Cara memandikan bayi prematur yang benar sebaiknya menggunakan air suam kuku, lalu seka bagian wajah, leher, dan telapak tangan menggunakan air suam kuku, selanjutnya bedong sebelum dimasukkan ke bak mandi bayi. Sebelum mandi, pastikan berat badannya mencapai 2,5 kg, suhu tubuhnya di atas 36,5 derajat Celsius, dan tali pusarnya sudah lepas dan kering.
Bolehkah Bayi Prematur Dimandikan?
Bayi prematur boleh dimandikan jika suhu tubuh stabil dan kondisi kesehatannya baik.
Memandikan bayi prematur harus memperhatikan berat badan, kemampuan mempertahankan suhu tubuh, dan rekomendasi dokter.
Kapan Bayi Prematur Boleh Dimandikan?
Sebelum mengetahui cara memandikan bayi prematur, Mama Papa perlu memahami waktu yang tepat untuk memandikannya. Berikut tanda-tanda bayi prematur siap dimandikan.
1. Setelah Suhu Tubuh Stabil
Air bersifat membuang panas dari tubuh. Bayi prematur memiliki kulit yang lebih tipis dan kadar lemak yang sedikit sehingga tubuhnya sulit mempertahankan kehangatan.
Bila terkena air, suhu tubuh si Kecil bisa turun drastis dan memicu hipotermia. Untuk itu, mandikan si Kecil bila suhu tubuhnya mulai stabil pada suhu 36,5–37,4 derajat Celsius.
2. Setelah Berat Badan Cukup
Pastikan berat badan bayi mencapai 2.500 gram atau 2,5 kg sebelum ia dimandikan. Berat bayi yang terlalu rendah menandakan si Kecil kekurangan cadangan lemak dan glukosa.
Keduanya berperan penting dalam menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.
3. Setelah Tali Pusat Aman
Sebelum memandikan bayi prematur, pastikan tali pusatnya sudah terlepas dan dalam keadaan kering, tidak bernanah, dan bebas tanda infeksi. Hindari memandikan bayi prematur saat tali pusatnya belum lepas.
Tali pusat yang tersambung harus dirawat dalam keadaan kering. Tali pusar yang terguyur air bisa memperlama pelepasan dan meningkatkan risiko infeksi.
4. Sesuai Rekomendasi Dokter
Cara memandikan bayi prematur harus dilakukan atas rekomendasi dokter untuk mencegah hipotermia dan kondisi berbahaya lainnya. Beberapa bayi hanya perlu diseka, terutama bila tali pusarnya masih tersambung.
Tunda mandi hingga 24 jam setelah lahir atau tunda hingga tubuhnya bisa menjaga suhu di atas 36,5 derajat Celsius secara stabil, tali pusar sudah lepas, dan berat badan mencapai 2,5 kg ke atas.
Baca Juga: 15 Cara Merawat Bayi Prematur di Rumah
Seberapa Sering Bayi Prematur Perlu Dimandikan?
Bayi prematur tidak perlu mandi setiap hari, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan cukup sebanyak 2–4 hari sekali. Terlalu sering mandi membuat kulitnya mudah kering.
Area lipatan leher dan wajah perlu dibersihkan setiap hari dengan cara diseka.
Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
Kenapa Bayi Prematur Tidak Boleh Sering Dimandikan?
Bayi prematur tidak perlu mandi sering-sering karena:
- Kulit lebih tipis.
- Masih kesulitan mempertahankan suhu hangat.
- Lapisan pelindung kuit (skin barrier) belum matang.
- Rentan hipotermia.
- Kadar lemak tubuh untuk menghangatkan tubuh masih sedikit.
Meski menjadi perawatan bayi agar tetap bersih, mandi justru bisa mengikis lapisan pelindung kulit yang berbahan dasar lemak. Sementara itu, air bisa membuang panas dari tubuh dan memicu hipotermia.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi, Ciri, dan Penyebabnya
Persiapan Sebelum Memandikan Bayi Prematur
Sebelum melakukan cara memandikan bayi prematur, persiapkanlah beberapa hal berikut agar suhu tubuh anak tetap terjaga.
1. Pastikan Ruangan Hangat
Pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin. Suhu yang ideal adalah 24–27 derajat Celsius.
Coba tutup jendela dan pintu kamar tempat memandikan Si Kecil agar suasananya lebih nyaman dan tidak berisik.
2. Siapkan Air Suhu Ideal
Suhu air sebaiknya menyerupai suhu tubuh bayi. Hindari memandikan bayi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin.
3. Gunakan Perlengkapan Lembut
Untuk memandikan bayi prematur, gunakanlah sabun khusus bayi yang berbahan lembut dan aman untuk kulit bayi.
Saat menyeka lipatan leher dan area wajah, gunakan kapas atau spons mandi lembut yang sudah dibasahi air. Siapkan perlengkapan bayi ini sebelum mandi.
4. Hindari Mandi Terlalu Lama
Pastikan durasi mandi bayi tidak melebihi 5 menit. Mandi terlalu lama dapat mengikis lapisan pelindung dan pelembap alami pada kulit si Kecil.
Akibatnya, kulit bayi akan kering dan rentan terkena infeksi.
Cara Memandikan Bayi Prematur yang Aman
Memandikan bayi prematur perlu dilakukan dengan aman. Tujuannya, untuk mencegah kulit kering dan hipotermia yang bisa mengganggu perkembangan bayi.
1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu
Sebelum memegang si Kecil, cucilah tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Tahapan ini mencegah bakteri atau virus menempel pada tubuh bayi yang bisa memicu infeksi.
Berikut tahap cara memandikan bayi prematur:
- Basahi tangan di bawah air mengalir.
- Gunakan sabun di tangan.
- Gosokkan satu tangan dengan tangan lainnya.
- Gosok punggung tangan dan di antara jari-jari.
- Gosok telapak tangan dengan jari-jari saling mengunci.
- Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan jari-jari bertautan.
- Genggam jempol, lalu gosok dengan gerakan memutar.
- Letakkan seluruh ujung kuku di telapak tangan yang berlawanan, lalu gosokkan kuku di atas telapak tangan.
- Gosok tangan di bawah air mengalir.
- Keringkan tangan dengan tisu.
- Matikan keran dengan tisu.
2. Tes Suhu Air Ideal
Pastikan air yang digunakan untuk memandikan bayi prematur tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Coba teteskan air mandi si Kecil di siku Mama Papa.
Suhu air sebaiknya menyerupai suhu tubuh bayi atau sekitar 37,2–37,7 derajat Celsius. Untuk mengukur suhu air dengan pasti, gunakanlah termometer.
3. Gunakan Metode Sponge Bath
Metode sponge bath atau menyeka digunakan untuk membersihkan wajah, lipatan leher, tangan, dan bokong.
Siapkan 7 potong kapas untuk mengganti kapas di setiap bagian yang akan diseka, yakni kulit wajah dekat mata sisi kanan, kulit wajah dekat mata sisi kiri, wajah, leher, tangan kanan, tangan kiri, dan bokong.
Lalu, celupkan kapas di air suam kuku, pastikan kapas tidak terlalu basah.
4. Bersihkan Perlahan dari Wajah ke Tubuh
Cara memandikan bayi prematur harus dilakukan secara perlahan. Pertama-tama, usap kapas dari arah hidung ke arah luar hingga mencapai kulit dekat mata. Ganti kapas, lakukan di sisi mata lainnya.
Lalu, ganti kapas lagi, basahi kapas, dan basuh sisa bagian wajah. Selanjutnya, gunakan kapas basah baru dan lap bagian leher. Ulangi lagi pada bagian telapak tangan bayi.
5. Jaga Tubuh Bayi Tetap Tertutup
Pastikan tubuh bayi masih dibedong atau diselimuti agar suhu tubuhnya tidak turun secara drastis.
Hal ini penting untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat dan mencegah hipotermia. Hanya buka popok jika Mama Papa ingin menyeka dan membersihkan kotorannya.
6. Segera Keringkan Bayi
Setelah dimandikan, segera keringkan bayi secara perlahan menggunakan handuk yang lembut, jangan lupa perhatikan bagian lipatan.
Pastikan kulit tak terasa basah atau tak ada bulir-bulir air yang menempel pada kulitnya.
Mama Papa bisa menggunakan satu handuk lembut yang sama, tidak perlu mengganti-ganti handuk berdasarkan bagian tubuhnya.
7. Gunakan Pakaian Hangat Setelah Mandi
Segera pakaikan baju agar kulitnya tak terpapar udara dingin terlalu lama. Bila bibir si Kecil tampak kebiruan, ia berarti kedinginan.
Sebelum pakai baju, coba lakukan skin-to-skin dengan metode kangguru. Caranya, selimuti punggung Mama atau Papa dan bayi, lalu tutup kepala bayi dengan topi.
Baca juga: Menguak Mitos dan Fakta Seputar Perawatan Bayi Prematur
Apa Itu Swaddle Bath pada Bayi Prematur?
Swaddle bath adalah cara memandikan bayi prematur dengan tetap mengenakan bedong sambil direndam di bak mandi, dengan posisi bayi lurus dan kaki sedikit meringkuk ke depan.
Kain bedong yang hangat menghalangi udara dingin langsung mengenai kulit sehingga menurunkan risiko hipotermia. Efeknya, bayi tidak stres saat mandi dan ia lebih tenang.
Metode ini umum digunakan pada bayi prematur yang berada di ruangan NICU.
Kesalahan Saat Memandikan Bayi Prematur
Cara memandikan bayi prematur tidak akan optimal apabila Mama Papa melakukan kesalahan berikut.
1. Air Terlalu Dingin
Air yang terlalu dingin membuat bayi rentan mengalami hipotermia. Untuk itu, siapkan air dengan cara isi bak mandi bayi dengan air dingin terlebih dahulu, lalu tuang air hangat.
Pastikan air di dalam bak setinggi 8–10 cm agar si Kecil tidak tenggelam. Ukur dengan termometer air hingga suhu mencapai 37,2–37,7 derajat Celsius.
2. Durasi Mandi Terlalu Lama
Hindari mandi terlalu lama. Kondisi ini membuat kulit bayi terpapar udara dingin, suhu air berubah jadi lebih dingin, dan air menguap lebih lama dari permukaan kulit.
Kesemuanya membuat suhu tubuh bayi turun dan kulitnya semakin kering.
3. Langsung Membuka Seluruh Pakaian
Langsung membuka seluruh pakaian justru membuat sebagian besar kulitnya terpapar udara dingin. Kondisi ini bisa membuat bayi stres dan suhu tubuhnya turun drastis.
Alih-alih membuka seluruh pakaian, cara memandikan bayi prematur lebih dianjurkan mandi dengan dibedong agar suhu tubuhnya lebih hangat.
4. Menggunakan Produk Terlalu Banyak
Bayi hanya perlu menggunakan satu produk, yaitu cairan mandi bayi yang lembut, bebas pewangi, dan dengan pH yang netral. Gunakan secukupnya pada bagian yang akan dibersihkan.
Menggunakan sabun dan produk-produk kebersihan lainnya justru membuat kulitnya kering dan iritasi.
5. Memandikan Saat Bayi Belum Stabil
Bayi harus dimandikan dalam kondisi stabil, yakni saat suhu tubuhnya mulai stabil di atas 36,5 derajat Celsius, berat badan di atas 2,5 kg, dan tali pusarnya sudah putus dan kering.
Memaksakan mandi saat bayi belum stabil hanya meningkatkan risiko hipotermia dan infeksi.
Tanda Bayi Prematur Kedinginan Setelah Mandi
Agar segera mendapatkan kehangatan, perhatikan tanda-tanda bayi kedinginan setelah mandi berikut.
1. Kulit Pucat/Kebiruan
Bila suhu tubuh bayi menurun, kulit tampak lebih pucat, bahkan kebiruan pada bagian bibir, telapak kaki, dan telapak tangan.
Bayi tampak kebiruan karena pembuluh darah menyempit untuk mempertahankan suhu normal tubuh bayi. Penyempitan ini mengurangi kadar oksigen dalam aliran darah sehingga kulit tampak kebiruan.
2. Tangan dan Kaki Dingin
Air memang melepaskan panas dari tubuh. Namun, waspadai bila kulit bayi tetap terasa dingin saat disentuh, meskipun telah dilap kering atau mengenakan pakaian.
Biasanya, tubuh yang terasa dingin ada di bagian tangan, kaki, dan wajah.
3. Bayi Lemas
Bayi yang kedinginan setelah mandi terlihat lemas, mengantuk, atau tidak seaktif biasanya.
Gejala ini terjadi karena tubuh kekurangan cadangan oksigen untuk mempertahankan kehangatan.
4. Napas Cepat
Saat kedinginan, anak sesak napas karena kekurangan oksigen yang digunakan untuk menjaga kehangatan tubuh. Gejala sesak napas yang timbul, yaitu:
- Napas cepat.
- Lubang hidung kembang kempis saat bernapas.
- Napas berbunyi.
- Tampak tarikan di sekitar dada setiap bernapas.
- Posisi kepala terus-menerus mendongak agar mudah bernapas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke dokter bila bayi prematur menunjukkan gejala berikut.
- Sesak napas.
- Suhu turun di bawah 36,5 derajat Celsius bila diukur dengan termometer di ketiak.
- Tidak mau menyusu.
- Kulit, wajah, dan bibir membiru.
- Sulit dibangunkan.
- Rewel berlebihan.
Cara memandikan bayi prematur perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah hipotermia. Sebaiknya, dibedong terlebih dahulu sebelum masuk ke bak mandi.
Pastikan perawatan bayi prematur ini dilakukan bila berat badannya sudah mencapai 2,5 kg, suhu tubuhnya stabil di suhu 36,5–37,4 derajat Celsius, dan tali pusatnya sudah lepas dan kering.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
