Loading...
    Banner Artikel Kekurangan Kalium Pada Anak: Ciri, Penyebab, Dan Cara Mengatasi
    Nutrisi

    Kekurangan Kalium Pada Anak: Ciri, Penyebab, Dan Cara Mengatasi

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 27 Mei 2025

    Diperbarui: 25 Juni 2026


    • Apa Itu Kekurangan Kalium pada Anak?
    • Fungsi Kalium untuk Tumbuh Kembang Anak
    • Penyebab Kekurangan Kalium pada Anak
    • Ciri-ciri Anak Kekurangan Kalium
    • Apakah Kekurangan Kalium Bisa Sembuh?
    • Akibat Kekurangan Kalium pada Anak Jika Tidak Ditangani
    • Cara Mengatasi dan Mencegah Kekurangan Kalium pada Anak
    • Makanan Tinggi Kalium untuk Anak
    • Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

    Kekurangan kalium pada anak (hipokalemia) dapat memengaruhi fungsi otot, saraf, dan irama jantung. Kondisi ini sering terjadi karena kehilangan banyak cairan tubuh, misalnya karena diare, muntah berkepanjangan, atau kondisi medis tertentu. Jika tidak ditangani, anak dapat mengalami lemas hingga gangguan yang lebih serius sehingga perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan. 

    Apa Itu Kekurangan Kalium pada Anak?

    Kekurangan kalium pada anak atau hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah anak lebih rendah dari normal. Normalnya, kadar kalium anak usia 1-18 tahun berada di kisaran 3,4-4,7 mEq/L. 

    Kondisi ini bisa disebabkan oleh muntah, diare, keringat berlebih, dan mengonsumsi obat-obatan, seperti diuretik atau laksatif. Padahal, kalium berperan penting untuk menjaga fungsi otot, sinyal saraf, hidrasi, dan kesehatan jantung. 

    Anak lebih rentan mengalami kekurangan kalium karena tubuhnya lebih mudah kehilangan cairan dan elektrolit dibandingkan orang dewasa.

    Fungsi Kalium untuk Tumbuh Kembang Anak

    Kalium meski sering dilupakan, punya peran penting dalam tumbuh kembang anak, seperti:

    • Mendukung fungsi saraf dan otot: kalium membantu transmisi sinyal listrik agar saraf merespons dengan baik, serta memastikan otot (termasuk otot rangka dan jantung) berkontraksi dan bergerak secara optimal.
    • Menjaga kesehatan jantung: kalium berperan penting dalam mempertahankan detak jantung yang teratur dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
    • Mengelola keseimbangan cairan: keluar-masuknya cairan seluler diatur oleh kalium agar sel-sel tubuh anak tetap berfungsi dengan baik dan mencegah dehidrasi.
    • Mendukung pertumbuhan tulang: kalium membantu mencegah kalsium terbuang melalui urine dan memaksimalkan penyerapan kalsium sehingga tulang anak lebih kuat dan padat. 
    • Mendukung fungsi sel saraf di otak dan tubuh: kalium berperan menjaga fungsi saraf sehingga tubuh dapat bergerak, berpikir, dan merespons dengan normal.

    Baca Juga: Tips Optimalkan Pertumbuhan Tulang Anak

    Penyebab Kekurangan Kalium pada Anak

    Kekurangan kalium pada anak bisa karena kurang asupan nutrisi yang cukup, diare, muntah, hingga kondisi medis tertentu.

    1. Kurang Konsumsi Makanan Tinggi Kalium

    Salah satu penyebab kekurangan kalium pada anak adalah kurangnya asupan kalium dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Beberapa sumber makanan yang tinggi kalium adalah buah prune, aprikot, pisang, jeruk, kurma, kismis, pepaya, melon, ubi jalar, wortel, paprika, kentang, bayam, serta beberapa jenis kacang-kacangan.

    2. Diare dan Muntah Berkepanjangan

    Diare dan muntah berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi. Tubuh jadi kehilangan air dan elektrolit, termasuk kalium, lewat tinja cair, urine, dan juga muntah.

    Anak juga lebih berisiko mengalami hipokalemia saat muntah atau diare karena cairan elektrolit yang hilang dari saluran cerna terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa.

    3. Efek Samping Obat Tertentu

    Beberapa obat dapat menyebabkan kekurangan kalium pada anak. Misalnya pada obat yang bersifat diuretik yang membuang kelebihan cairan lewat urine. 

    Selain itu, beberapa obat juga membuat kadar kalium dalam darah menurun karena didorong masuk ke dalam sel. Contohnya bisa terjadi pada obat asma golongan beta-agonis atau insulin pada anak yang terkena diabetes.

    4. Gangguan Ginjal atau Metabolisme

    Gangguan ginjal atau gangguan metabolisme tertentu dapat menyebabkan kekurangan kalium karena ginjal tidak mampu mengatur keseimbangan elektrolit dengan baik. 

    Anak dengan penyakit renal tubular acidosis (RTA) dan tidak ditangani dengan baik, tidak hanya akan kekurangan kalium, tapi juga memperlambat pertumbuhan.

    5. Aktivitas Berlebih dan Dehidrasi

    Meski tidak langsung menyebabkan hipokalemia, aktivitas fisik berlebih dapat menyebabkan dehidrasi yaitu kehilangan cairan tubuh, termasuk elektrolit seperti kalium.

    Kekurangan kalium pada anak karena dehidrasi lebih tinggi risikonya sebab mereka biasanya lebih banyak melakukan aktivitas fisik di siang hari dibandingkan orang dewasa.

    Ciri-ciri Anak Kekurangan Kalium

    Tanda-tanda kekurangan kalium pada anak tergantung dari tingkat keparahannya, seperti berikut:

    1. Gejala Ringan

    Kekurangan kalium di level ringan mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, terkadang muncul tanda-tanda seperti:

    • Cepat lelah. 
    • Lemas. 
    • Sembelit. 
    • Nafsu makan turun. 
    • Kesemutan.

    2. Gejala Sedang

    Jika kadar kalium dalam tubuh mulai menurun secara signifikan, ciri-cirinya meliputi:

    • Kram otot.
    • Otot terasa lemah. 
    • Sering haus. 
    • Jantung berdebar.

    3. Gejala Berat

    Pada kasus hipokalemia yang sudah parah, tanda-tandanya meliputi:

    • Gangguan napas.
    • Detak jantung tidak normal.
    • Tubuh kelelahan ekstrem.
    • Pingsan. 

    Jika sudah mengalami ciri-ciri tersebut, segera ke dokter anak atau instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Apakah Kekurangan Kalium Bisa Sembuh?

    Kekurangan kalium sebenarnya bisa diatasi tergantung penyebabnya. Jika terjadi karena muntah atau diare, dokter biasanya akan memberikan suplemen kalium tambahan.

    Memberikan anak pola makan yang seimbang serta rajin minum air mineral juga bisa membantu mencegah kekurangan kalium dalam kasus yang ringan.

    Di beberapa kasus berat atau yang disebabkan karena obat, dokter mungkin akan memberikan kalium dalam cairan infus agar lebih cepat bekerja.

    Akibat Kekurangan Kalium pada Anak Jika Tidak Ditangani

    Jika anak tidak segera dibawa ke dokter dan ditangani, kekurangan kalium bisa bertambah parah dan menyebabkan gangguan lain, seperti:

    1. Gangguan Otot dan Saraf

    Kalium sangat penting untuk menjaga fungsi otot normal. Penurunan kadar kalium dapat mengganggu transmisi neuromuskular dan melemahkan kontraksi otot.

    Hipokalemia ekstrem bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan.

    2. Gangguan Irama Jantung

    Hipokalemia dapat mengganggu fungsi jantung, sehingga membuat penderitanya rentan terkena aritmia yaitu gangguan pada irama atau detak jantung tidak teratur.

    3. Hambatan Tumbuh Kembang

    Beberapa kondisi yang menyebabkan hipokalemia kronis, seperti Renal Tubular Acidosis (RTA), diketahui sering disertai gagal tumbuh, berat badan sulit naik, hingga keterlambatan perkembangan bila tidak ditangani.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Kekurangan Kalium pada Anak

    Jika anak ternyata kekurangan kalium, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasinya.

    1. Perbaiki Pola Makan Anak

    Pola makan yang seimbang harus memenuhi tidak hanya karbohidrat dan protein, tetapi juga vitamin dan mineral, termasuk kalium. Dalam satu hari, rata-rata anak memerlukan 2.000 mg kalium.

    Jika Mama merasa anak kekurangan kalium, maka benahi pola makan anak agar lebih seimbang sehingga kebutuhan kaliumnya terpenuhi.

    Selain pola makan seimbang, Mama juga bisa lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan susu pertumbuhan Nutrilon Royal 3, satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". 

    Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. ⁠Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.

    2. Cukupi Cairan dan Elektrolit

    Aktivitas fisik yang berat bisa menyebabkan dehidrasi dan akhirnya membuat kekurangan kalium pada anak. Selalu pastikan anak rajin minum air mineral jika sedang aktif bermain.

    Begitu juga jika anak sedang sakit lalu muntah atau diare. Pastikan cairan yang keluar dari tubuhnya digantikan terus dengan air mineral atau minuman yang mengandung elektrolit. Namun jika kadar kalium sangat rendah, dokter akan memberikan kalium dan elektrolit melalui infus.

    3. Pemberian Suplemen Kalium

    Dalam beberapa kasus, jika anak sudah kekurangan kalium secara signifikan dokter akan memberikan suplemen tambahan untuk mengembalikan kadar kalium yang hilang.

    Namun, suplemen ini hanya dibutuhkan jika memang diresepkan dari dokter. Jangan memberikan anak suplemen tanpa konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi terlebih dahulu.

    Baca Juga: Pentingnya Gizi Seimbang untuk Anak

    4. Pengobatan Penyebab Utama

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, kekurangan kalium sering kali disebabkan atau berkaitan dengan penyakit lainnya, misalnya diabetes, asma, atau gangguan ginjal.

    Dalam kasus seperti ini, anak yang kekurangan kalium perlu diobati berdasarkan penyebab utamanya terlebih dahulu. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan berikutnya.

    Makanan Tinggi Kalium untuk Anak

    Makanan tinggi kalium bagi anak sebenarnya sangat banyak dan mudah didapatkan maupun diolah untuk jadi menu menarik bagi si Kecil.

    Sumber Makanan

    Estimasi Kandungan Kalium

    Kentang

    925 mg per buah

    Ubi jalar

    450 mg per buah

    Pisang

    425 mg per buah

    Tomat

    295 mg per buah

    Prune

    305 mg per 50 gram

    Jeruk

    245 mg per buah

    Kurma

    275 mg per 50 gram

    Aprikot

    453 mg per 30–40 gram

    Alpukat

    345 mg per 68 gram

    Bayam

    558 mg per 100 gram

    Air kelapa murni tanpa gula

    600 mg per 240 ml

    Baca Juga: Makanan Tinggi Kalium Untuk Anak

    Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

    Beberapa kasus anak yang kekurangan kalium harus segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Seperti, jika anak muntah atau diare terus menerus selama lebih dari 24 jam dan mengalami lemas berat.

    Begitu juga jika anak merasakan sesak di dada atau jantung berdebar yang tidak wajar. Segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan perawatan.

    Jika anak sulit makan berkepanjangan, coba konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi agar kebutuhan nutrisinya segera terpenuhi dan terhindar dari kekurangan kalium.

    Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai insight nutrisi, rekomendasi pola makan, dan artikel expert-verified yang dapat membantu mendukung kebutuhan harian anak. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Amrish Jain; Renal Tubular Acidosis. Quick References 2024; 10.1542/aap.ppcqr.396221
    2. Castro, D., & Sharma, S. (2025, January 19). Hypokalemia. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482465/
    3. Clinical Practice Guidelines : Hypokalaemia. (2024). Rch.org.au. https://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/hypokalaemia/
    4. Dehydration in babies and children factsheet. (2026, April 13). The Sydney Children’s Hospitals Network. https://www.schn.health.nsw.gov.au/factsheets/dehydration-babies-and-children
    5. Diarrhoeal disease. (2024, March 7). Who.int; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
    6. Foods high in potassium. (2026, May 27). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/foods-high-in-potassium
    7. Hechanova, L. A. (2026, March 9). Renal Tubular Acidosis. MSD Manual Professional Edition; MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/nephrology/renal-transport-abnormalities/renal-tubular-acidosis
    8. High-Potassium Foods | The Children’s Hospital at Montefiore. (2026). Cham.org. https://www.cham.org/health-library/article?id=abo9047
    9. Lang, A. (2018, July 26). 18 Foods That Pack More Potassium Than a Banana. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/foods-loaded-with-potassium
    10. Low Potassium Level Causes (Hypokalemia). (2023, September 6). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17740-low-potassium-levels-in-your-blood-hypokalemia
    11. National Institutes of Health. (2025). Office of Dietary Supplements - Potassium. Nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Potassium-Consumer/
    12. Okposio, M. M., Onyiriuka, A. N., & Abhulimhen-Iyoha, B. I. (2015). Point-of-Admission Serum Electrolyte Profile of Children less than Five Years Old with Dehydration due to Acute Diarrhoea. Tropical medicine and health, 43(4), 247–252. https://doi.org/10.2149/tmh.2015-29
    13. Potassium. (2026). Stanfordchildrens.org. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=potassium-167-potassium
    14. Potassium deficiency. (2025, August 15). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/potassium-deficiency
    15. Potassium-Rich Foods - Pediatric Nutrition - Golisano Children’s Hospital - URochester Medicine. (2026). Rochester.edu. https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/nutrition/potassium-foods
    16. Types of Fluid & Electrolyte Disorders in Children. (2026). Nyulangone.Org. https://nyulangone.org/conditions/fluid-electrolyte-disorders-in-children/types
    17. Verive, M. J. (2025, January 27). Pediatric Hypokalemia: Background, Pathophysiology, Etiology. Medscape.com; Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/907757-overview#showall
    18. Mayo Clinic. (2023b, October 13). Heart arrhythmia. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668
    19. Nayana Ambardekar. (2016, October 12). What is Hypokalemia? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/hypokalemia
    20. Potassium-Rich Foods - Pediatric Nutrition - Golisano Children’s Hospital - URochester Medicine. (2026). Rochester.Edu. https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/nutrition/potassium-foods
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Hadiah Eksklusif

    Hadiah Eksklusif

    Beragam hadiah eksklusif untuk dukung si Kecil jadi juara, siap Mama dapatkan!

    Icon Winning Parenting Content

    Winning Parenting Content

    Ratusan artikel dan konten tumbuh kembang untuk dukung si Kecil jadi juara

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Icon Belanja di Nutrishop

    Belanja di Nutrishop

    Nikmati kemudahan belanja Nutrilon Royal di website NutriShop dengan layanan tepercaya dan benefit eksklusif untuk Mama

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun