Tekstur MPASI 7 bulan tentu sudah lebih kasar daripada bulan-bulan sebelumnya. Naik tekstur penting untuk tumbuh kembangnya. Namun tak jarang, fase ini justru membuat orang tua khawatir.
Mengapa Tekstur MPASI 7 Bulan Sering Membuat Orang Tua Khawatir?
Transisi tekstur MPASI merupakan fase yang paling membuat Mama Papa deg-degan, ya? Satu bulan sejak makanan pertamanya, ia perlu MPASI yang lebih padat.
Mama Papa jadi takut bayi tersedak, gumoh, hingga GTM. Perasaan bingung dan khawatir ini wajar karena ada fase baru yang belum familiar bagi si Kecil atau Mama Papa sendiri.
Tekstur MPASI 7 Bulan yang Dianjurkan IDAI
Tekstur MPASI 7 bulan adalah bubur kental (puree) dan makanan yang dihaluskan (mashed), teksturnya tidak terlalu encer dan tidak menggumpal.
Pada awal usia 7 bulan, berikan tekstur berupa bubur kental, lalu tingkatkan tekstur menjadi makanan yang dilumat secara halus. Di akhir usia 7 bulan, berikan makanan yang disaring kasar.
Untuk mengetahui kekentalan MPASI, coba ambil bubur dengan garpu. Bila bubur langsung jatuh dan mengalir dari sela-sela garpu, bubur masih terlalu encer.
Apakah Bayi 7 Bulan Sudah Boleh Finger Food?
IDAI menyarankan finger food bagi bayi usia 9–12 bulan. Jadi, tunda dulu pemberian finger food pada bayi 7 bulan.
Pemberian tekstur makanan yang terlalu padat membuat si Kecil kesulitan mengunyah dan menelan karena ia masih perlu waktu untuk meningkatkan pengolahan makanan di mulut.
Anak bisa merasa frustrasi saat mendapatkan finger food sebelum usia 9 bulan sehingga ia akan trauma dan menolak finger food. Makanan terlalu padat sebelum waktunya juga bisa picu tersedak.
Baca Juga: Baby Led Weaning, Benarkah Lebih Baik untuk Belajar Makan?
Tanda Bayi 7 Bulan Siap Naik Tekstur MPASI
Segera naikkan tekstur MPASI bila bayi 7 bulan menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Bisa memindahkan makanan dari satu sisi mulut ke sisi lainnya.
- Gigi depan mulai tumbuh.
- Bisa menelan makanan yang lebih kental.
- Bisa menggunakan jari telunjuk dan jempol.
- Bisa duduk sendiri tanpa bantuan.
- Menunjuk dan mencoba meraih makanan saat lapar.
Ingat, tanda-tanda di atas tidak langsung muncul secara bersamaan. Jadi, tidak masalah bila muncul satu per satu. Tidak ada patokan mana tanda yang harus muncul terlebih dulu.
Cara Memperkenalkan Tekstur MPASI 7 Bulan Tanpa Drama
Setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang dengan mudah menerima tekstur makanan baru, ada pula yang tidak. Berikut cara memperkenalkan tekstur MPASI secara bertahap:
1. Perhatikan Kesiapan Bayi
Sebelum memperkenalkan tekstur makanan yang baru, perhatikan tanda-tanda kesiapan bayi untuk naik ke tekstur tersebut.
Jika terlalu buru-buru, si Kecil akan trauma dan berisiko GTM. Ia juga rentan tersedak karena kemampuan mengunyahnya belum optimal.
2. Mulai dengan Porsi Kecil
Porsi makan MPASI yang disarankan adalah sekitar 3 sdm untuk 2–3 kali per hari. Namun, mulailah beri tekstur MPASI baru dari porsi kecil agar si Kecil terbiasa.
Misalnya, coba beri 1 sendok teh makanan bertekstur baru di antara menu MPASI biasanya. Jika ia suka, porsinya bisa ditingkatkan menjadi 2–3 sdt.
3. Buat dari Makanan yang Disukai Bayi
Sajikanlah tekstur MPASI 7 bulan dengan makanan yang disukai si Kecil.
Jika ia suka kentang dan telur, buatlah menu MPASI dari bahan-bahan tersebut dan sesuaikan dengan tekstur yang baru. Jangan disaring lagi agar konsistensinya lebih kental.
Jika terlalu cair, Mama bisa tambahkan unsalted butter atau yoghurt yang tinggi probiotik. Jika terlalu kental, cairkan dengan ASI agar sesuai tekstur untuk mencegah risiko tersedak.
Dapatkan inspirasi menu MPASI kaya nutrisi untuk bantu meningkatkan imunitas si Kecil di E-book Kreasi MPASI untuk Imunitas si Kecil! Koleksi inspirasi menunya variatif, jadi si Kecil tidak cepat bosan.
Baca Juga: Panduan Menu MPASI 7 Bulan dan Jadwalnya
4. Hindari Memaksa untuk Makan
Memperkenalkan tekstur MPASI bayi 7 bulan diperlukan sekitar 10 kali percobaan atau bahkan lebih agar bayi benar-benar terbiasa dengan tekstur makanannya.
Maka dari itu, penting untuk tidak memaksa bayi menghabiskan makanannya, karena bayi memiliki naluri alami untuk tahu seberapa banyak makanan yang dibutuhkan oleh tubuhnya.
Menolak makanan juga bukan berarti bayi tidak menyukainya, bisa jadi bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan rasa dan tekstur baru.
5. Berikan MPASI Sesuai Jadwal Teratur
Mengenalkan tekstur MPASI bisa menjadi suatu hal yang sulit, jangan lupa untuk tetap mengikuti jadwal makan secara konsisten.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, MPASI merupakan sebuah proses belajar makan si Kecil, termasuk membantunya memahami rasa lapar dan kenyang.
Pemberian makan pada bayi dianggap berhasil ketika Mama memberikan makan saat si Kecil merasa lapar. Jadi, itulah kenapa penting untuk mengikuti jadwal MPASI yang teratur.
6. Makan Bersama-Sama
Perkenalkan tekstur MPASI 7 bulan dengan ajak makan bersama-sama di meja makan sehingga bayi bisa melihat dan mencontoh cara yang benar dalam makan.
Saat makan bersama, ajak si Kecil berbicara tentang makanan yang sudah disiapkan, dan biarkan bayi melihat Mama dan Papa makan.
Coba bilang, “Ini Mama masak bubur udang telur puyuh buat kamu, Nak. Menunya sama seperti Mama dan Papa, lho. Kita makan sama-sama, ya.”
7. Tetaplah Sabar dan Konsisten
Tentunya akan ada momen bayi tidak mau makan makanan yang berikan. Hal tersebut wajar karena bayi perlu beradaptasi dengan konsistensi makanan yang lebih kasar.
Jika ia menolak, bersabarlah dan coba lagi pada beberapa hari berikutnya. IDAI menyatakan bahwa idealnya bayi perlu 10–15 kali untuk bayi merasakan, mencicipi, dan akhirnya menerima tekstur makanan yang baru.
Setelah bayi terbiasa dengan tekstur yang lebih padat, bisa tingkatkan jumlah makanan yang diberikan secara perlahan sesuai dengan kebutuhan dan respons bayi.
Baca Juga: 15 Resep MPASI Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak yang Lezat dan Bergizi
Jika Bayi Menolak atau Gumoh, Apakah Teksturnya Salah?
Bayi menolak MPASI dan gumoh bukan berarti salah tekstur. Ia hanya belum familiar dengan tekstur baru sehingga mengeluarkan MPASI dari mulut. Gumoh juga bukan berarti si Kecil tersedak.
Berbeda dengan gumoh, tersedak membuat makanan tersangkut dan sulit keluar dari mulut dan harus segera diatasi. Tanda-tanda bayi yang tersedak, yaitu:
- Kesulitan menangis atau mengeluarkan suara.
- Batuk dengan suara yang lemah.
- Muncul suara nyaring saat bayi menarik napas.
- Kulit bayi kebiruan.
- Tak sadarkan diri saat makanan masih menyumbat jalan napas.
Tinjau lagi tekstur MPASI 7 bulan bila si Kecil gumoh hampir setiap makan dan menolak MPASI meskipun ada makanan favoritnya.
Segera ke dokter jika:
- Berat badan tidak naik atau bahkan turun.
- Lebih rewel daripada biasanya.
- Jarang berganti popok.
- Gumoh dengan tekanan dari perut.
- Gumoh berwarna kuning, hijau, berdarah, atau terlihat seperti bubuk kopi.
Baca Juga: 17 Cemilan Bayi 7 Bulan Homemade Bergizi dan Mudah Dibuat
Kunci Sukses Transisi Tekstur MPASI 7 Bulan
Perkenalkan tekstur MPASI yang baru dengan sabar. Ingat, setidaknya perlu mencoba tekstur baru 10–15 kali. Ia pun tidak bisa dipaksa karena bisa membuatnya trauma dan mogok makan.
Selalu perhatikan tanda lapar dan kenyang pada bayi agar nafsu makannya terjaga. Hindari memberi makan sambil mengalihkan perhatian. Ini bisa membuat bayi jadi kurang menikmati makanannya.
Ingat, MPASI merupakan pelajaran mengolah makanan di mulut, mengenali sensasi lapar dan kenyang, hingga memahami rasa dan tekstur. Proses ini perlu waktu dan konsistensi.
Pengenalan MPASI pertama bukan sekadar soal menu, tapi soal tepat tekstur, porsi, jadwal, dan respons bayi. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang dan dapatkan akses panduan MPASI berbasis ahli, inspirasi menu sesuai usia, serta dukungan nutrisi yang telah expert-verified untuk membantu Mama menjalani fase MPASI dengan lebih percaya diri.
Setelah tahu bagaimana cara membuat dan mengenalkan tekstur MPASI bayi 7 bulan, tidak ada salahnya mulai membekali diri dengan pengetahuan soal panduan MPASI 8 bulan, kan?
