Metode ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) tetap melibatkan proses penjahitan. Walaupun dirancang untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri, prosedur ini tetap termasuk operasi caesar yang membutuhkan sayatan guna mengeluarkan bayi. Oleh karena itu, jahitan diperlukan untuk menutup kembali luka pada rahim serta kulit perut.
Yuk, simak penjelasannya.
Apakah ERACS Benar-Benar Tidak Sakit?
Melahirkan dengan metode ERACS bukan berarti prosesnya benar-benar bebas nyeri. Metode ini mampu mengurangi rasa sakit secara signifikan dibandingkan prosedur caesar konvensional. Maka itu, intensitasnya biasanya lebih ringan dan terkontrol.
Fokusnya adalah mengurangi nyeri dengan kombinasi anestesi dan obat pereda nyeri, serta mendorong Mama untuk mulai bergerak lebih cepat, seperti berbalik atau duduk, dalam 2 hingga 6 jam setelah operasi agar pemulihan lebih cepat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menjalani ERACS bisa mulai bergerak sekitar 10 jam lebih cepat setelah operasi dibandingkan dengan metode caesar konvensional. Selain itu, metode ini juga membantu memperpendek durasi rawat inap di rumah sakit.
Baca Juga: Mengapa Harus Melahirkan Lewat Operasi Caesar?
Bagaimana Metode ERACS Dilakukan?
Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan pendekatan multidisiplin yang mengoptimalkan perawatan sebelum, selama, dan setelah operasi.
Pada tahap persiapan, pasien tidak perlu berpuasa lama seperti metode konvensional. Makanan berat dihentikan 6 jam sebelum operasi, sementara cairan masih boleh dikonsumsi hingga 2 jam sebelumnya.
Selama dan setelah operasi, digunakan teknik yang lebih efisien untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan. Pasien didorong bergerak dalam 2 hingga 6 jam, dengan kateter dilepas lebih cepat serta sudah boleh makan dan minum saat nyaman.
Apakah Metode ERACS Dijahit?
Metode ERACS tetap melibatkan proses penjahitan untuk menutup sayatan pada perut dan rahim, sebagaimana prosedur operasi caesar pada umumnya.
Perbedaannya, ERACS menggunakan teknik penutupan luka yang lebih rapi dengan benang yang bisa diserap tubuh, sehingga nyeri lebih ringan dan pemulihan lebih cepat.
Berikut beberapa hal penting terkait jahitan pada ERACS:
- Teknik lebih presisi: Proses penjahitan dilakukan dengan metode yang lebih lembut dan minim trauma pada jaringan, biasanya memakai benang yang dapat menyatu dan diserap tubuh.
- Hasil lebih rapi: Ukuran sayatan cenderung lebih kecil dan penutupannya lebih halus, sehingga bekas luka tampak lebih samar.
- Tanpa lepas jahitan: Karena menggunakan benang yang dapat diserap, umumnya pasien tidak perlu menjalani prosedur pelepasan jahitan setelah luka mengering.
Kesimpulannya, persalinan ERACS tetap dilakukan dengan sayatan untuk mengeluarkan bayi. Setelah itu, luka pada rahim dan perut dijahit menggunakan teknik modern agar pemulihan lebih cepat dan nyaman.
Ingat, C-Section bukan sekadar alternatif metode persalinan. Cari tahu dampaknya terhadap daya tahan tubuh anak di C-Section Ready.
Mengapa Jahitan pada ERACS Tidak Perlu Dilepas?
Pada metode ERACS, jahitan biasanya menggunakan benang absorbable yang dapat diserap oleh tubuh. Jenis benang ini dirancang khusus untuk mendukung penyembuhan tanpa perlu dilepas.
Benang jahitan yang digunakan untuk menutup sayatan pada prosedur ERACS biasanya tidak perlu dilepas. Hal ini karena jenis benangnya bersifat absorbable, yaitu dapat terurai dan diserap secara alami oleh tubuh.
Dalam beberapa minggu, benang tersebut akan menyatu dengan jaringan kulit. Jadi, Mama tidak perlu kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan. Proses pemulihan pun menjadi lebih praktis dan nyaman.
Baca juga: Penyebab ASI Belum Keluar Setelah Operasi Caesar & Solusinya
Berapa Lama Luka Jahitan ERACS Sembuh?
Secara umum, jahitan operasi ERACS setelah melahirkan akan mulai menutup dan mengering dalam 1-2 minggu, dengan proses pemulihan total yang bertahap hingga beberapa bulan.
Namun, proses ini bisa bervariasi tergantung kondisi tubuh dan perawatan luka. Berikut adalah gambaran proses penyembuhan:
- 1–2 minggu pertama:
Luka bagian luar mulai menutup dan mengering. Benang jahitan biasanya sudah menggunakan jenis yang dapat diserap tubuh, sehingga tidak perlu dilepas. - 4–6 minggu:
Jaringan kulit dan lapisan luar umumnya sudah sembuh lebih baik dan mulai stabil. - Hingga 3 bulan atau lebih:
Proses pemulihan jaringan bagian dalam, termasuk rahim, berlangsung lebih sempurna hingga benar-benar pulih.
Waktu penyembuhan ERACS sebenarnya mirip dengan operasi caesar biasa, tetapi banyak pasien merasa lebih cepat pulih dan lebih nyaman.
ERACS menggunakan teknik yang lebih minim trauma, sehingga proses pemulihan jaringan bisa berlangsung lebih cepat dibanding caesar konvensional.
Namun, Mama tetap perlu menjaga kebersihan luka caesar dan mengikuti anjuran dokter agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Tips Agar Luka ERACS Cepat Sembuh
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Mama lakukan agar luka ERACS cepat sembuh:
1. Jaga Luka Tetap Bersih
Menjaga kebersihan luka operasi sangat penting untuk mencegah infeksi. Pastikan area luka tetap kering dan bersih sesuai anjuran dokter.
Gunakan perban atau penutup luka sesuai instruksi medis. Hindari menyentuh luka dengan tangan yang belum dicuci bersih.
Jika muncul tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nyeri berlebih, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini membantu mencegah komplikasi.
2. Hindari Aktivitas Berat
Setelah operasi, Mama disarankan untuk menghindari aktivitas berat terlebih dahulu. Aktivitas seperti mengangkat beban dapat memperlambat penyembuhan luka.
Meski begitu, Mama tetap dianjurkan untuk mulai bergerak ringan secara bertahap. Hal ini membantu melancarkan peredaran darah dan mempercepat pemulihan.
Dengarkan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri. Istirahat yang cukup sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Asupan nutrisi yang cukup membantu mempercepat penyembuhan luka. Pastikan Mama mengonsumsi makanan tinggi protein, vitamin, dan mineral.
Protein berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh, sementara vitamin dan mineral mendukung daya tahan tubuh. Air putih juga penting untuk menjaga hidrasi.
Hindari makanan yang dapat menghambat penyembuhan, seperti makanan tinggi gula atau rendah nutrisi. Pola makan seimbang akan membantu pemulihan lebih optimal.
4. Kontrol ke Dokter Sesuai Jadwal
Kontrol rutin ke dokter penting untuk memantau kondisi luka dan proses pemulihan. Dokter akan memastikan tidak ada komplikasi setelah operasi.
Selain itu, kontrol juga membantu Mama mendapatkan penanganan yang tepat jika ada keluhan. Jangan menunda pemeriksaan jika muncul gejala yang tidak biasa.
Dengan mengikuti jadwal kontrol, proses penyembuhan dapat berjalan lebih aman. Mama pun bisa merasa lebih tenang selama masa pemulihan.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
