Meski manfaat daun katuk untuk ibu menyusui sudah dipercaya banyak orang, Mama harus pahami dulu bagaimana ASI diproduksi dan kaitannya dengan daun katuk. Ini penjelasannya.
Kenapa Banyak Ibu Menyusui Mengandalkan Daun Katuk?
Setelah melahirkan, banyak ibu yang mencemaskan kurangnya ASI untuk menyusui si Kecil. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Kecemasan dan stres sebagai orangtua baru, pemulihan badan setelah melahirkan, kurang tidur, dan kurang asupan makan dan minum memang bisa membuat produksi ASI menurun.
Maka, mengonsumsi daun katuk diyakini jadi solusi cepat menambah produksi ASI. Ya, hal ini sudah jadi tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi di Indonesia.
Daun Katuk Bukan “Pelancar ASI Instan”
Suplai dan keluarnya ASI dipengaruhi oleh produksi hormon prolaktin dan oksitosin serta seberapa sering bayi menyusui.
Faktor lain seperti tingkat stres Mama dan asupan nutrisi bisa memengaruhi keseimbangan hormon, tapi tidak memengaruhi produksi ASI secara langsung.
Maka, daun katuk berperan hanya sebagai pendukung nutrisi ibu menyusui, bukan pengganti proses alami produksi ASI. Inilah mengapa daun katuk tak bisa disebut pelancar ASI instan.
Mama tetap harus menjaga gaya hidup sehat dan pola makan bergizi selama menyusui demi menjaga kualitas dan suplai ASI.
Baca Juga: Agar ASI Berkualitas dan Banyak, Cek 7 Cara Mudah Berikut Ini!
Kandungan Nutrisi Daun Katuk yang Mendukung Ibu Menyusui
Meski tidak berkontribusi secara langsung dalam produksi ASI, tetap ada banyak manfaat daun katuk untuk ibu menyusui yang sayang dilewatkan. Ini karena daun katuk mengandung:
- Protein nabati yang bantu pemulihan tubuh Mama usai melahirkan, tingkatkan produksi ASI, dan penuhi asupan nutrisi dalam ASI.
- Kalsium untuk tulang yang tetap kuat dan sehat meskipun kandungan kalsium tubuh ibu menyusui banyak dipakai untuk ASI yang diminum si Kecil.
- Vitamin A, C, dan E sebagai antioksidan yang melindungi bayi dari berbagai jenis penyakit.
- Bahan kimia aktif papaverin, flavonoid, dan fitosterol untuk bantu produksi hormon prolaktin dan oksitosin, mengurangi peradangan, serta mengembalikan bentuk rahim.
- Zat besi yang melindungi ibu menyusui dari anemia sekaligus menguatkan sistem imun.
Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui
Karena kandungan gizinya yang cukup lengkap, Mama bisa mendapatkan empat manfaat daun katuk untuk ibu menyusui berikut ini:
1. Mendukung Produksi ASI secara Alami
Kandungan bahan kimia aktif serta protein dalam daun katuk bisa membantu tingkatkan produksi ASI secara alami. Namun, khasiat ini tidak instan, ya.
Mama harus mengonsumsi daun katuk secara rutin dan tetap menghindari faktor risiko penyebab ASI berkurang seperti stres atau kurang minum air.
Baca Juga: Vitamin untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dipenuhi
2. Membantu Menambah Stamina Ibu Menyusui
Nutrisi dari daun katuk seperti zat besi, protein, dan vitamin C bisa bantu pemulihan pasca melahirkan sekaligus menjaga stamina Mama.
Dengan begitu, badan Mama jadi lebih bugar dan siap untuk sering-sering menyusui si Kecil.
3. Menjaga Kualitas ASI
Meski bukan jadi satu-satunya faktor penentu, pola makan dan asupan gizi Mama tetap berpengaruh terhadap kandungan dan kualitas ASI.
Jadi, mengonsumsi daun katuk yang kaya akan nutrisi bisa membantu memenuhi asupan gizi Mama demi kualitas ASI yang lebih optimal.
4. Melancarkan Pencernaan
Manfaat daun katuk untuk ibu menyusui yang tak kalah penting adalah bantu melancarkan pencernaan Mama berkat kandungan serat yang tinggi.
Dengan pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi ibu hamil pun jadi lebih maksimal.
Kenapa Efek Daun Katuk Bisa Berbeda pada Setiap Ibu?
Ada yang sangat terbantu dengan manfaat daun katuk untuk ibu menyusui, sementara ada juga yang sudah banyak mengonsumsi daun katuk tapi ASI-nya belum lancar. Ini wajar.
Selain karena kondisi tubuh tiap ibu menyusui itu berbeda, ASI sendiri lebih banyak dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
- Pola menyusui, misalnya bayi sering menyusu atau tidak.
- Asupan nutrisi keseluruhan, di samping konsumsi daun katuk.
- Kondisi dan keseimbangan hormon.
- Tingkat stres ibu menyusui dan apakah istirahatnya cukup.
Sekali lagi, daun katuk bukan satu-satunya faktor penentu kelancaran ASI. Maka, bila Mama sudah makan daun katuk tapi ASI masih bermasalah, mungkin ada isu lainnya yang perlu jadi perhatian.
Baca Juga: 10 Penyebab ASI Berkurang, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya
Cara Konsumsi Daun Katuk yang Lebih Aman & Efektif
Saat ini sudah banyak bentuk daun katuk yang tersedia di pasaran seperti ekstrak daun katuk (kapsul/pil), rebusan daun katuk, sayur daun katuk, dan lainnya.
Agar Mama bisa meraup manfaat daun katuk untuk ibu menyusui secara optimal, simak berbagai tips berikut ini.
- Utamakan sumber makanan alami yang minim diproses, yaitu daun katuk segar.
- Pastikan masakan daun katuk (rebusan atau sayur) sudah diolah sampai benar-benar matang.
- Tetap penuhi semua kebutuhan gizi secara seimbang, misalnya makan daun katuk dengan protein sehat dan minum air yang cukup.
- Cek sertifikasi suplemen daun katuk dan pilih hanya yang sudah mengantongi izin edar.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Konsumsi Daun Katuk
Meski banyak manfaat daun katuk untuk ibu menyusui, jangan sembarangan mengonsumsinya. Kebanyakan konsumsi daun katuk bisa memicu gangguan pernapasan, sembelit, pusing, dan insomnia.
Jadi, konsumsi daun katuk secukupnya saja, jangan berlebihan atau terlalu sering. Cek reaksi tubuh Mama setelah mengonsumsi daun katuk. Kalau ada reaksi negatif, segera ke dokter.
Mama juga sebaiknya selalu konsultasikan dulu ke dokter dan ahli gizi sebelum mengonsumsi daun katuk saat menyusui si Kecil.
Apakah Semua Ibu Menyusui Perlu Konsumsi Daun Katuk?
Tidak, mengonsumsi daun katuk itu tidak wajib. Bagi kebanyakan ibu menyusui, ASI tetap bisa diproduksi dengan optimal tanpa daun katuk, selama nutrisi Mama tercukupi dan Mama sering menyusui si Kecil.
Namun, dalam porsi yang pas, daun katuk memang bisa membantu ibu menyusui mencukupi kebutuhan nutrisi harian yang penting untuk menjaga kesehatan Mama serta memproduksi ASI.
Nah, itulah penjelasan lengkap seputar manfaat daun katuk untuk ibu menyusui dan cara konsumsinya yang aman.
Mama masih perlu pandangan dari ahli di tengah kesibukan? Yuk, diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor: tim ahli tepercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak.
Para ahli hadir 24 jam tiap hari untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji!
