Loading...
    Banner Artikel 12 Herbal untuk Imunitas Anak yang Direkomendasikan agar Tidak Mudah Sakit
    Perkembangan Otak

    12 Herbal untuk Imunitas Anak yang Direkomendasikan agar Tidak Mudah Sakit

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 20 Mei 2025

    Diperbarui: 08 September 2026


    • Apa Benar Herbal Bisa Membantu Meningkatkan Imunitas Anak?
    • Herbal yang Umum Digunakan untuk Imunitas Anak
    • Cara Memberikan Herbal kepada Anak dengan Aman
    • Herbal Apa yang Sebaiknya Tidak Diberikan Sembarangan pada Anak?
    • Kebiasaan yang Lebih Efektif untuk Menjaga Imunitas Anak
    • Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

    Herbal untuk imunitas anak seperti jahe, kunyit, temulawak, daun kelor, bawang putih, dan madu dapat membantu mendukung daya tahan tubuh bila menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, perlu dipahami bahwa herbal hanya berperan mendukung, bukan mencegah penyakit secara pasti, sehingga tetap harus dilengkapi gizi seimbang, imunisasi lengkap, tidur cukup, dan aktivitas fisik.

    Apa Benar Herbal Bisa Membantu Meningkatkan Imunitas Anak?

    Sistem imun bekerja dengan mengenali dan melawan kuman yang masuk ke tubuh. Daya tahan ini dipengaruhi banyak faktor, seperti nutrisi, tidur, dan kebersihan, jadi tidak bisa “dikuatkan” oleh satu bahan saja.

    Herbal bukan “obat kebal penyakit”. Bahan ini tidak bisa menjamin anak bebas dari infeksi. Bukti manfaat ekstrak atau suplemen herbal pun masih terbatas dan tidak selalu konsisten.

    Berbagai pendekatan alami tidak boleh dijadikan pengganti langkah utama menjaga kesehatan, termasuk vaksinasi. Herbal tepat diposisikan sebagai pelengkap dari pola makan sehat.

    Jadi, tetap utamakan gizi seimbang, imunisasi lengkap, tidur cukup, dan aktivitas fisik, ya, Ma. Herbal bisa jadi tambahan, bukan andalan utama.

    Herbal yang Umum Digunakan untuk Imunitas Anak

    Bahan herbal telah lama digunakan sebagai bagian dari makanan atau minuman sehari-hari. Namun, pemberiannya tetap harus disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan si Kecil, ya.

    1. Jahe

    Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antioksidan. Meski begitu, ini tidak berarti jahe terbukti sebagai herbal penambah imun anak atau pencegah penyakit.

    Mama bisa memakai jahe untuk anak sebagai bumbu pada sup atau menambahkan irisan tipis ke minuman hangat, lalu menyaringnya sebelum disajikan.

    Mulailah dari rasa yang ringan dan hentikan bila si Kecil mengeluh perut tidak nyaman.

    2. Kunyit

    Kunyit mengandung kurkumin yang dikenal mempunyai aktivitas antioksidan dan antiradang. Namun, bukti bahwa kunyit dapat meningkatkan imunitas anak secara langsung masih belum cukup.

    Sebagian besar penelitian kurkumin masih dilakukan pada orang dewasa, sehingga manfaatnya pada anak butuh penelitian lebih lanjut.

    Mama bisa menambahkan sedikit kunyit ke dalam masakan seperti sup ayam, nasi kuning, atau sayur. 

    3. Temulawak

    Temulawak merupakan herbal tradisional Indonesia yang sejak lama digunakan untuk membantu nafsu makan.

    Bila nafsu makan lebih baik, peluang si Kecil memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi juga ikut terbantu. Dari sinilah temulawak dapat berkaitan secara tidak langsung dengan daya tahan tubuh.

    Supaya tidak terasa pahit, hindari temulawak menjadi minuman. Tambahkan sedikit ke masakan atau memilih produk khusus anak yang aturan pakai dan izin edarnya jelas.

    4. Daun Kelor

    Daun kelor mengandung protein, vitamin, dan mineral. Namun, nilai gizinya bisa berbeda-beda menurut cara tanam, pengolahan, dan penyimpanan.

    Daun kelor bisa jadi bahan utama sayur bening, telur dadar, atau perkedel. Sajikan bersama sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah agar menunya tetap seimbang.

    5. Bawang Putih

    Bawang putih mengandung allicin, senyawa yang punya sifat antimikroba. Namun, herbal ini lebih banyak diteliti pada orang dewasa, jadi manfaatnya untuk imunitas anak masih perlu bukti lebih kuat.

    Cara paling aman adalah menggunakannya sebagai bumbu masakan sehari-hari, seperti tumisan atau sup. Dengan begitu, si Kecil tetap mendapat rasa gurih alami tanpa perlu dosis khusus.

    Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Imun Anak agar Tidak Mudah Sakit

    6. Madu (untuk anak di atas 1 tahun)

    Madu mengandung antioksidan dan secara tradisional dipakai untuk meredakan batuk. Madu bisa diberikan sebagai pemanis alami pada makanan atau minuman hangat si Kecil.

    Hal paling penting yang harus Mama dan Papa ingat, madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian madu pada bayi di bawah 12 bulan dapat menyebabkan botulisme, yakni keracunan makanan yang serius.

    7. Jeruk Nipis atau Lemon

    Jeruk nipis dan lemon sebenarnya bukan herbal murni, tetapi sering dikombinasikan dengan bahan herbal lain. Keduanya kaya vitamin C yang berperan mendukung fungsi sistem imun.

    Mama bisa memeras sedikit lemon ke dalam air hangat atau makanan si Kecil. Karena rasanya asam, berikan dalam jumlah kecil dan encer agar tidak mengganggu lambungnya.

    8. Kayu Manis

    Kayu manis mengandung antioksidan dan memberi rasa manis alami tanpa gula tambahan. Aromanya yang khas membuat makanan terasa lebih menarik untuk si Kecil.

    Gunakan kayu manis sebagai bumbu, misalnya ditaburkan sedikit pada oatmeal atau puding buah. Cukup sejumput saja, ya, Ma, karena rasanya kuat.

    9. Daun Mint

    Daun mint memberi sensasi segar dan secara tradisional dipakai untuk meredakan rasa tidak nyaman di perut. Kandungannya juga bersifat antioksidan.

    Mama bisa menambahkan beberapa lembar daun mint ke dalam air infused atau potongan buah. Pastikan dicuci bersih terlebih dahulu sebelum diberikan.

    10. Lengkuas

    Lengkuas adalah rempah dapur yang masih sekerabat dengan jahe dan kunyit, serta mengandung senyawa antioksidan. Rempah ini umum dipakai dalam masakan tradisional Indonesia.

    Karena teksturnya keras, lengkuas paling cocok dipakai sebagai bumbu masakan yang dihaluskan atau digeprek, bukan diberikan langsung. Ini cara paling aman untuk si Kecil.

    11. Serai

    Serai memiliki aroma lemon yang terutama berasal dari citral. Bahan ini praktis digunakan untuk memberi aroma pada sup atau lauk.

    Ulasan ilmiah tentang serai lebih banyak membahas komposisi dan penggunaan pangan, bukan manfaat klinisnya pada imunitas anak.

    Gunakan batang serai yang dimemarkan sebagai bumbu lalu keluarkan sebelum makanan disajikan. Jangan mengganti bentuk bumbu ini dengan minyak esensial serai untuk diminum, ya, Ma.

    12. Cengkeh

    Cengkeh kaya polifenol dan memiliki komponen aktif seperti eugenol. Namun, sebagian besar data tentang aktivitas antioksidannya berasal dari penelitian laboratorium, bukan uji manfaat imunitas pada anak.

    Jika ingin memakainya, tambahkan sedikit cengkeh utuh untuk memberi aroma pada masakan lalu angkat sebelum disajikan. Hindari minyak cengkeh atau ekstrak pekat untuk diminum anak.

    Selain dari makanan dan herbal, daya tahan tubuh si Kecil juga bisa didukung dengan nutrisi harian yang lengkap. Mama bisa bantu melengkapinya dengan memberikan susu pertumbuhan Nutrilon Royal 3 sebagai satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai “The Formula to Win”. Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Temukan hanya di NutriShop, official store dengan pengalaman belanja terpercaya.

    Background of Nutrilon Royal 3
    Nutrilon Royal 3
    Teruji Klinis dengan kandungan double biotics
    FOS:GOS dan DHA & EPA. Bantu dukung daya
    Tahan tubuh dan Daya Pikir si Kecil
    Pelajari Lebih Lanjut!

    Cara Memberikan Herbal kepada Anak dengan Aman

    Agar herbal untuk daya tahan tubuh anak tetap menjadi bagian dari pola makan yang aman, Mama dan Papa dapat mengikuti langkah berikut.

    • Gunakan sebagai bumbu atau bagian dari makanan, bukan sebagai pengganti makan utama, obat, atau imunisasi.
    • Mulai dari jumlah kecil yang lazim dipakai dalam masakan dan hindari dosis berlebihan atau ekstrak pekat.
    • Sesuaikan bentuk dan teksturnya dengan usia anak; singkirkan potongan keras seperti cengkeh utuh atau batang serai sebelum disajikan.
    • Jika memilih produk jadi, pastikan komposisi, aturan pakai sesuai usia, tanggal kedaluwarsa, dan izin edar BPOM tercantum jelas.
    • Konsultasikan dulu kepada dokter bila anak memiliki alergi, penyakit hati atau ginjal, gangguan perdarahan, kondisi kronis, atau sedang minum obat.

    Setelah mencoba bahan baru, amati reaksi si Kecil. Hentikan pemberian dan cari pertolongan bila muncul ruam menyeluruh, bengkak pada bibir atau wajah, muntah terus-menerus, atau kesulitan bernapas.

    Herbal Apa yang Sebaiknya Tidak Diberikan Sembarangan pada Anak?

    Tidak semua yang berlabel “alami” otomatis aman untuk anak. Berikut beberapa bentuk herbal yang sebaiknya dihindari atau diberikan dengan sangat hati-hati:

    • Suplemen herbal dosis tinggi: bentuk kapsul atau ekstrak pekat bisa mengandung dosis yang tidak sesuai untuk anak.
    • Minyak esensial untuk diminum: minyak esensial tidak untuk ditelan dan bisa berbahaya bila tertelan anak.
    • Produk jamu dengan komposisi tidak jelas: jamu racikan tanpa izin edar BPOM berisiko tercampur bahan yang tidak aman.
    • Herbal dengan klaim berlebihan: waspadai produk yang mengklaim bisa “menyembuhkan” atau “membuat anak kebal penyakit”.

    Menurut NCCIH, bukti manfaat sebagian besar suplemen herbal untuk mencegah infeksi pada anak masih lemah, dan beberapa bahkan pernah dikaitkan dengan efek samping seperti ruam.

    Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya kami di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

    Kebiasaan yang Lebih Efektif untuk Menjaga Imunitas Anak

    Dibanding mengandalkan herbal, langkah-langkah berikut punya bukti lebih kuat dalam menjaga daya tahan tubuh si Kecil.

    • Tidur cukup: tidur yang berkualitas membantu sistem imun bekerja optimal.
    • Gizi seimbang: penuhi karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah setiap hari.
    • Aktivitas fisik: bermain aktif membantu menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.
    • Paparan sinar matahari: membantu tubuh membentuk vitamin D yang berperan dalam imunitas.
    • Imunisasi lengkap: cara paling efektif melindungi si Kecil dari penyakit menular berbahaya.
    • Rajin cuci tangan: kebiasaan sederhana ini memutus penularan banyak kuman.

    Menurut CDC, membiasakan cuci tangan dan mengikuti jadwal imunisasi adalah dua langkah paling efektif mencegah penyakit menular pada anak.

    Mama juga bisa menambah variasi dari daftar makanan yang membantu menjaga imun anak.

    Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

    Herbal dan pola hidup sehat memang membantu, tapi ada kondisi yang tetap memerlukan pemeriksaan dokter. Segera konsultasikan bila si Kecil mengalami kondisi di bawah ini.

    • Demam tinggi yang berkepanjangan.
    • Infeksi yang berulang dalam waktu berdekatan.
    • Berat badan sulit naik atau justru turun.
    • Nafsu makan menurun dalam waktu lama.
    • Terlihat lemas berkepanjangan.

    Kondisi seperti ini bisa jadi tanda ada masalah kesehatan yang perlu penanganan lebih lanjut, jadi jangan ditunda, ya, Ma.

    Baca Juga: Demam pada Anak: Penyebab dan Kapan Harus Waspada

    Itulah berbagai herbal untuk imunitas anak beserta cara aman memberikannya. Ingat, herbal berperan mendukung, bukan menggantikan gizi seimbang, imunisasi, dan pola hidup sehat.

    Sistem imun yang kuat membantu si Kecil tetap aktif belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari. Jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi expert-verified seputar daya tahan tubuh anak dan cara mendukung kesehatannya secara optimal. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Foods and drinks to avoid or limit. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/foods-and-drinks-to-avoid-or-limit.html
    2. Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Botulism prevention. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/botulism/prevention/index.html
    3. National Center for Complementary and Integrative Health. (2023). Colds, flu, and complementary health approaches: Usefulness and safety. National Institutes of Health. https://www.nccih.nih.gov/health/colds-flu-and-complementary-health-approaches
    4. National Center for Complementary and Integrative Health. (2023). 5 tips: Natural products for the flu and colds – What does the science say? National Institutes of Health. https://www.nccih.nih.gov/health/tips/tips-natural-products-for-the-flu-and-colds-what-does-the-science-say
    5. American Academy of Pediatrics. (2026, April 17). Nutritional supplements, vitamins & boosting your child’s immunity. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Do-Kids-Really-Need-Vitamins-or-Supplements-to-Stay-Healthy-and-Boost-Immunity.aspx
    6. Ayustaningwarno, F., Anjani, G., Ayu, A. M., & Fogliano, V. (2024). A critical review of ginger’s antioxidant, anti-inflammatory, and immunomodulatory activities. Frontiers in Nutrition, 11, 1364836. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1364836
    7. Centers for Disease Control and Prevention. (2025, August 18). Hygiene and respiratory viruses prevention. https://www.cdc.gov/respiratory-viruses/prevention/hygiene.html
    8. Centers for Disease Control and Prevention. (2026, April 14). Foods and drinks to avoid or limit. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/foods-and-drinks-to-avoid-or-limit.html
    9. Grosshagauer, S., Pirkwieser, P., Kraemer, K., & Somoza, V. (2021). The future of Moringa foods: A food chemistry perspective. Frontiers in Nutrition, 8, 751076. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.751076
    10. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2018, April 27). Mengenal penyakit imunodefisiensi primer. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-penyakit-imunodefisiensi-primer
    11. Majewska, E., Kozłowska, M., Gruczyńska-Sękowska, E., Kowalska, D., & Tarnowska, K. (2019). Lemongrass essential oil: Extraction, composition, bioactivity and uses for food preservation—A review. Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, 69(4), 327–341. https://doi.org/10.31883/pjfns/113152
    12. National Center for Complementary and Integrative Health. (2025). Cinnamon. https://www.nccih.nih.gov/health/cinnamon
    13. National Center for Complementary and Integrative Health. (2025). Garlic. https://www.nccih.nih.gov/health/garlic
    14. National Center for Complementary and Integrative Health. (2025). Ginger. https://www.nccih.nih.gov/health/ginger
    15. National Center for Complementary and Integrative Health. (2025). Turmeric. https://www.nccih.nih.gov/health/turmeric
    16. Rahmat, E., Lee, J., & Kang, Y. (2021). Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, phytochemistry, biotechnology, and pharmacological activities. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021, 9960813. https://doi.org/10.1155/2021/9960813
    17. Verma, T., Aggarwal, A., Dey, P., Chauhan, A. K., Rashid, S., Chen, K.-T., & Sharma, R. (2023). Medicinal and therapeutic properties of garlic, garlic essential oil, and garlic-based snack food: An updated review. Frontiers in Nutrition, 10, 1120377. https://doi.org/10.3389/fnut.2023.1120377
    18. Wilczyńska, A., & Żak, N. (2024). Polyphenols as the main compounds influencing the antioxidant effect of honey—A review. International Journal of Molecular Sciences, 25(19), 10606. https://doi.org/10.3390/ijms251910606
    19. World Health Organization. (2025, October 22). Vaccines and immunization: What is vaccination? https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/vaccines-and-immunization-what-is-vaccination
    20. Xue, Q., Xiang, Z., Wang, S., Cong, Z., Gao, P., & Liu, X. (2022). Recent advances in nutritional composition, phytochemistry, bioactive, and potential applications of Syzygium aromaticum L. Frontiers in Nutrition, 9, 1002147. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.1002147
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Hadiah Eksklusif

    Hadiah Eksklusif

    Beragam hadiah eksklusif untuk dukung si Kecil jadi juara, siap Mama dapatkan!

    Icon Winning Parenting Content

    Winning Parenting Content

    Ratusan artikel dan konten tumbuh kembang untuk dukung si Kecil jadi juara

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Icon Belanja di Nutrishop

    Belanja di Nutrishop

    Nikmati kemudahan belanja Nutrilon Royal di website NutriShop dengan layanan tepercaya dan benefit eksklusif untuk Mama

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun