Dalam 24 jam pertama kehidupan bayi baru lahir, ia mulai beradaptasi dengan dunia di luar rahim. Bayi biasanya langsung melakukan kontak kulit dengan orang tua, menjalani pemeriksaan kesehatan awal, dan mulai menyusu. Pada masa ini, bayi juga banyak tidur dan akan mengeluarkan feses pertama (mekonium).
Apa yang Terjadi pada 24 Jam Pertama Setelah Bayi Lahir?
Apa yang terjadi setelah bayi lahir tergantung pada kondisi si Kecil dan Mama pada proses persalinan. Namun, umumnya inilah yang terjadi pada 24 jam awal kehidupan bayi baru lahir.
1. Bayi Mulai Bernapas Sendiri
Di dalam rahim, bayi mendapatkan oksigen melalui plasenta, bukan paru-parunya. Setelah lahir, bayi biasanya menarik napas pertama dan menangis dalam beberapa detik.
Napas pertama ini membantu mengeluarkan sisa cairan dari paru-paru sehingga paru-paru dapat mengembang dan bekerja sendiri.
Karena kadar oksigen dalam darah meningkat, warna kulit bayi yang semula kebiruan atau pucat perlahan berubah menjadi lebih merah muda.
2. Adaptasi Suhu Tubuh Bayi
Setelah lahir, badan bayi mulai kehilangan panas alami tubuhnya sehingga berisiko mengalami hipotermia.
Maka, bayi biasanya langsung diletakkan di dada Mama untuk kontak kulit langsung (skin-to-skin) guna menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat sekaligus mendukung inisiasi menyusui dini (IMD).
Dalam kasus bayi tidak bisa langsung melakukan skin to skin, si Kecil akan dibungkus dengan selimut atau handuk yang hangat.
3. Bayi Akan Banyak Tidur
Pada 24 jam pertama, bayi baru lahir biasanya tidur sekitar 14–17 jam sehari. Namun, pola tidurnya masih belum teratur karena si Kecil belum bisa membedakan siang dan malam.
Bayi juga sering terbangun untuk menyusu karena ukuran lambungnya masih sangat kecil. Jadi, wajar kalau ia bangun dan minta menyusu setiap beberapa jam, termasuk pada malam hari.
4. Refleks Alami Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir memiliki beberapa refleks alami yang muncul secara otomatis pada 24 jam pertama kehidupan bayi baru lahir.
Refleks-refleks ini membantu bayi bertahan hidup dan jadi salah satu tanda bahwa sistem sarafnya berkembang dengan baik.
- Refleks rooting: Bayi akan menoleh dan membuka mulut saat pipi atau area sekitar mulutnya disentuh untuk mencari puting susu.
- Refleks sucking: Bayi otomatis mengisap saat puting atau dot menyentuh mulutnya.
- Refleks moro: Bayi akan merentangkan tangan dan kaki saat terkejut oleh suara keras atau gerakan mendadak.
- Refleks grasp: Bayi akan menggenggam erat jari atau benda yang menyentuh telapak tangannya.
Baca Juga: Masalah Umum Bayi Baru Lahir & Cara Mengatasinya
Kondisi Normal Bayi Baru Lahir yang Sering Membuat Orang Tua Khawatir
Mendampingi kehidupan bayi baru lahir tentu membuat Mama Papa bersemangat sekaligus cemas. Ini beberapa kondisi bayi baru lahir yang sebenarnya normal, tapi mungkin membuat orang tua khawatir:
1. Kulit Bayi Tampak Kuning
Penyakit kuning pada bayi baru lahir (jaundice) terjadi saat kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini dapat membuat kulit dan bagian putih mata bayi tampak menguning.
Pada bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, organ hati masih belum matang sehingga belum bisa membuang bilirubin dengan baik. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam tubuh.
Kondisi ini sangat umum terjadi dan biasanya tak berbahaya, kulit si Kecil akan membaik dengan sendirinya seiring perkembangan fungsi hatinya.
2. Kepala Bayi Terlihat Lonjong
Bentuk kepala bayi baru lahir sering terlihat sedikit lonjong atau tidak simetris, dan ini sangat normal. Ini karena kepala bayi harus melewati jalan lahir yang sempit saat persalinan.
Tulang tengkorak bayi masih lunak dan fleksibel, sehingga bentuk kepala bisa berubah dengan mudah. Dalam banyak kasus, bentuk kepala akan mulai kembali lebih bulat dalam 1–2 hari.
Namun pada beberapa bayi, proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga sekitar 6 minggu tanpa perlu tindakan khusus.
3. Bayi Sering Bersin
Saluran hidung bayi masih sangat kecil sehingga lebih mudah kemasukan lendir, debu, atau partikel kecil lainnya.
Bersin membantu membersihkan hidung agar bayi bisa bernapas dengan lebih nyaman. Jadi, sering bersin itu normal dan tidak membahayakan.
4. Napasnya Cepat
Si Kecil mungkin napasnya tampak cepat dalam 1–2 hari pertama setelah lahir. Kondisi ini bisa terjadi karena masih ada sisa cairan di paru-paru bayi setelah lahir.
Saat cairan tersebut diserap oleh tubuh, pernapasan bayi biasanya akan kembali normal. Umumnya kondisi ini bisa membaik dalam 24–48 jam pertama.
Namun, pada kasus tertentu si Kecil mungkin perlu pemantauan atau bantuan medis selama beberapa hari.
5. Bayi Gumoh atau Cegukan
Karena sistem pencernaan dan saraf bayi baru lahir belum berkembang sempurna, ia masih suka kesulitan menahan refleks tertentu seperti gumoh dan cegukan.
Jadi, gumoh dan cegukan pada kehidupan bayi baru lahir biasanya bukan disebabkan oleh hal yang berbahaya, Ma.
Baca Juga: 10 Cara Ampuh Menghilangkan Cegukan pada Bayi
6. BAB Bayi Berwarna Hitam (Mekonium)
Feses pertama bayi biasanya berwarna hitam kehijauan dan lengket. Ini normal dan secara medis disebut mekonium.
Dalam beberapa hari berikutnya, warna feses akan berubah menjadi cokelat kehijauan lalu kuning.
Bayi juga seharusnya buang air kecil setidaknya satu kali dalam 24 jam pertama setelah lahir.
7. Berat Badan Bayi Sedikit Turun
Berat badan bayi biasanya akan turun sedikit dalam beberapa hari pertama kehidupan bayi baru lahir.
Ini karena bayi kehilangan sebagian cairan tubuh setelah lahir dan masih menyesuaikan diri dengan pola menyusu.
Penurunan berat badan hingga sekitar 7% dari berat lahir bayi masih dianggap normal. Setelah ASI semakin banyak dan bayi menyusu dengan baik, berat badannya biasanya akan naik lagi.
Tanda Bayi Baru Lahir Sehat
Dalam 24 jam pertama kehidupan bayi baru lahir, Mama pasti akan banyak menghabiskan waktu mengamati si Kecil yang masih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Karena itu, coba Mama perhatikan baik-baik berbagai tanda bayi baru lahir sehat dan normal berikut:
- Menangis kuat
- Aktif menyusu
- Warna kulit baik dan tidak ada memar, ruam, atau tanda infeksi
- Pipisnya cukup (normal jika pipis tiap 1–3 jam sekali atau 4–6 kali sehari)
- BAB juga cukup (biasanya setiap habis menyusui)
- Tidur tenang
- Respons refleks baik
Kapan Kondisi Bayi Baru Lahir Harus Dicek Dokter?
Bila bayi baru lahir menunjukkan tanda-tanda berikut ini, sebaiknya Mama dan Papa segera lapor ke perawat, bidan, atau dokter:
- Tidak mau menyusu
- Demam (panas) atau suhu tubuhnya terlalu rendah (dingin)
- Detak jantungnya sangat lemah
- Sesak napas atau bibirnya kebiruan
- Tampak kuning sebelum 24 jam
- Tidak buang air kecil maupun besar
Cara Merawat Bayi Baru Lahir di Rumah
Agar Mama dan Papa bisa membuat kehidupan bayi baru lahir senyaman mungkin, perhatikan berbagai langkah di bawah ini.
1. Menjaga Kebersihan Tali Pusat
Tali pusat bayi biasanya akan kering dan lepas sendiri dalam 1–2 minggu setelah lahir. Selama itu, jaga area tali pusat tetap bersih dan kering.
Lipat bagian depan popok di bawah tali pusat agar tidak tertutup dan jadi lembap. Untuk sementara, bayi bisa dimandikan dengan waslap atau spons agar tali pusat tidak terlalu basah.
2. Posisi Tidur yang Aman
Bayi baru lahir akan banyak tidur. Agar bayi bisa tidur tenang dan aman, pastikan hal-hal berikut ini, Ma:
- Selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang, bukan tengkurap atau miring.
- Bayi tidak boleh tidur pakai bantal.
- Pastikan wajah dan kepala bayi tidak tertutup selimut, boneka, atau benda lainnya saat tidur.
- Jangan biarkan bayi tidur sambil menyusu dari botol.
3. Menyusui Sesuai Kemauan Bayi
Menyusui sesuai kemauan bayi berarti memberikan ASI saat bayi menunjukkan tanda lapar, bukan berdasarkan jadwal tertentu. Misalnya, bayi mulai mengisap jari atau mengecap bibirnya.
Cara ini membantu pastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi serta perkuat ikatan emosional Mama dengan si Kecil. Ia pun jadi lebih nyaman dan produksi ASI Mama bisa tetap terjaga.
4. Menjaga Suhu Ruangan Tetap Nyaman
Jaga suhu kamar tetap nyaman agar bayi tidak kepanasan atau kedinginan. Suhu kamar sekitar 22 derajat Celsius umumnya nyaman untuk bayi baru lahir.
Hindari memakaikan baju berlapis-lapis dan perhatikan tanda-tanda si Kecil kepanasan atau kedinginan, misalnya berkeringat atau kulitnya terasa sangat hangat/dingin.
5. Hindari Paparan Asap Rokok dan Orang Sakit
Dalam rahim Mama yang relatif steril, bayi senantiasa terlindungi. Namun, setelah lahir, bayi jadi rentan terhadap macam-macam kuman penyakit dan zat berbahaya di lingkungannya.
Ini karena sistem imun dan pernapasannya belum berkembang sempurna. Paparan bakteri, virus, atau asap rokok pun bisa jadi berbahaya hingga mematikan bagi bayi baru lahir.
Biar Mama lebih luwes merawat bayi baru lahir, kunjungi Exclusive Hub Nutriclub dan nikmati berbagai konten premium gratis, seperti e-book, podcast, dan video edukasi.
Mama bisa temukan segala informasi tepercaya seputar nutrisi tepat, perkembangan kognitif, serta tips menjaga daya tahan tubuh si Kecil langsung dari ahlinya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Merawat Bayi Baru Lahir (0–1 Bulan)
Tips Agar Orang Tua Tidak Panik di Minggu Pertama Kehidupan Bayi
Awal kehidupan bayi baru lahir sering terasa melelahkan dan penuh kejutan bagi orang tua. Bayi mungkin sering tidur, menangis, atau pola menyusunya berubah-ubah, dan ini wajar.
Semua ini bagian dari proses bayi beradaptasi dengan dunia baru di luar rahim. Di saat yang sama, Papa dan Mama juga sedang menyesuaikan diri dengan peran baru ini.
Jadi, tidak apa-apa bila Mama belum langsung merasa percaya diri merawat si Kecil. Memang butuh waktu, kok, untuk belajar dan saling mengenal satu sama lain.
Itulah penjelasan lengkap soal bayi baru lahir. Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
