Cara merawat bayi baru lahir bisa dengan melakukan inisiasi menyusui dini, menyusui dengan benar, memandikan, mengganti popok, merawat tali pusar, hingga memastikan imunisasi tidak terlewat. Ini panduan merawat bayi newborn, Ma!
Panduan Dasar Perawatan Bayi Baru Lahir
Untuk memudahkan Mama dan Papa menjalani hari-hari sebagai orang tua baru, berikut perawatan bayi baru lahir:
1. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
IMD adalah proses menyusui yang harus segera dilakukan setelah bayi lahir agar si Kecil mendapatkan ASI pertama sebanyak mungkin dan mau belajar menyusu pada Mama.
Kolostrum mengandung protein, zinc, zat antibodi, dan nutrisi lain berkali lipat lebih banyak dari ASI biasa.
Inilah mengapa IMD dinilai dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan membantu mensukseskan pemberian ASI eksklusif.
2. Skin to Skin
Menurut IDAI, skin to skin adalah perawatan bayi baru lahir yang penting untuk membantu menghangatkan tubuh dan menjaga suhunya tetap stabil selagi ia beradaptasi dengan dunia luar.
Selain itu, skin to skin juga dapat membantu bayi meregulasi ritme pernapasan, detak jantung, dan kadar gula darahnya.
Caranya, letakkan bayi pada dada Mama dalam kondisi tanpa busana sehingga terjadi kontak langsung antara kulit Mama dan si Kecil.
3. Cara Menyusui yang Benar
Cara merawat bayi baru lahir tidak lepas dari pemilihan posisi dan teknik menyusui yang nyaman untuk Mama dan si Kecil. Mama bisa memilih posisi menyusui yang paling nyaman, seperti cradle hold atau posisi berbaring.
Cradle hold dilakukan dengan duduk sambil menyangga bayi pada lengan yang sama dengan payudara, sedangkan posisi berbaring dilakukan menyamping dengan bayi menghadap payudara.
Berikut ini adalah cara menyusui yang benar:
- Posisikan kepala dan tubuh bayi dalam satu garis lurus, dengan perut bayi menempel perut Mama.
- Sentuh bibir bawah bayi dengan puting untuk memancingnya membuka mulut lebar-lebar.
- Masukkan puting dan sebagian besar areola (bagian gelap) bagian bawah ke dalam mulut bayi.
Setelah itu, cek apakah mulut si Kecil sudah terbuka lebar, dagu menempel payudara, bibir bawah terlipat keluar, pipi bayi bulat, dan terdengar suara menelan, bukan mengecap. Ini adalah tanda pelekatan sudah tepat.
4. Cara Menyendawakan Bayi
Tahu bagaimana menyendawakan adalah cara perawatan bayi baru lahir yang penting agar si Kecil tidak gumoh setiap habis menyusu.
Berikut beberapa menyendawakan bayi yang bisa Mama pilih mengikuti kenyamanan si Kecil:
- Gendong di bahu: Sandarkan dagu bayi di bahu Mama. Satu tangan Mama digunakan untuk menyangga bokong bayi, satu tangan lagi untuk menepuk lembut punggungnya.
- Tengkurapkan di paha: Mama duduk di kasur atau tempat lain yang permukaannya rata. Kemudian, telungkupkan bayi di salah satu paha dan topang dagu bayi dengan satu tangan. Lalu, tepuk lembut punggung si Kecil dengan tangan satunya.
- Pijat perut: Tidurkan bayi dalam posisi telentang kemudian pijat lembut perutnya. Kemudian, gerakkan kakinya memutar, seolah-olah ia sedang naik sepeda.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Cegukan pada Bayi
5. Perawatan Tali Pusar
Tali pusar bayi umumnya akan lepas sendiri setelah 7 hari kelahiran. Mama cukup menjaganya agar tetap kering dan bersih. Jangan sampai basah atau kotor terkena air seni maupun feses.
Jika tali pusar kotor, bersihkan dengan waslap basah steril lalu keringkan dengan ditepuk-tepuk lembut. Tidak perlu diberi cairan antiseptik.
Apabila terdapat tanda infeksi seperti di bawah ini, segera bawa si Kecil ke dokter untuk konsultasi lebih lanjut:
- Kemerahan.
- Bengkak pada tali pusar atau kulit di sekitarnya.
- Tercium bau busuk.
- Terlihat ada nanah.
6. Cara Memandikan Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari, cukup 3 kali seminggu. Cara memandikan bayi juga hanya perlu diseka dengan waslap lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat.
Berikut cara memandikan bayi baru lahir yang benar:
- Gunakan sabun dan sampo khusus bayi secukupnya untuk meminimalisir paparan zat kimia.
- Bersihkan area mata bayi dari bagian dalam ke luar menggunakan kapas yang telah dibasahi air hangat.
- Jika kulit kepala bayi terdapat cradle crap (kerak), bersihkan dengan baby oil terlebih dahulu.
- Bersihkan lekukan dan bagian belakang telinga bayi. Kotoran telinga tidak perlu diambil dengan cotton bud karena akan bisa keluar sendiri ketika sudah cukup lunak.
- Lubang hidung bayi tidak perlu dibersihkan pakai alat khusu, cukup dilap dengan handuk lembab saat dimandikan.
- Bersihkan lidah dan area mulut bayi dengan kasa steril.
Namun, Mama bisa rutin menyeka wajah, leher, tangan, serta pantat bayi 2 kali sehari. Jika tali pusar bayi belum lepas, bayi hanya dianjurkan dimandikan dengan sponge bath.
Setelah area pusar lepas dan pulih, bayi boleh dimandikan langsung menggunakan air dengan durasi singkat dan gerakan lembut. Jangan memandikan bayi terlalu pagi dan terlalu sore ya, Ma.
7. Mengganti Popok dan Menjaga Kebersihan
Perawatan bayi baru lahir selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah cara mengganti popok. Pastikan saat mengganti popok Mama melakukan hal berikut:
- Bersihkan area kemaluan dan bokong si Kecil menggunakan tisu basah tanpa pewangi dan alkohol atau bola kapas basah.
- Untuk anak perempuan, bersihkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari kemungkinan ISK (infeksi saluran kemih).
- Oleskan krim untuk mencegah ruam popok.
- Memasang tali atau perekat popok dengan baik agar tidak bocor. Pastikan ikatan tidak menekan tubuh si Kecil.
Pastikan Mama selalu mencuci tangan dengan bersih sebelum dan sesudah mengganti popok si Kecil, ya.
8. Menjaga Pola Tidur Bayi
Bayi baru lahir umumnya membutuhkan waktu tidur selama 20 jam dalam satu hari. Satu periode tidur memiliki durasi yang beragam, yaitu antara 20 menit hingga 4 jam.
Supaya bayi dapat tidur dengan nyenyak, pastikan lampu kamar redup dan suhunya sejuk. Baringkan bayi tidur dalam posisi telentang untuk mencegah risiko SIDS (sudden infant death syndrome).
Jika Mama ingin membedong, tidak masalah selama posisi tidurnya tetap telentang dan hentikan membedong bayi sekitar usia 2 bulan atau saat ia menunjukkan tanda ingin berguling.
Pastikan bedong tidak terlalu ketat dan tidak menutupi area kepala atau wajah bayi.
Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Menangis dan Cara Mengatasinya
9. Memantau Pola Buang Air Besar dan Kecil
Bayi yang terlahir sehat akan pipis dalam 24 jam pertama dan pup dalam waktu 48 jam pertama. Pipis biasanya akan berwarna merah bata dan pup berwarna hijau kehitaman.
Setelah 1 minggu, bayi akan pipis sebanyak 5-6 kali sehari dengan warna jernih atau kekuningan. Apabila warna pipis keruh atau kemerahan, ajak si Kecil konsultasi ke dokter.
Sementara itu, pup bayi sehat akan berangsur berubah warna menjadi kekuningan dalam waktu 5 hari. Apabila warna pup masih kehitaman, Mama perlu melakukan evaluasi kecukupan ASI.
10. Kontrol Rutin ke Dokter
Jangan lewatkan kontrol rutin ke dokter sebagai salah satu cara merawat bayi baru lahir. Tujuannya untuk memantau tumbuh kembang bayi, termasuk berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala agar sesuai dengan grafik pertumbuhan usianya.
Dalam 3 bulan pertama, bayi umumnya menjalani beberapa kali kunjungan, yakni di usia 2 minggu, 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan menyesuaikan kondisi bayi dan jadwal imunisasi.
Frekuensi kontrol rutin dapat berbeda-beda sesuai saran dokter, tapi penting untuk menepatinya guna mendeteksi dini bila ada masalah pertumbuhan atau kesehatan pada si Kecil.
11. Memastikan Imunisasi Tepat Waktu
Jadwal imunisasi bayi baru lahir yang harus dilengkapi dalam 3 bulan pertama adalah hepatitis B (3 dosis pertama), polio (3 dosis pertama), DTP (2 dosis pertama), dan PCV dosis pertama.
Agar efek perlindungannya optimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal dan usahakan jangan sampai terlambat apalagi terlewat.
Perhatikan juga berapa kali si Kecil harus mendapatkan imunisasi dari setiap jenisnya. Sebab, ada yang cukup satu kali imunisasi, ada yang perlu beberapa kali imunisasi.
Baca Juga: Jadwal Imunisasi Terbaru IDAI untuk Bayi 0-12 Bulan
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan kepada Bayi Baru Lahir?
Selain memahami perawatan bayi baru lahir, Mama dan Papa juga perlu memahami hal-hal yang tidak boleh dilakukan, antara lain:
- Mengguncang bayi.
- Tidak cuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi.
- Memberikan selimut, bantal, dan boneka saat tidur. yang dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
- Memakaikan gurita dan bedong yang terlalu ketat.
- Mendudukkan bayi di mobil tanpa car seat.
- Melewatkan pemeriksaan tumbuh kembang 1 bulan sekali hingga ia berusia 12 bulan.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Bayi baru lahir hanya bisa menangis saat merasakan sesuatu. Maka itu, Mama dan Papa perlu lebih peka dan segera bawa ke dokter bila bayi mengalami gejala berikut:
- Demam di atas 38 derajat Celsius.
- Muntah.
- Diare.
- Tidak nafsu makan.
- Bernapas cepat lebih dari pernapasan normal 40-60 napas per menit.
- Tiba-tiba lebih mengantuk atau rewel dari biasanya.
- Kemerahan, bengkak, atau cairan pada mata, telinga, hidung, sunat, atau tali pusar bayi.
- Ruam muncul di berbagai area tubuh.
- Pengeluaran urin dan feses lebih sedikit dari yang diharapkan.
- Mengalami penyakit kuning atau penyakit kuning yang memburuk.
- Punya pertanyaan tentang kesehatan bayi.
- Tali pusar bernanah.
- Berat badan tidak naik.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

