Sebenarnya tidak sulit untuk mengenali ciri-ciri ASI basi. Mama bisa kulik detail ciri-cirinya pada penjelasan di bawah ini!
Apakah ASI Bisa Basi?
Ya, ASI bisa basi jika penyimpanannya keliru. ASI yang baru diperah hanya bisa bertahan 4 jam di ruangan dengan suhu 25°C.
Sementara itu, melansir laman U.S Center for Disease Control and Prevention (2023), ASI yang ada di kulkas hanya bertahan 4 hari dan di freezer kurang lebih 6 bulan.
Lebih dari itu, ASI tidak lagi bisa dikonsumsi dan berisiko jika tetap diberikan pada si Kecil.
Tabel Perbedaan ASI Segar dan ASI Basi
|
Aspek Pembeda |
ASI Segar |
ASI Basi |
|
Aroma |
Lembut, manis ringan, kadang mirip sabun |
Asam, tengik, amis, atau menyengat |
|
Rasa ASI |
Manis ringan seperti susu almond |
Asam atau pahit, terasa tidak nyaman |
|
Warna |
Putih bening, kekuningan, atau agak kebiruan |
Kusam, berubah warna, bisa kehijauan/kecokelatan |
|
Tekstur |
Cair, homogen |
Mengental, menggumpal |
|
Lapisan Lemak |
Terpisah tapi mudah tercampur saat dikocok |
Terpisah dan sulit menyatu |
|
Permukaan ASI |
Bersih, tidak berlendir |
Berlendir atau lengket |
|
Setelah Dicairkan (dari freezer) |
Bau sabun ringan masih normal |
Bau asam/tengik kuat |
|
Reaksi Bayi |
Mau minum, tidak rewel |
Menolak minum, muntah, diare |
Berapa Lama ASI Bertahan Sebelum Basi?
Cara menyimpan ASI perlu disesuaikan dengan kapan ASI tersebut akan digunakan. Oleh karena itu, Mama perlu mengikuti panduan penyimpanan ASI agar kualitasnya tetap terjaga.
- Daya tahan ASI di suhu ruangan: 4 jam
- Daya tahan ASI di kulkas: 4 hari
- Daya tahan ASI di freezer: 9-12 bulan
Jika masih bingung, jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor ya, Ma. Tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Ciri-Ciri ASI Basi yang Mudah Dikenali
Untuk memudahkan Mama mengenalinya, berikut ciri-ciri ASI yang sudah basi.
1. ASI Basi Bau Tengik/Amis
Ciri-ciri ASI basi yang paling mudah dikenali adalah baunya yang amis, asam, dan tengik yang menyengat.
Padahal, ASI segar seharusnya berbau lembut dan agak manis atau seperti bau sabun yang ringan.
2. Rasa Susu ASI Asam
ASI segar rasanya mirip seperti susu almond manis dan ASI beku yang dicairkan mirip seperti sabun. Sementara ASI basi rasanya asam.
Oleh karenanya, bayi kerap menolak minum susu karena aroma dan rasa susu basi tidak enak.
Baca Juga: Kebutuhan ASI Bayi 0-6 Bulan dan Cara Memenuhinya
3. Warna ASI Basi Cokelat Kehijauan
ASI segar biasanya berwarna putih cerah, kadang agak kebiruan. Untuk kolostrum (ASI pertama), warnanya agak kekuningan.
Sementara warna ASI basi cenderung kusam, keabu-abuan, bahkan ada bercak kecoklatan atau kehijauan karena jamur pada ASI.
4. Tekstur ASI Basi Menggumpal
Ciri-ciri ASI basi yang terakhir adalah mengental dan menggumpal. Tak jarang, ASI juga berlendir dan lengket.
Selain itu, coba Mama goyangkan wadah ASI. Jika gumpalan tidak larut, artinya ASI sudah basi karena lemaknya tidak bisa tercampur.
Ciri-Ciri ASI Basi Berdasarkan Tempat Penyimpanan
Ciri-ciri ASI yang basi di kulkas dan di freezer pada dasarnya mirip dengan di suhu ruang. Namun, untuk memudahkan Mama, berikut ciri-ciri ASI basi yang bisa dikenali.
|
Aspek yang Diamati |
Ciri ASI Basi di Kulkas |
Ciri ASI Basi di Freezer |
|
Aroma |
Bau asam, tengik, atau amis setelah dipanaskan |
Bau menyengat/tengik setelah dicairkan |
|
Tekstur |
Mengental, berlendir, atau terasa lengket |
Menggumpal dan tidak kembali cair sempurna |
|
Lapisan Lemak |
Lapisan lemak tidak menyatu meski diaduk |
Lemak terpisah ekstrem dan sulit tercampur |
|
Warna |
Warna tampak lebih kusam atau keruh |
Perubahan warna ekstrem (keabu-abuan/kecokelatan) |
|
Tampilan Fisik |
Ada lendir atau endapan mencurigakan |
Muncul serpihan aneh atau bercak seperti jamur |
|
Reaksi Bayi |
Bayi menolak minum atau hanya minum sedikit |
Bayi langsung menolak karena bau/rasa tidak normal |
Untuk memastikan, coba Mama cicipi sedikit. Jika rasa, tampilan, atau bau sudah sangat berbeda, buang ASI perah tersebut. Terlebih jika bayi menolak minum setelah dicoba.
Baca Juga: Cara Menghangatkan ASI yang Benar agar Kualitasnya Terjaga
Apa yang Terjadi Jika Bayi Minum ASI Basi?
Akibat bayi minum ASI basi tidak main-main, Ma. Berikut beberapa efek ASI basi pada bayi:
- Gangguan pencernaan (diare, muntah)
- Demam
- Risiko infeksi bakteri
- Dehidrasi dan lemas
Untuk itu, cegah si Kecil meminumnya dengan mengenali ciri-ciri ASI basi ya, Ma.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Terlanjur Minum ASI Basi?
Sebagai pertolongan awal saat minum ASI basi dan muncul gejala sakit, sebaiknya Mama segera membawa si Kecil ke dokter.
Muntah terus-menerus, sering kentut, hingga diare adalah tanda bahaya saat terlanjur minum ASI basi. Jangan tunda untuk pergi ke dokter karena bayi bisa dehidrasi karenanya.
Baca Juga: Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI dan Pencegahannya
Cara Mencegah ASI Menjadi Basi
Untuk mencegah ASI basi, segera simpan di kulkas atau freezer jika ASI tidak langsung diminumkan. Letakkan di bagian dalam kulkas atau di freezer khusus ASI jika ada.
Penting juga diingat saat memompa ASI, pastikan mencuci tangan terlebih dahulu dan memastikan pompa sudah steril, Ma.
Begitu pun ketika Mama mencairkan ASI beku, jangan langsung merendamnya di air panas. Sebaiknya, diamkan selama 1 malam di chiller, baru kemudian rendam di air hangat.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
Semoga artikel ini membantu, ya!
