeda.
- Bayi terus memegang matanya, seperti gatal atau tanda iritasi.
- Bayi sering melotot atau menyipitkan matanya.
- Bayi menolehkan kepalanya hanya ke satu sisi saja untuk melihat suatu objek.
- Bayi menutup sebelah matanya hampir sepanjang waktu.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Segera ke dokter bila si Kecil menunjukkan tanda-tanda bahaya berikut:.
- Keluar air mata berlebihan.
- Kelopak mata merah dan/atau berkerak.
- Mata terlihat berputar-putar terus.
- Mata terlalu sensitif dengan cahaya.
- Pupil berwarna putih.
Setelah mengetahui umur berapa bayi bisa melihat, Papa Mama perlu memastikan perkembangan visualnya sejalan dengan usianya.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
Ingin memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih yakin? Di Nutriclub Exclusive Hub, Mama bisa membaca artikel terbaru, download e-book gratis, dan menggunakan tools cek kesehatan anak yang tervalidasi ahli.
