Tips menyusui untuk ibu bekerja perlu dipersiapkan menjelang cuti melahirkan usai. Persiapan terasa menakutkan atau mengkhawatirkan. Namun, dukungan orang-orang sekitar bisa memperlancar persiapan Mama.
Tantangan Kembali Bekerja Sambil Menyusui
Saat Mama kembali bekerja, waktu menyusui langsung (direct breastfeeding) bisa jadi berkurang. Maka itu, Mama bisa mulai rutin memerah ASI dan menyimpan stoknya di rumah agar kebutuhan si Kecil tetap terjaga. Namun, kondisi ini tentu menantang. Tak semua tempat kerja punya ruang laktasi atau jam kerja fleksibel untuk memerah ASI. Akibatnya, ibu lelah fisik dan mental dari memerah ASI dan bekerja. Berpisah dengan anak bisa mengurangi stimulasi produksi ASI. Terlebih, stres dengan beban kerja dan punya hubungan buruk dengan rekan kerja pun bisa meningkatkan hormon stres yang dapat menurunkan produksi ASI. Tantangan lainnya, yaitu ada kekhawatiran bila si Kecil menolak minum ASI perah karena terbiasa menyusu langsung.
Apakah Bisa Menyusui Sambil Bekerja?
Dengan dukungan teknologi dan dukungan orang-orang sekitar, Mama tetap bisa menyusui sambil bekerja, bahkan tetap ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Mama perlu adaptasi dan persiapan sebelum cuti melahirkan berakhir dan kembali bekerja, seperti mempersiapkan stok dan peralatan ASI perah hingga membuat jadwal memerah ASI. Memang, persiapan menyusui saat bekerja merupakan momok yang melelahkan dan mengkhawatirkan. Namun, Mama tetap bisa meminta bantuan kepada orang-orang terpercaya agar prosesnya tetap lancar.
Persiapan Ibu Menyusui Sebelum Kembali Bekerja
Tips menyusui untuk ibu bekerja mencakup persiapan sejak sebelum kembali bekerja. Persiapan ibu menyusui kembali bekerja pun meliputi aspek fisik dan mental. Apa sajakah itu?
1. Persiapan Fisik
Sebelum menyusui sambil bekerja, pastikan Mama memahami pola dan gaya menyusu si Kecil. Dengan begitu, Mama paham kapan harus memerah dan menyimpan ASIP agar tetap segar. Pola menyusu bayi terdiri dari:
- Barakuda: Menyusu kuat selama 10–20 menit.
- Excited ineffectiveness: Bayi yang tidak sabar menanti ASI keluar dari puting.
- Procrastinator: Bayi hanya mau menyusu bila ASI sudah keluar dari puting.
- Gourmets: Mencicip ASI terlebih dulu sebelum melekat, tidak mau menyusu cepat-cepat.
- Resters: Menyusu beberapa menit, lalu istirahat beberapa menit. Menyusu perlu waktu panjang.
Tips menyusui untuk ibu bekerja selanjutnya, yaitu menabung stok ASI sejak 1 bulan sebelum kerja, lalu simpan di freezer.
Pastikan Mama tetap memenuhi kebutuhan gizi dan cairan agar produksi dan kualitas ASI tetap terjaga.
Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu
2. Persiapan Mental
Saat berpisah dengan si Kecil, Mama tentu akan merindukan si Kecil. Mama perlu menyadari bila memang berat berpisah dengan si Kecil.
Untuk itu, persiapan ibu menyusui kembali bekerja dilakukan dengan meluangkan waktu berkualitas dengan si Kecil selama cuti melahirkan.
Jangan lupa, mintalah dukungan dari Papa dan orang-orang terdekat. Dengan begitu, Mama tidak merasa sendiri saat merasa berat berpisah dengan si Kecil.
Persiapan Teknis yang Perlu Dipikirkan
Setelah mempersiapkan fisik dan mental, tips menyusui untuk ibu bekerja berikutnya adalah mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk menyusui jarak jauh. Apa sajakah itu?
-
- Pompa ASI.
- Kantong ASI.
- Cooler bag ASI beserta es kering.
- Baju atasan dan bawahan, pilih atasan yang longgar atau berkancing dan apron menyusui.
- Alat-alat sanitasi untuk pompa ASI.
- Bra menyusui.
- Spidol permanen untuk menulis waktu dan tanggal memompa ASI.
Tips Menyusui di Minggu Pertama Kembali Bekerja
Hari-hari awal bekerja merupakan waktu adaptasi. Prosesnya mungkin melelahkan dan membingungkan untuk Mama. Berikut tips menyusui untuk ibu bekerja di minggu pertama.
- Sempatkan menyusui bayi secara langsung sebelum berangkat kerja.
- Pompalah ASI di kantor sesering bayi menyusu saat di rumah.
- Jika pekerjaan tak menentu, ambil jeda 10-15 menit untuk pompa ASI.
- Buat suasana rileks saat memompa ASI, lihat foto/video bayi, dengarkan musik yang menenangkan, atau bawa pakaian bayi untuk melepas rindu.
- Cari tempat yang tepat untuk membersihkan dan menyimpan perlengkapan pompa ASI.
Jika ASI Terasa Menurun Saat Bekerja
Sudah menjalani tips menyusui untuk ibu bekerja, tapi ASI berkurang? Bisa jadi, Mama sedang stres dan kelelahan bekerja sekaligus menyusui. Rasa lelah ini wajar terjadi, mengingat Mama menjalankan dua peran sekaligus, yaitu pekerja dan ibu menyusui. Mama perlu ingat, ASI sedikit bukan berarti produksi berhenti total. Tubuh pun perlu adaptasi dengan cara menyusui yang baru. Produksi ASI akan kembali normal secara bertahap sehingga Mama tidak perlu menyalahkan dan memaksa diri saat memompa ASI. Baca juga: Mengenal Penyebab Baby Blues Syndrome dan Cara Mengatasinya
Menyusui Setelah Jam Kerja Tetap Penting
Setelah sampai rumah, tetap jadwalkan menyusui bayi secara langsung. Rutinitas ini penting untuk menjaga kedekatan Mama dengan si Kecil. Menyusui langsung pun membantu memberi rangsangan ke tubuh sehingga membantu menstabilkan produksi ASI. Dengan begitu, kebutuhan ASI si Kecil tetap terjaga.
Kapan Ibu Perlu Bantuan Profesional?
Setelah menjalani tips menyusui untuk ibu bekerja, beberapa keluhan mungkin tetap muncul. Namun, segera temui dokter dan/atau konselor laktasi bila mengalami tanda-tanda berikut.
- Nyeri payudara berulang dan tak tertahankan disertai merah dan bengkak.
- Produksi ASI berkurang drastis.
- Demam dengan suhu 38 derajat Celsius ke atas.
- Sensasi terbakar saat menyusui.
- Emosi tak terkendali selama lebih dari 2 minggu.
Tips menyusui untuk bekerja dilakukan setidaknya 1 bulan sebelum masa cuti melahirkan usai. Memang, persiapan ibu menyusui kembali bekerja tidak mudah.
Dukungan orang-orang sekitar berperan penting terhadap proses menyusui.
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
