Loading...
    Banner Artikel 15 Makanan Tinggi Kalsium untuk Bayi agar Tulang dan Giginya Kuat
    Nutrisi

    15 Makanan Tinggi Kalsium untuk Bayi agar Tulang dan Giginya Kuat

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 08 Mei 2025

    Diperbarui: 25 Juni 2026


    • Mengapa Kalsium Penting untuk Bayi?
    • Makanan yang Mengandung Kalsium untuk Bayi
    • Tanda Bayi Kekurangan Kalsium
    • Cara Mengoptimalkan Penyerapan Kalsium pada Bayi
    • Contoh menu MPASI Tinggi Kalsium untuk Bayi
    • Kapan bayi membutuhkan konsultasi dokter?

    Makanan yang mengandung kalsium untuk bayi seperti keju, yogurt, dan ikan sarden sangat dianjurkan selama masa MPASI. Kandungan kalsium dapat membantu pertumbuhan tulang, gigi, otot, serta fungsi jantung.

    Mengapa Kalsium Penting untuk Bayi?

    Kalsium merupakan mineral penting yang dibutuhkan bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya sejak dini. Apa saja manfaatnya?

    1. Membantu Pertumbuhan Tulang dan Gigi

    Faktanya, 99% kalsium dalam tubuh tersimpan dalam tulang dan gigi. Untuk itu, penting sekali bagi Mama memastikan asupan kalsium untuk si Kecil.

    Kekurangan kalsium sejak kecil bisa meningkatkan risiko rakitis atau kelainan pertumbuhan tulang pada anak. Salah satu gejalanya adalah kaki yang berbentuk O atau X.

    Kalsium juga bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang.

    2. Mendukung Kerja Otot dan Saraf

    Tak hanya untuk kesehatan tulang dan gigi, kalsium juga penting untuk kemampuan kontraksi otot bayi, pembekuan darah, serta pengantaran sinyal saraf ke otak.

    Kekurangan kalsium dapat mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan otot berkontraksi secara berlebihan.

    3. Membantu Fungsi Jantung

    Makanan yang mengandung kalsium untuk bayi juga sangat penting bagi kesehatan jantung. Fungsinya untuk membantu mengoordinasikan pemompaan darah agar detak jantungnya selalu normal.

    Fungsi jantung yang optimal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bayi dan menjaga kerja organ tubuh tetap baik.

    Baca Juga: Tekstur MPASI 7 bulan dan Cara Mengenalkannya

    Berapa Kebutuhan Kalsium Bayi per Hari?

    Kebutuhan kalsium bayi per hari tergantung dari usianya. Berikut kebutuhan yang direkomendasikan dari Kemenkes RI:

    Usia Bayi

    Kebutuhan Kalsium

    0–6 Bulan

    200 mg

    7–12 Bulan

    260 mg

    1-3 Tahun

    700 mg

    Ingin memastikan asupan nutrisi si Kecil selalu tepat di setiap fase? Daftar sebagai member Nutriclub dan dapatkan akses ke panduan nutrisi lengkap serta konten khusus untuk Mama. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Makanan yang Mengandung Kalsium untuk Bayi

    Berikut adalah beberapa makanan yang banyak mengandung kalsium untuk bayi dan mudah diolah ke berbagai jenis menu MPASI.

    1. ASI

    ASI merupakan sumber kalsium utama pada bayi di bawah 6 bulan karena saluran cerna bayi di usia ini belum sepenuhnya siap mencerna makanan.

    Kolostrum atau ASI pertama yang keluar pada 1–5 hari setelah lahir mengandung sekitar 250 mg kalsium per liter. Setelah itu, kandungan kalsium ASI berkisar 200–250 mg per liter.

    Untuk MPASI, ASI tetap bisa diberikan langsung atau dicampurkan ke puree, bubur, atau sereal bayi agar tekstur makanan lembut dan tetap mudah dikonsumsi si Kecil.

    2. Yogurt Plain

    Yogurt dikenal mengandung banyak kalsium. Untuk yogurt plain tanpa tambahan gula atau perasa, kandungan kalsiumnya mencapai 206 mg per 170 gram.

    Yogurt plain bisa jadi menu MPASI kalsium tinggi karena aman dikonsumsi bayi di atas 6 bulan. Selain dimakan langsung, Mama bisa coba campurkan dengan puree buah.

    3. Keju

    Keju dikenal sebagai makanan sumber kalsium bayi karena kandungan kalsiumnya mencapai 770 mg per 100 gram, lho!

    Di usia 8–10 bulan, si Kecil biasanya sudah bisa konsumsi keju yang dipotong kecil atau diparut. Cara lainnya adalah dilelehkan dan dicampur dengan sayuran.

    Jangan lupa untuk cari keju yang diolah dengan metode pasteurisasi dan keju tanpa garam agar aman bagi pencernaan bayi.

    4. Ikan Sarden

    Ikan sarden segar mengandung 95 mg kalsium dalam setiap 100 gramnya. Ikan sarden juga termasuk ikan yang rendah kandungan merkurinya.

    Selain tinggi kalsium, ikan sarden bagus untuk bayi yang memulai MPASI karena kaya akan omega-3 dan vitamin D untuk bayi.

    Pastikan untuk memilih ikan yang segar dan masak dalam pressure cooker selama 5–20 menit agar tulangnya lunak dan mudah hancur untuk menu MPASI.

    5. Salmon

    Selain ikan sarden, ikan salmon juga bisa jadi opsi makanan penguat tulang bayi karena kandungan kalsiumnya sebanyak 26 mg per 100 gram.

    Ikan salmon bisa mulai dikenalkan ke bayi di atas usia 6 bulan untuk menu MPASI. Jangan lupa pisahkan tulang dan kulitnya agar aman dicerna bayi.

    Untuk tekstur yang lembut, ikan salmon bisa dimasak hingga matang lalu dihancurkan dan dicampur dengan bubur.

    Baca Juga: 15 Jenis Ikan untuk MPASI yang tinggi Omega-3 dan DHA

    6. Brokoli

    Dalam setiap 100 gram brokoli yang sudah matang mengandung 112 mg kalsium, lho! 

    Brokoli aman dikonsumsi bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah mulai MPASI. Jangan lupa untuk direbus atau dikukus hingga empuk agar mudah dicerna si Kecil.

    Mama bisa memblender brokoli lalu campurkan ke bubur untuk tekstur yang lembut. Bisa juga dicacah dan dikukus dengan keju untuk kombinasi menu yang makin kaya kalsium.

    7. Bayam

    Setiap 100 gramnya, bayam rebus mengandung 150 mg kalsium. Bayi di usia 6 bulan ke atas bisa mulai mencoba bayam untuk menu MPASI. 

    Selain direbus, bayam juga bisa dicacah lalu dimasak bersama telur dan diorak-arik. Menu ini tentu menyehatkan dan memberikan tekstur yang berbeda.

    8. Kale

    Meski tidak sepopuler brokoli dan bayam, kale ternyata juga merupakan makanan yang mengandung kalsium untuk bayi. Setiap 80 gram kale rebus mengandung sekitar 200 mg kalsium, lho!

    Kale bisa dikonsumsi bayi usia 6 bulan ke atas yang memulai MPASI. Mama bisa coba blender kale bersama dengan ubi manis untuk tekstur yang lembut dan rasa yang nikmat bagi si Kecil.

    9. Tahu

    Untuk protein nabati, tahu mengandung kalsium yang tinggi. Setiap 100 gramnya mengandung sekitar 223 mg hingga 300 mg kalsium.

    Karena teksturnya yang lembut, beberapa jenis tahu seperti tahu sutra bisa mulai dikenalkan dari bayi usia 6 bulan saat mulai MPASI.

    Mama juga bisa masak tahu yang sudah dilumatkan bersama daging cincang untuk si Kecil yang usianya 8 bulan ke atas.

    10. Tempe

    Tempe juga merupakan protein tinggi kalsium karena mengandung kedelai yang bagus untuk kesehatan. Terdapat sekitar 155 mg kalsium di setiap 100 gram tempe mentah.

    Bayi mulai usia 6 bulan bisa mengonsumsi tempe yang sudah dilumatkan agar aman bagi pencernaan.

    Selain itu, tempe juga bisa diblender bersama daging sapi atau ayam cincang dan disajikan sebagai bubur untuk si Kecil.

    11. Telur

    Telur ayam merupakan bahan masakan yang serbaguna dan tinggi kalsium, lho! Setiap 100 gram atau 2 butir telur ayam bisa mengandung sekitar 86 mg kalsium.

    Bayi bisa mengonsumsinya sejak 6 bulan. Pastikan untuk selalu dimasak hingga benar-benar matang untuk mencegah risiko infeksi bakteri.

    12. Edamame

    Kacang-kacangan juga jadi makanan penting yang bisa dikenalkan ke bayi usia 6 bulan saat mulai MPASI. Salah satunya adalah edamame yang ternyata tinggi kalsium.

    Setiap 100 gram edamame matang mengandung 61 mg kalsium. Karena ukurannya kecil, sebaiknya edamame diblender dulu hingga menjadi bubur agar bayi tidak tersedak.

    13. Chia Seeds

    Chia seeds termasuk kacang-kacangan yang tinggi kalsium. Setiap sekitar 28 gram chia seeds mengandung 179 mg kalsium.

    Bayi usia 6 bulan sudah bisa mulai dikenalkan dengan chia seeds. Salah satu cara penyajiannya adalah dengan direndam sampai lunak lalu dicampur ke yogurt atau puree buah.

    Selain itu, Mama juga bisa memblender chia seeds kering sampai jadi butiran halus untuk mencegah si Kecil tersedak.

    14. Almond Powder

    Kacang almond juga masuk ke jajaran makanan tinggi kalsium. Sayangnya, kacang utuh sangat berisiko tersedak jika dikonsumsi bayi. Solusinya, Mama bisa gunakan almond powder.

    Setiap 28 gram almond powder mengandung 40 mg kalsium. Mama bisa mulai mengenalkannya ke bayi usia 6 bulan sebanyak setengah sendok teh saja atau sekitar 2–5 gr.

    Almond powder bisa dicampurkan ke dalam bubur, puree buah, atau sup untuk tambahan kalsium bagi si Kecil.

    15. Sereal Fortifikasi Bayi

    Sereal fortifikasi bayi adalah bubur instan untuk MPASI yang diperkaya nutrisi penting bagi bayi, termasuk kalsium. Makanan ini umumnya mengandung kalsium sekitar 20 mg untuk setiap 120 gramnya.

    Sereal ini memang praktis untuk bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah mulai MPASI. Jangan lupa untuk tetap perhatikan label kandungan nutrisi dan sesuaikan dengan umur si Kecil.

    Tanda Bayi Kekurangan Kalsium

    Kekurangan kalsium atau hypocalcemia pada bayi dapat memengaruhi pertumbuhan tulang, gigi, otot, serta kesehatannya secara general.

    Beberapa tandanya adalah pertumbuhan gigi yang terlambat serta tulang yang lebih rapuh. Otot dan saraf bayi juga jadi mudah berkedut atau tegang sehingga bayi mudah rewel.

    Selain itu, kekurangan kalsium dapat memengaruhi keseimbangan sistem saraf bayi. Hal ini membuat bayi menjadi lebih sulit tidur dan mudah merasa tidak nyaman.

    Baca Juga: Menu MPASI untuk Bantu Tambah Berat

    Cara Mengoptimalkan Penyerapan Kalsium pada Bayi

    Tubuh tidak memproduksi kalsium, sehingga harus dikonsumsi dari makanan yang mengandung kalsium untuk bayi. Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan penyerapannya.

    1. Kombinasikan dengan vitamin D

    Tahukah Mama jika vitamin D berperan penting bagi kalsium? Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium di usus dan menjaga kesehatan tulang serta mencegah kram otot.

    Vitamin D bisa diperoleh dari ASI maupun makanan. Kombinasi vitamin D dan kalsium ini perlu dipenuhi untuk nutrisi tulang bayi.

    2. Jemur bayi dengan aman

    Selain dari makanan, vitamin D juga bisa didapatkan dari paparan sinar matahari secukupnya. Mama bisa menjemur bayi sekitar pukul 07.00–09.00 pagi selama 10–15 menit.

    Pastikan bayi tidak terpapar matahari terlalu lama, gunakan pakaian yang nyaman, tidak langsung menatap matahari dan hindari sinar matahari yang terlalu terik.

    3. Variasikan sumber kalsium

    Beberapa sumber kalsium memiliki tingkat penyerapan yang berbeda. Karena itu, memberikan variasi makanan yang mengandung kalsium untuk bayi dapat membantu tubuh bayi memperoleh kalsium dengan optimal.

    Mengutip WHO, bayi yang masih disusui atau sedang MPASI harus diberi berbagai macam makanan untuk memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

    4. Hindari kombinasi makanan yang menghambat penyerapan kalsium

    Ada beberapa jenis kandungan yang menghambat penyerapan kalsium, yaitu fitat dan oksalat. Namun ingat, bayi hanya perlu menghindari fitat dan oksalat, bukan sumber makanannya.

    Beberapa makanan yang tinggi oksalat, di antaranya kentang, rasberi, dan kurma. Sementara, beberapa makanan yang tinggi fitat, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan.

    Fitat bisa berkurang dengan merendam biji-bijian atau kacang-kacangan, lalu membuang air rendamannya. Sementara itu, cara mengurangi oksalat adalah dengan merebus dan membuang air rebusannya.

    Bayi juga sebaiknya belum mendapat tambahan garam berlebih pada makanannya. Asupan sodium yang terlalu tinggi dapat memengaruhi keseimbangan kalsium dalam tubuh.

    Contoh menu MPASI Tinggi Kalsium untuk Bayi

    Setelah mengetahui apa saja makanan yang mengandung kalsium untuk bayi, kini waktunya Mama bereksplorasi membuat menu MPASI untuk si Kecil. 

    1. Puree brokoli keju

    Bahan-bahan:

    • 1 bongkol brokoli ukuran sedang
    • 1 cup keju dengan potongan kecil
    • 1 sdt minyak zaitun
    • Air panas secukupnya

    Cara memasak:

    1. Potong brokoli lalu rendam dengan air panas selama 10 menit.
    2. Masukkan brokoli ke dalam kukusan dan kukus selama 15–20 menit.
    3. Haluskan menggunakan blender, lalu saring.
    4. Tambahkan 1 sdt minyak zaitun.
    5. Tambahkan potongan keju.
    6. Aduk hingga rata.

    Porsi: 1 sajian

    2. Bubur salmon bayam

    Bahan-bahan:

    • 65 gram ikan salmon, buang kulit dan durinya
    • 60 gram nasi
    • 2 sdm bayam cincang
    • 1 sdt butter
    • 350 ml air
    • 1 butir bawang merah, parut hingga halus
    • 1 siung bawang putih, parut hingga halus
    • Garam, secukupnya

    Cara memasak:

    1. Cincang salmon yang sudah dibersihkan
    2. Panaskan butter di panci, lalu tumis parutan bawang merah dan bawang putih
    3. Tambahkan salmon cincang, masak hingga berubah warna
    4. Tambahkan bayam cincang, masak hingga matang.
    5. Didihkan air, masukkan nasi dan tumisan salmon bayam. Tambah sejumput garam.
    6. Aduk dan masak hingga air menyusut dan menjadi bubur.

    Porsi: 2 sajian

    3. Yogurt buah

    Bahan-bahan:

    • Buah pir secukupnya, bersihkan dan potong-potong
    • 100ml air mineral
    • Yogurt plain secukupnya

    Cara memasak:

    1. Masukkan pir dan air ke dalam panci, tutup, lalu masak selama 6–7 menit.
    2. Alternatifnya, Mama juga bisa mengukus pir selama 6–7 menit.
    3. Tiriskan dan haluskan buah pir sampai teksturnya menjadi puree.
    4. Campurkan dengan yogurt plain.

    Porsi: 1 sajian

    4. Tim sarden tahu

    Bahan-bahan:

    • 2 cup beras 
    • 100 gram ikan sarden segar, iris kecil-kecil
    • 1 buah tahu putih, haluskan
    • ½ wortel ukuran sedang, parut
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • 1 batang bawang daun, iris tipis
    • 100-150 ml kaldu ayam
    • Keju secukupnya untuk penambah rasa

    Cara memasak:

    1. Tumis bawang putih hingga harum dan berubah warna.
    2. Masukan kaldu ayam ke dalam panci, lalu tambahkan beras.
    3. Tambahkan ikan sarden, tahu, wortel, bawang putih yang telah ditumis, serta bawang daun.
    4. Jangan lupa tambahkan keju parut sebagai perasa.
    5. Aduk semua adonan hingga merata.
    6. Tunggu hingga cairan menyusut.

    Porsi: 4–6 sajian

    5. Omelet keju

    Bahan-bahan:

    • 1 butir telur ayam
    • ¼ blok keju parut
    • Potongan sayur sesuai selera (opsional)

    Cara memasak:

    1. Kocok lepas telur, masukkan keju parut, dan potongan sayur sesuai selera. Aduk rata.
    2. Tuangkan ke wajan anti lengket dengan api sedang.
    3. Balikkan omelet sehingga kedua sisi matang sempurna.

    Porsi: 2-3 sajian

    Baca Juga: 17 Ide Camilan Homemade untuk Bayi 7 Bulan

    Kapan bayi membutuhkan konsultasi dokter?

    Selama MPASI, mungkin ada kalanya si Kecil sulit makan dan menolak beberapa jenis makanan. Sehingga porsi makanan yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhannya.

    Selalu pantau pertumbuhan bayi, salah satunya dengan buku KIA dari Kemenkes. Jika merasa terjadi pertumbuhan yang lambat atau dicurigai kekurangan nutrisi, maka segera konsultasikan ke dokter.

    Selain itu, cek juga apakah si Kecil menunjukkan alergi susu sapi atau bahan makanan lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan alternatif makanan yang tetap bernutrisi.

    Kunjungi Exclusive Hub Nutriclub untuk menikmati berbagai konten premium gratis, seperti e-book, podcast, dan video edukasi. Temukan segala informasi tepercaya seputar kehamilan, nutrisi tepat, perkembangan kognitif, serta tips menjaga imunitas dan daya tahan tubuh anak langsung dari ahlinya.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Baby, D. (2026, March 27). Almond flour for babies — Complete guide by age. Dalo Baby. https://dalofamilyapps.com/learn/food/almond-flour
    2. BDA. (2026). Calcium. British Dietetic Association. https://www.bda.uk.com/resource/calcium.html
    3. Braverman, J. (2020, November 4). Foods high in oxalates. WebMD. https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-oxalates
    4. Bukhori, E. (n.d.). 233 resep MPASI salmon bayam enak dan mudah. Cookpad. https://cookpad.com/id/cari/mpasi%20salmon%20bayam
    5. Calcium rich food chooser. (2025). Theros. https://theros.org.uk/information-and-support/bone-health/nutrition-for-bones/calcium/calcium-rich-food-chooser/
    6. Chen, J., Zhang, Y., Yin, I. X., Yu, O. Y., Chan, A. K. Y., & Chu, C. H. (2024). Preventing dental caries with calcium-based materials: A concise review. Inorganics, 12(9), 253. https://doi.org/10.3390/inorganics12090253
    7. Cleveland Clinic. (2025, March 18). The many benefits of chia seeds. https://health.clevelandclinic.org/benefits-of-chia-seeds
    8. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Tips menjaga kesehatan tulang anak-anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3587/tips-menjaga-kesehatan-tulang-anak-anak
    9. Eat This Much. (2026). Almond powder. https://www.eatthismuch.com/calories/almond-powder-2014736
    10. FoodData Central. (n.d.). FoodData Central front page. U.S. Department of Agriculture. https://fdc.nal.usda.gov/
    11. Giano, M. (n.d.). Resep puree brokoli. Cookpad. https://cookpad.com/id/resep/11692557
    12. Human Foods Program. (2024). Advice about eating fish. U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/food/consumers/advice-about-eating-fish
    13. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013, August 23). Air susu ibu dan tumbuh kembang anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak
    14. Katiyar, A. (2022). Calcium's role in child growth and development and its complications. Journal for Research in Applied Sciences and Biotechnology, 1, 1–6. https://doi.org/10.55544/jrasb.1.1.1
    15. Kim, S. Y., & Yi, D. Y. (2020). Components of human breast milk: From macronutrient to microbiome and microRNA. Clinical and Experimental Pediatrics, 63(8), 301–309. https://doi.org/10.3345/cep.2020.00059
    16. Kumparan. (2022, January 24). Resep MPASI 9 bulan: Omelet sayuran keju. https://kumparan.com/mama-rempong/resep-mpasi-9-bulan-omelet-sayuran-keju-1xLpw7kYVWs
    17. Kumparan. (2022, April 19). Resep MPASI 8 bulan: Nasi tim tahu tuna. https://kumparan.com/mama-rempong/resep-mpasi-8-bulan-nasi-tim-tahu-tuna-1xuGp5EOynY/full
    18. Munns, C. F., Shaw, N., Kiely, M., Specker, B. L., Thacher, T. D., Ozono, K., Michigami, T., Tiosano, D., Mughal, M. Z., Mäkitie, O., Ramos-Abad, L., Ward, L., DiMeglio, L. A., Atapattu, N., Cassinelli, H., Braegger, C., Pettifor, J. M., Seth, A., Idris, H. W., Bhatia, V., ... Högler, W. (2016). Global consensus recommendations on prevention and management of nutritional rickets. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 101(2), 394–415. https://doi.org/10.1210/jc.2015-2175
    19. National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. (2025). Vitamin D fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/
    20. Nghe An Online Newspaper. (2014). Signs of calcium deficiency in children. https://baonghean.vn/en/nhung-dau-hieu-tre-thieu-canxi-10020320.html
    21. Raju, T. N. (2011). Breastfeeding is a dynamic biological process—not simply a meal at the breast. Breastfeeding Medicine, 6(5), 257–259. https://doi.org/10.1089/bfm.2011.0081
    22. Shertukde, S. P., Cahoon, D. S., Prado, B., Cara, K. C., & Chung, M. (2022). Calcium intake and metabolism in infants and young children: A systematic review of balance studies for supporting the development of calcium requirements. Advances in Nutrition, 13(5), 1529–1553. https://doi.org/10.1093/advances/nmac003
    23. Solid Starts. (2026). Sodium & babies. https://solidstarts.com/sodium-and-babies/
    24. Stanford Medicine Children’s Health. (2026). Hypocalcemia in the newborn. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hypocalcemia-in-the-newborn-90-P02376
    25. Sutanto, H., & Heijman, J. (2019). The role of calcium in the human heart: With great power comes great responsibility. Frontiers for Young Minds, 7. https://doi.org/10.3389/frym.2019.00065
    26. Theros. (2019). Osteoporosis: Are there any foods I should avoid? https://theros.org.uk/information-and-support/bone-health/nutrition-for-bones/are-there-any-foods-i-should-avoid/
    27. U.S. Department of Agriculture. (2018). Abridged list ordered by nutrient content in household measure (USDA National Nutrient Database for Standard Reference Legacy). https://www.nal.usda.gov/human-nutrition-and-food-safety/nutrient-lists-standard-reference-legacy-2018
    28. World Health Organization. (2021). Indicator metadata registry details. https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/7042
    29. Zimmermann, P., & Curtis, N. (2020). Breast milk microbiota: A review of the factors that influence composition. Journal of Infection, 81(1), 17–47. https://doi.org/10.1016/j.jinf.2020.01.023
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun