Loading...
    Banner Artikel 10 Arti Tangisan Bayi: Makna di Balik Suara, Ekspresi, dan Gerakannya
    Tumbuh Kembang

    10 Arti Tangisan Bayi: Makna di Balik Suara, Ekspresi, dan Gerakannya

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 07 April 2026


    • Mengapa Bayi Menangis?
    • Arti Tangisan Bayi Berdasarkan Suara dan Ekspresinya
    • Bagaimana Membedakan Tangisan Lapar dan Sakit?
    • Cara Menenangkan Bayi Sesuai Jenis Tangisannya
    • Kapan Tangisan Bayi Perlu Diperiksakan ke Dokter?

    Arti tangisan bayi umumnya bisa menandakan ketidaknyamanan, lapar, mengantuk, lelah, atau popoknya kotor. Terkadang, bayi juga menangis ketika butuh kenyamanan atau karena mereka perlu tahu bahwa Mama dan Papa ada di dekatnya.

    Mengapa Bayi Menangis?

    Tangisan adalah bahasa utama bayi untuk berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada Mama, Papa, maupun orang lain di dekatnya.

    Selama 3 bulan pertama usianya, bayi biasanya banyak menangis dan hal ini normal. Tangisan biasanya memuncak di usia 6-8 minggu, kemudian frekuensi tangisan dan rewelnya berkurang perlahan di usia 12 minggu.

    Penting untuk memahami pola tangisan bayi agar Mama dan Papa bisa lebih cepat dalam merespons kebutuhan si Kecil sekaligus tidak terlalu merasa stres ketika bayi rewel.

    Arti Tangisan Bayi Berdasarkan Suara dan Ekspresinya

    Meski sekilas terdengar sama, tapi sebenarnya setiap tangisan bayi punya arti berbeda, Ma. Berikut arti tangisan bayi bila dibedakan dari suara dan ekspresinya:

    1. Suara Menangis Pelan

    Suara bayi menangis pelan umumnya menandakan keluhan yang masih ringan, seperti mulai mengantuk tapi masih terkendali, merasa bosan, ingin diperhatikan, atau tidak nyaman karena popoknya penuh. 

    Tangisan pelan dan lirih sering muncul saat bayi masih cukup tenang, sehingga cenderung terdengar seperti merengek.

    Respons yang disarankan adalah segera mendekati bayi, mengajaknya berbicara lembut, menggendong, mengganti popoknya, atau membantu bayi tidur sebelum tangisan menjadi lebih keras. 

    Baca Juga: 15+ Penyebab Bayi Menangis saat Tidur dan Cara Menenangkannya

    2. Menangis Kencang

    Tangisan kencang menandakan kebutuhan yang lebih mendesak, biasanya diawali rengekan ringan lalu semakin kencang bila tidak segera ditangani. 

    Kondisi ini sering terjadi saat bayi lelah, tidak nyaman, sangat mengandung atau popoknya basah dan membuatnya rewel. Bayi menangis kencang juga bisa karena lapar. 

    Ciri khasnya punya nada tangisan lebih rendah, berirama, dan berulang, sembari mengepalkan tangan, memasukkan jari ke mulut, mengerakkan bibir, atau mencari payudara. 

    Semakin lama kebutuhan ini tidak terpenuhi, suara tangisan bayi akan terdengar semakin kuat dan sengau.

    3. Tangisan Melengking

    Arti tangisan bayi nyaring dan melengking artinya si Kecil sedang merasa sakit, nyeri, atau sangat tidak nyaman. 

    Pada beberapa bayi, tangisan melengking juga berkaitan dengan kolik yang membuatnya tampak sangat rewel, gelisah, dan menangis lebih lama dibanding biasanya.

    Tangisan melengking dapat membuat bayi sulit ditenangkan, terutama bila disertai ekspresi kesakitan seperti tubuh kaku, mengepalkan tangan, atau melengkungkan punggung.

    Jika tangisan terasa “tidak normal” atau tidak membaik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ya, Ma.

    4. Menangis Mengerutkan Kening

    Menangis sambil mengerutkan kening artinya bayi sedang mengantuk, overstimulasi, dan tidak nyaman. 

    Jika sedang mengantuk, bayi juga menunjukkan tanda lain seperti menguap, mengepalkan tangan, atau menghisap jari untuk menenangkan diri. 

    Sementara bila mengalami overstimulasi, bayi mungkin menangis sambil memalingkan tubuh atau tampak gelisah karena merasa tidak nyaman. 

    Mama bisa bantu bayi merasa lebih tenang dengan membawa bayi ke ruangan yang lebih tenang, meredupkan lampu, mengganti pakaian, mengusap-ngusap tubuhnya atau menyusukannya sebagai pengantar tidur. 

    5. Menangis Seperti Kesakitan

    Tangisan bayi yang menandakan kesakitan biasanya terdengar melengking, bernada tinggi, dan muncul tiba-tiba. Tangisan ini sulit ditenangkan serta terdengar berbeda dari tangisan normal sehari-hari.

    Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bayi mengalami nyeri, seperti infeksi telinga, perut kembung, atau ruam popok yang parah. Bayi juga dapat terlihat lemas, menolak menyusu, atau mengusap bagian tubuh tertentu.

    Mama dan Papa perlu waspada jika tangisan berlangsung terus-menerus dan terasa tidak wajar. Bila disertai demam, ruam, atau bayi menolak makan dan minum, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan.

    Berikut ringkasan arti tangisan bayi serta respons yang sebaiknya Mama dan Papa lakukan:

    Suara Tangisan Bayi

    Artinya

    Respons yang Disarankan

    Menangis pelan/merengek

    Lapar ringan, mengantuk, butuh perhatian

    Susui, gendong, atau bantu bayi tidur

    Menangis kencang

    Lapar berat, popok basah, tidak nyaman

    Periksa popok, beri ASI, cek posisi bayi

    Tangisan melengking

    Nyeri, kolik, overstimulasi

    Tenangkan di ruangan sunyi, dekapan lembut

    Menangis sengau dan berulang

    Mengantuk tapi terlalu lelah

    Segera tidurkan sebelum bayi overstimulasi

    Tangisan seperti kesakitan

    Sakit, tumbuh gigi, kembung

    Cek suhu tubuh, sendawakan, konsultasi bila perlu

    Baca Juga: Definisi Wonder Week Bayi, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Bagaimana Membedakan Tangisan Lapar dan Sakit?

    Tangisan lapar biasanya memiliki nada rendah, ada jeda panjang, serta disertai isyarat khas seperti mengepalkan tangan, memasukkan tangan ke mulut, mengecap-ngecapkan bibir. 

    Jika semakin lama dibiarkan, tangisan bayi akan meningkat secara bertahap menjadi lebih panjang dan keras dengan jeda yang lebih pendek. Sementara arti tangisan bayi yang terdengar lemah dan tidak bertenaga, bisa jadi tanda sakit.

    Mama bisa membedakannya dengan memerhatikan bahasa tubuh dan kondisi fisik bayi. Jika tangisan disertai demam di atas 38 derajat Celsius, ruam, dan lesu, segera periksakan bayi ke dokter.

    Cara Menenangkan Bayi Sesuai Jenis Tangisannya

    Agar tidak terlalu bingung saat bayi menangis, Mama bisa coba kenali jenis tangisan bayi lalu tenangkan dengan cara ini:

    • Susui bayi jika ada tanda lapar, seperti tangisan bernada rendah, ritmis, disertai gerakan mencari puting, mengecap bibir, atau mengepalkan tangan.
    • Ganti popok bila basah atau kotor yang dapat dikenali dari rengekan lalu semakin kencang jika tidak segera ditangani.
    • Gendong dan sendawakan setelah menyusu bila bayi menangis keras, sering kentut, atau perut terasa keras terlebih setelah menyusu yang menandakan kembung.
    • Jauhkan bayi dari kebisingan dan redupkan cahaya bila bayi menangis sambil memalingkan wajah dari cahaya terang atau tampak tidak nyaman dengan suara bising.
    • Bedong dengan longgar saat bayi menangis pelan disertai gerakan menolak atau memalingkan wajah.
    • Pijat lembut atau lakukan dekapan skin-to-skin bila bayi tampak rewel, menguap, menggosok mata, dan menangis sengau karena lelah.

    Kapan Tangisan Bayi Perlu Diperiksakan ke Dokter?

    Dengan penanganan yang tepat dan sesuai keinginan bayi, tangisannya sebenarnya akan segera reda. Namun, jangan sepelekan bila tangisan bayi disertai tanda berikut:

    • Menangis terus tanpa sebab jelas.
    • Tangisan sangat melengking atau lemah.
    • Disertai demam, muntah, diare, atau kejang.
    • Tidak mau menyusu sama sekali.
    • Kulit berwarna biru, keabu-abuan, atau sangat pucat.
    • Tidak responsif dan tampak lemas.
    • Laju pernapasan cepat.
    • Demam tapi tangan dan kaki dingin.

    Itulah berbagai arti tangisan bayi yang akan membantu Mama dan Papa mengetahui sinyal apa yang sedang berusaha disampaikan si Kecil.

    Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Baby Center Editorial Team. (2023). Different baby cries and what they mean. BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/crying-colic/different-baby-cries_40009946
    2. NHS Editorial Team. (2020, December). Soothing a crying baby. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/caring-for-a-newborn/soothing-a-crying-baby/
    3. Raising Children Editorial Team. Crying Babies. https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/crying-colic/crying-babies
    4. IDAI | Mengenal Tangisan Bayi. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-tangisan-bayi
    5. Donaldson-Evans, C. (2015, March 31). What Do Your Baby’s Cries Mean? What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/week-10/decoding-cries.aspx
    6. ‌CDC. (2021, July 22). Signs Your Child is Hungry or Full . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html
    7. Tired signs in babies and toddlers. (2021, March 31). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/sleep/understanding-sleep/tired-signs#tired-signs-why-theyre-important-nav-title
    8. Aristy, J. (2021, April 30). Baby Crying at Night While Teething? Here’s What to Do. Sleeping Baby; Sleeping Baby. https://www.sleepingbaby.com/blogs/news/baby-crying-at-night-teething
    Artikel Terkait