Loading...
    Banner Artikel Bolehkah Bayi Prematur Dimandikan? Ini Panduan Aman untuk Orang Tua
    Tumbuh Kembang

    Bolehkah Bayi Prematur Dimandikan? Ini Panduan Aman untuk Orang Tua

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 18 Agustus 2021

    Diperbarui: 13 Juli 2026


    • Bolehkah Bayi Prematur Dimandikan?
    • Kapan Bayi Prematur Boleh Dimandikan?
    • Seberapa Sering Bayi Prematur Perlu Dimandikan?
    • Kenapa Bayi Prematur Tidak Boleh Sering Dimandikan?
    • Persiapan Sebelum Memandikan Bayi Prematur
    • Cara Memandikan Bayi Prematur yang Aman
    • Apa Itu Swaddle Bath pada Bayi Prematur?
    • Kesalahan Saat Memandikan Bayi Prematur
    • Tanda Bayi Prematur Kedinginan Setelah Mandi
    • Kapan Harus ke Dokter?

    Cara memandikan bayi prematur yang benar sebaiknya menggunakan air suam kuku, lalu seka bagian wajah, leher, dan telapak tangan menggunakan air suam kuku, selanjutnya bedong sebelum dimasukkan ke bak mandi bayi. Sebelum mandi, pastikan berat badannya mencapai 2,5 kg, suhu tubuhnya di atas 36,5 derajat Celsius, dan tali pusarnya sudah lepas dan kering.

    Bolehkah Bayi Prematur Dimandikan?

    Bayi prematur boleh dimandikan jika suhu tubuh stabil dan kondisi kesehatannya baik.

    Memandikan bayi prematur harus memperhatikan berat badan, kemampuan mempertahankan suhu tubuh, dan rekomendasi dokter.

    Kapan Bayi Prematur Boleh Dimandikan?

    Sebelum mengetahui cara memandikan bayi prematur, Mama Papa perlu memahami waktu yang tepat untuk memandikannya. Berikut tanda-tanda bayi prematur siap dimandikan.

    1. Setelah Suhu Tubuh Stabil

    Air bersifat membuang panas dari tubuh. Bayi prematur memiliki kulit yang lebih tipis dan kadar lemak yang sedikit sehingga tubuhnya sulit mempertahankan kehangatan.

    Bila terkena air, suhu tubuh si Kecil bisa turun drastis dan memicu hipotermia. Untuk itu, mandikan si Kecil bila suhu tubuhnya mulai stabil pada suhu 36,5–37,4 derajat Celsius.

    2. Setelah Berat Badan Cukup

    Pastikan berat badan bayi mencapai 2.500 gram atau 2,5 kg sebelum ia dimandikan. Berat bayi yang terlalu rendah menandakan si Kecil kekurangan cadangan lemak dan glukosa.

    Keduanya berperan penting dalam menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

    3. Setelah Tali Pusat Aman

    Sebelum memandikan bayi prematur, pastikan tali pusatnya sudah terlepas dan dalam keadaan kering, tidak bernanah, dan bebas tanda infeksi. Hindari memandikan bayi prematur saat tali pusatnya belum lepas.

    Tali pusat yang tersambung harus dirawat dalam keadaan kering. Tali pusar yang terguyur air bisa memperlama pelepasan dan meningkatkan risiko infeksi.

    4. Sesuai Rekomendasi Dokter

    Cara memandikan bayi prematur harus dilakukan atas rekomendasi dokter untuk mencegah hipotermia dan kondisi berbahaya lainnya. Beberapa bayi hanya perlu diseka, terutama bila tali pusarnya masih tersambung.

    Tunda mandi hingga 24 jam setelah lahir atau tunda hingga tubuhnya bisa menjaga suhu di atas 36,5 derajat Celsius secara stabil, tali pusar sudah lepas, dan berat badan mencapai 2,5 kg ke atas.

    Baca Juga: 15 Cara Merawat Bayi Prematur di Rumah

    Seberapa Sering Bayi Prematur Perlu Dimandikan?

    Bayi prematur tidak perlu mandi setiap hari, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan cukup sebanyak 2–4 hari sekali. Terlalu sering mandi membuat kulitnya mudah kering.

    Area lipatan leher dan wajah perlu dibersihkan setiap hari dengan cara diseka.

    Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Kenapa Bayi Prematur Tidak Boleh Sering Dimandikan?

    Bayi prematur tidak perlu mandi sering-sering karena:

    • Kulit lebih tipis.
    • Masih kesulitan mempertahankan suhu hangat.
    • Lapisan pelindung kuit (skin barrier) belum matang.
    • Rentan hipotermia.
    • Kadar lemak tubuh untuk menghangatkan tubuh masih sedikit.

    Meski menjadi perawatan bayi agar tetap bersih, mandi justru bisa mengikis lapisan pelindung kulit yang berbahan dasar lemak. Sementara itu, air bisa membuang panas dari tubuh dan memicu hipotermia.

    Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi, Ciri, dan Penyebabnya

    Persiapan Sebelum Memandikan Bayi Prematur

    Sebelum melakukan cara memandikan bayi prematur, persiapkanlah beberapa hal berikut agar suhu tubuh anak tetap terjaga.

    1. Pastikan Ruangan Hangat

    Pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin. Suhu yang ideal adalah 24–27 derajat Celsius.

    Coba tutup jendela dan pintu kamar tempat memandikan Si Kecil agar suasananya lebih nyaman dan tidak berisik.

    2. Siapkan Air Suhu Ideal

    Suhu air sebaiknya menyerupai suhu tubuh bayi. Hindari memandikan bayi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin.

    3. Gunakan Perlengkapan Lembut

    Untuk memandikan bayi prematur, gunakanlah sabun khusus bayi yang berbahan lembut dan aman untuk kulit bayi. 

    Saat menyeka lipatan leher dan area wajah, gunakan kapas atau spons mandi lembut yang sudah dibasahi air. Siapkan perlengkapan bayi ini sebelum mandi.

    4. Hindari Mandi Terlalu Lama

    Pastikan durasi mandi bayi tidak melebihi 5 menit. Mandi terlalu lama dapat mengikis lapisan pelindung dan pelembap alami pada kulit si Kecil.

    Akibatnya, kulit bayi akan kering dan rentan terkena infeksi.

    Cara Memandikan Bayi Prematur yang Aman

    Memandikan bayi prematur perlu dilakukan dengan aman. Tujuannya, untuk mencegah kulit kering dan hipotermia yang bisa mengganggu perkembangan bayi.

    1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu

    Sebelum memegang si Kecil, cucilah tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Tahapan ini mencegah bakteri atau virus menempel pada tubuh bayi yang bisa memicu infeksi.

    Berikut tahap cara memandikan bayi prematur:

    • Basahi tangan di bawah air mengalir.
    • Gunakan sabun di tangan.
    • Gosokkan satu tangan dengan tangan lainnya.
    • Gosok punggung tangan dan di antara jari-jari.
    • Gosok telapak tangan dengan jari-jari saling mengunci.
    • Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan jari-jari bertautan.
    • Genggam jempol, lalu gosok dengan gerakan memutar.
    • Letakkan seluruh ujung kuku di telapak tangan yang berlawanan, lalu gosokkan kuku di atas telapak tangan.
    • Gosok tangan di bawah air mengalir.
    • Keringkan tangan dengan tisu.
    • Matikan keran dengan tisu.

    2. Tes Suhu Air Ideal

    Pastikan air yang digunakan untuk memandikan bayi prematur tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Coba teteskan air mandi si Kecil di siku Mama Papa.

    Suhu air sebaiknya menyerupai suhu tubuh bayi atau sekitar 37,2–37,7 derajat Celsius. Untuk mengukur suhu air dengan pasti, gunakanlah termometer.

    3. Gunakan Metode Sponge Bath

    Metode sponge bath atau menyeka digunakan untuk membersihkan wajah, lipatan leher, tangan, dan bokong.

    Siapkan 7 potong kapas untuk mengganti kapas di setiap bagian yang akan diseka, yakni kulit wajah dekat mata sisi kanan, kulit wajah dekat mata sisi kiri, wajah, leher, tangan kanan, tangan kiri, dan bokong.

    Lalu, celupkan kapas di air suam kuku, pastikan kapas tidak terlalu basah.

    4. Bersihkan Perlahan dari Wajah ke Tubuh

    Cara memandikan bayi prematur harus dilakukan secara perlahan. Pertama-tama, usap kapas dari arah hidung ke arah luar hingga mencapai kulit dekat mata. Ganti kapas, lakukan di sisi mata lainnya.

    Lalu, ganti kapas lagi, basahi kapas, dan basuh sisa bagian wajah. Selanjutnya, gunakan kapas basah baru dan lap bagian leher. Ulangi lagi pada bagian telapak tangan bayi.

    5. Jaga Tubuh Bayi Tetap Tertutup

    Pastikan tubuh bayi masih dibedong atau diselimuti agar suhu tubuhnya tidak turun secara drastis.

    Hal ini penting untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat dan mencegah hipotermia. Hanya buka popok jika Mama Papa ingin menyeka dan membersihkan kotorannya.

    6. Segera Keringkan Bayi

    Setelah dimandikan, segera keringkan bayi secara perlahan menggunakan handuk yang lembut, jangan lupa perhatikan bagian lipatan.

    Pastikan kulit tak terasa basah atau tak ada bulir-bulir air yang menempel pada kulitnya.

    Mama Papa bisa menggunakan satu handuk lembut yang sama, tidak perlu mengganti-ganti handuk berdasarkan bagian tubuhnya.

    7. Gunakan Pakaian Hangat Setelah Mandi

    Segera pakaikan baju agar kulitnya tak terpapar udara dingin terlalu lama. Bila bibir si Kecil tampak kebiruan, ia berarti kedinginan.

    Sebelum pakai baju, coba lakukan skin-to-skin dengan metode kangguru. Caranya, selimuti punggung Mama atau Papa dan bayi, lalu tutup kepala bayi dengan topi.

    Baca juga: Menguak Mitos dan Fakta Seputar Perawatan Bayi Prematur

    Apa Itu Swaddle Bath pada Bayi Prematur?

    Swaddle bath adalah cara memandikan bayi prematur dengan tetap mengenakan bedong sambil direndam di bak mandi, dengan posisi bayi lurus dan kaki sedikit meringkuk ke depan.

    Kain bedong yang hangat menghalangi udara dingin langsung mengenai kulit sehingga menurunkan risiko hipotermia. Efeknya, bayi tidak stres saat mandi dan ia lebih tenang.

    Metode ini umum digunakan pada bayi prematur yang berada di ruangan NICU.

    Kesalahan Saat Memandikan Bayi Prematur

    Cara memandikan bayi prematur tidak akan optimal apabila Mama Papa melakukan kesalahan berikut.

    1. Air Terlalu Dingin

    Air yang terlalu dingin membuat bayi rentan mengalami hipotermia. Untuk itu, siapkan air dengan cara isi bak mandi bayi dengan air dingin terlebih dahulu, lalu tuang air hangat.

    Pastikan air di dalam bak setinggi 8–10 cm agar si Kecil tidak tenggelam. Ukur dengan termometer air hingga suhu mencapai 37,2–37,7 derajat Celsius.

    2. Durasi Mandi Terlalu Lama

    Hindari mandi terlalu lama. Kondisi ini membuat kulit bayi terpapar udara dingin, suhu air berubah jadi lebih dingin, dan air menguap lebih lama dari permukaan kulit.

    Kesemuanya membuat suhu tubuh bayi turun dan kulitnya semakin kering. 

    3. Langsung Membuka Seluruh Pakaian

    Langsung membuka seluruh pakaian justru membuat sebagian besar kulitnya terpapar udara dingin. Kondisi ini bisa membuat bayi stres dan suhu tubuhnya turun drastis.

    Alih-alih membuka seluruh pakaian, cara memandikan bayi prematur lebih dianjurkan mandi dengan dibedong agar suhu tubuhnya lebih hangat.

    4. Menggunakan Produk Terlalu Banyak

    Bayi hanya perlu menggunakan satu produk, yaitu cairan mandi bayi yang lembut, bebas pewangi, dan dengan pH yang netral. Gunakan secukupnya pada bagian yang akan dibersihkan.

    Menggunakan sabun dan produk-produk kebersihan lainnya justru membuat kulitnya kering dan iritasi.

    5. Memandikan Saat Bayi Belum Stabil

    Bayi harus dimandikan dalam kondisi stabil, yakni saat suhu tubuhnya mulai stabil di atas 36,5 derajat Celsius, berat badan di atas 2,5 kg, dan tali pusarnya sudah putus dan kering.

    Memaksakan mandi saat bayi belum stabil hanya meningkatkan risiko hipotermia dan infeksi.

    Tanda Bayi Prematur Kedinginan Setelah Mandi

    Agar segera mendapatkan kehangatan, perhatikan tanda-tanda bayi kedinginan setelah mandi berikut.

    1. Kulit Pucat/Kebiruan

    Bila suhu tubuh bayi menurun, kulit tampak lebih pucat, bahkan kebiruan pada bagian bibir, telapak kaki, dan telapak tangan.

    Bayi tampak kebiruan karena pembuluh darah menyempit untuk mempertahankan suhu normal tubuh bayi. Penyempitan ini mengurangi kadar oksigen dalam aliran darah sehingga kulit tampak kebiruan.

    2. Tangan dan Kaki Dingin

    Air memang melepaskan panas dari tubuh. Namun, waspadai bila kulit bayi tetap terasa dingin saat disentuh, meskipun telah dilap kering atau mengenakan pakaian.

    Biasanya, tubuh yang terasa dingin ada di bagian tangan, kaki, dan wajah.

    3. Bayi Lemas

    Bayi yang kedinginan setelah mandi terlihat lemas, mengantuk, atau tidak seaktif biasanya.

    Gejala ini terjadi karena tubuh kekurangan cadangan oksigen untuk mempertahankan kehangatan.

    4. Napas Cepat

    Saat kedinginan, anak sesak napas karena kekurangan oksigen yang digunakan untuk menjaga kehangatan tubuh. Gejala sesak napas yang timbul, yaitu:

    • Napas cepat.
    • Lubang hidung kembang kempis saat bernapas.
    • Napas berbunyi. 
    • Tampak tarikan di sekitar dada setiap bernapas.
    • Posisi kepala terus-menerus mendongak agar mudah bernapas.

    Kapan Harus ke Dokter?

    Segera ke dokter bila bayi prematur menunjukkan gejala berikut.

    • Sesak napas.
    • Suhu turun di bawah 36,5 derajat Celsius bila diukur dengan termometer di ketiak.
    • Tidak mau menyusu.
    • Kulit, wajah, dan bibir membiru.
    • Sulit dibangunkan.
    • Rewel berlebihan.

    Cara memandikan bayi prematur perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah hipotermia. Sebaiknya, dibedong terlebih dahulu sebelum masuk ke bak mandi.

    Pastikan perawatan bayi prematur ini dilakukan bila berat badannya sudah mencapai 2,5 kg, suhu tubuhnya stabil di suhu 36,5–37,4 derajat Celsius, dan tali pusatnya sudah lepas dan kering.

    Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Roeslani, Rosalina Dewi. (2014). Memandikan Bayi Prematur di Rumah. IDAI https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memandikan-bayi-prematur-di-rumah
    2. ‌Editorial Team. (2017). Kangaroo Mother Care Guideline. WHO. https://platform.who.int/docs/default-source/mca-documents/policy-documents/guideline/afg-mn-21-01-guideline-2017-eng-kangaroo-mother-care-guideline.pdf
    3. Fauziah Rudhiati, Murtiningsih, & Risna Rosaria Indah. (2020). Swaddle Bath Mempertahankan Suhu Pada Bayi Prematur. Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.36971/keperawatan.v3i1.57
    4. Ayyildiz T, Kulakci H, Niyazi Ayoglu F, Kalinci N, Veren F. The effects of two bathing methods on the time of separation of umbilical cord in term babies in Turkey. Iran Red Crescent Med J. 2015 Jan 17;17(1):e19053. doi: 10.5812/ircmj.19053. PMID: 25763277; PMCID: PMC4341504.
    5. ‌Editorial Team. (n.d.). Safe and Effective Thermal Protection for Inpatient Care of Newborns. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/mca-documents/nbh/enc-course/revised-resources/supplemental-materials/keeping-the-newborn-warm/thermalprotection.pdf?sfvrsn=35e6d2a_1
    6. Morrill, Judi S. (2021, December 15). 12.4: Water and the Body’s Cooling System. Medicine LibreTexts. https://med.libretexts.org/Bookshelves/Nutrition/Realities_of_Nutrition_(Morrill)/06%3A_Fueling_the_Body/12%3A_WaterThe_Bodys_Inner_Sea/12.04%3A_Water_and_the_Bodys_Cooling_System
    7. ‌Sun X, Xu J, Zhou R, Liu B, Gu Z. Effectiveness of different bathing methods on physiological indexes and behavioral status of preterm infants: a systematic review and meta-analysis. BMC Pediatr. 2023 Oct 13;23(1):507. doi: 10.1186/s12887-023-04280-y. PMID: 37828460; PMCID: PMC10571243.
    8. Constanza, E. (2018). Neonatal Clinical Practice Guidelines. WHO. https://platform.who.int/docs/default-source/mca-documents/policy-documents/guideline/blz-mn-32-02-guideline-2018-eng-neonatal-clinical-guidelines-2018-2021.pdf
    9. Widia, Y., & Rosdiana, B. I. (2023). Skin condition and skin care in premature infants. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 35(1), 67-73.‌ https://doi.org/10.20473/bikk.V35.1.2023.67-73
    10. Choi EH. Skin Barrier Function in Neonates and Infants. Allergy Asthma Immunol Res. 2025 Jan;17(1):32-46. doi: 10.4168/aair.2025.17.1.32. PMID: 39895601; PMCID: PMC11791375.
    11. Editorial Team. (2018, May 17). Bathing a newborn. Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/hygiene-keeping-clean/bathing-a-newborn
    12. Tim Penulis. (2020). Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun. UNICEF. https://www.unicef.org/indonesia/id/media/7436/file/Panduan%20Cuci%20Tangan%20Pakai%20Sabun.pdf
    13. Editorial Team. (2020, December). Washing and bathing your baby. NHS. https://www.nhs.uk/baby/caring-for-a-newborn/washing-and-bathing-your-baby/
    14. Klein, J. (2020, August 10). Blue lips in a baby: When to see a doctor. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/blue-lips-in-a-baby
    15. Rudhiati, F., & MURTININGSIH, R. R. I. Swaddle Bath Mempertahankan Suhu Pada Bayi Prematur. https://pdfs.semanticscholar.org/9800/a8ff4fb4dd18235448d238357bc93adfcd59.pdf
    16. https://www.facebook.com/nhswebsite. (2023, June). Editorial Team. Bathing your baby. NHS. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/baby-basics/caring-for-your-baby/bathing-your-baby/
    17. Choi, E. H. (2025). Skin Barrier Function in Neonates and Infants. Allergy, Asthma & Immunology Research, 17(1), 32. https://doi.org/10.4168/aair.2025.17.1.32
    18. Sun, X., Xu, J., Zhou, R., Liu, B., & Gu, Z. (2023). Effectiveness of different bathing methods on physiological indexes and behavioral status of preterm infants: A systematic review and meta-analysis. BMC Pediatrics, 23, 507. https://doi.org/10.1186/s12887-023-04280-y
    19. Editorial Team. (2023, September 6). Cyanosis (Blue Hands & Feet): Causes, Treatment & Diagnosis. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24297-cyanosis
    20. Editorial Team. (2024, September 30). Hypothermia or Coldness in Neonates: What You Need to Know - Gertrude’s Children Hospital. https://gerties.org/hypothermia-or-coldness-in-neonates-what-you-need-to-know/
    21. Editorial Team. (2026). Keeping Your Baby Warm. Stanford Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=keeping-your-baby-warm-90-P02425
    22. Editorial Team. (2023). Respiratory Distress: Symptoms, What to Do and When to See a Doctor. Nationwide Children’s Hospital. Nationwide Children. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/respiratory-distress
    23. Editorial Team. (2022, December). Best temperature for sleep - how temperature affects sleep. Sleep Station. https://www.sleepstation.org.uk/articles/sleep-tips/sleep-and-temperature/
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun