Loading...
    Banner Artikel Campak pada Bayi: Penyebab, Ciri, Cara Mengobati, dan Pencegahan
    Kesehatan

    Campak pada Bayi: Penyebab, Ciri, Cara Mengobati, dan Pencegahan

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 23 April 2026


    • Apa Itu Campak?
    • Penyebab Campak pada Bayi
    • Ciri-Ciri Campak pada Bayi
    • Apakah Campak pada Bayi Berbahaya?
    • Apakah Campak pada Bayi Bisa Sembuh Sendiri?
    • Cara Mengobati Campak pada Bayi
    • Apakah Campak Perlu Diberi Antibiotik?
    • Kapan Harus ke Dokter?
    • Cara Mencegah Campak pada Bayi
    • Apakah Bayi yang Sudah Kena Campak Masih Perlu Imunisasi?

    Campak pada bayi bukan penyakit ringan dan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Maka itu, deteksi dini serta perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan si Kecil.

    Apa Itu Campak?

    Campak adalah penyakit infeksi akut mudah menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. Di Indonesia, campak disebut juga dengan nama lain tampek (tampak), gabagen, dan penyakit sarampa.

    Gejalanya biasanya diawali dengan tanda-tanda mirip flu seperti demam, batuk, pilek, serta mata merah, kemudian muncul ruam merah khas yang menyebar ke seluruh tubuh.

    Penyakit ini sangat berbahaya, terutama bagi bayi dan anak-anak. Jika terkena, campak bisa menyebabkan sakit yang lebih berat dan menimbulkan berbagai komplikasi pada bayi.

    Penyebab Campak pada Bayi

    Campak disebabkan oleh Morbillivirus yang termasuk dalam kelompok Paramyxovirus.

    Virus ini sangat mudah menular dan menyebar melalui droplet atau percikan air liur saat orang yang sakit campak batuk, bersin, atau berbicara.

    Bayi lebih mudah tertular campak karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Risiko penularan menjadi lebih tinggi di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk, terutama jika bayi berada dekat dengan orang yang terinfeksi.

    Virus campak juga dapat menempel pada permukaan benda dan bertahan selama beberapa 2 jam, sehingga meningkatkan risiko penularan pada bayi.

    Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Campak dan Alergi pada Anak

    Ciri-Ciri Campak pada Bayi

    Gejala campak biasanya muncul dalam 7-14 hari setelah bayi terinfeksi virus penyebab campak. Berikut ciri-ciri bayi terkena campak:

    Gejala Awal Campak

    Gejala awal campak biasanya berlangsung selama 2-3 hari setelah paparan pertama. Pada awalnya gejala campak mirip dengan flu, seperti: 

    • Demam tinggi lebih dari 38°C selama 3 hari atau lebih. 
    • Batuk.
    • Pilek.
    • Mata merah dan berair (konjungtivitis).

    Gejala Khas Campak

    Setelah gejala awal campak muncul, selanjutnya akan muncul gejala khas campak seperti:

    • Kemunculan Koplik’s spot, yaitu bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam. 
    • Ruam merah di sekitar garis rambut wajah bayi, lalu muncul bertahap hingga ke seluruh tubuh di hari ke-3 hingga ke-5.
    • Bercak menyebar ke area leher, punggung, dada, perut, lengan, hingga kaki. Mungkin muncul juga bintik kemerahan di atas bercak.
    • Demam pada bayi bisa naik hingga 40°Celsius saat ruam muncul.

    Apakah Campak pada Bayi Berbahaya?

    Penyakit sarampa atau campak memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi apabila terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun dan tidak ditangani dengan baik. Berikut sejumlah komplikasi yang mungkin terjadi: 

    • Diare berat.
    • Gizi buruk.
    • Infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 
    • Masalah pada mata dan kebutaan.
    • Komplikasi berat dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia). Radang paru-paru merupakan penyebab kematian tersering pada bayi dengan campak.

    1 dari 1000 anak juga dapat mengalami ensefalitis (radang otak) akibat komplikasi campak. 

    Oleh karena itu, Mama dan Papa perlu segera membawa si Kecil ke dokter spesialis anak ketika melihat ada gejala campak.

    Apakah Campak pada Bayi Bisa Sembuh Sendiri?

    Campak pada bayi umumnya berlangsung sekitar 10–14 hari hingga gejala mereda dan ruam menghilang.

    Bila tidak disertai komplikasi dan mendapat perawatan yang tepat, campak dapat sembuh sendiri seiring waktu. 

    Penanganan di rumah seperti mencukupi kebutuhan cairan, istirahat, dan memantau kondisi anak dapat membantu mempercepat pemulihan. 

    Namun, bila campak terjadi pada bayi dan anak kurang dari 5 tahun, pengawasan sebaiknya lebih ketat karena risiko komplikasi lebih tinggi dibanding anak yang lebih besar.

    Baca Juga: 12 Penyebab Bruntusan pada Bayi dan Cara Mengatasinya

    Cara Mengobati Campak pada Bayi

    Sebenarnya tidak ada pengobatan spesifik atau antivirus khusus untuk penyakit campak. Pengobatan untuk campak sifatnya hanya mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.

    Lalu, apa yang harus dilakukan ketika bayi terkena campak? 

    1. Perawatan di Rumah

    Lakukan upaya penanganan mandiri di rumah dengan rutin memberikan perawatan berikut selama bayi mengalami campak:

    • Cukupi ASI dan cairan.
    • Istirahat yang cukup.
    • Berikan parasetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai usia si Kecil untuk bantu menurunkan demam.
    • Mandikan bayi dengan air hangat untuk membantu meredakan demam, nyeri, dan rasa gatal akibat ruam campak.
    • Redupkan cahaya agar bayi merasa lebih nyaman. 

    2. Lancarkan Pernapasan Bayi

    Gejala campak dapat membuat hidung bayi tersumbat. Bantu lancarkan pernapasannya salah satunya menggunakan saline nasal spray atau larutan garam steril untuk melegakan hidung bayi yang tersumbat karena pilek. 

    Untuk menggunakannya, baringkan si Kecil dengan kepala mendongak ke belakang lalu semprotkan 2-3 tetes pada setiap lubang hidung. 

    Jika udara kamar terlalu kering, penggunaan humidifier dapat membantu melembapkan udara dan meringankan batuk serta iritasi tenggorokan pada bayi.

    Sementara untuk menangani batuk pilek yang dialami bayi saat campak, Mama dapat memberikan obat dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter agar bayi dapat bernapas lebih nyaman. 

    3. Jaga Asupan Nutrisi & Vitamin

    Jika bayi masih menyusu, perbanyak pemberian ASI agar asupan cairannya cukup, sedangkan bayi di atas 6 bulan atau sudah MPASI boleh diberikan air putih.

    Pemberian suplemen vitamin A dengan dosis tepat oleh dokter juga dapat membantu mengurangi komplikasi dan kematian akibat campak. 

    Bagi bayi yang telah berusia 6 bulan ke atas, Mama dapat bantu ringankan gejala si Kecil dengan memberikan MPASI kaya vitamin A. 

    4. Isolasi Selama Masa Menular

    Umumnya, campak akan berangsur pulih setelah satu minggu dengan pengobatan di atas. 

    Namun, Mama perlu tetap mengisolasi si Kecil hingga seluruh ruam benar-benar berubah jadi warna menjadi tembaga atau kehitaman untuk menurunkan risiko penularan pada orang lain. 

    Isolasi sebaiknya dilakukan selama kurang lebih 4-5 hari terhitung dari munculnya ruam pada kulit.

    Apakah Campak Perlu Diberi Antibiotik?

    Pengobatan campak tidak memerlukan antibiotik karena penyebabnya adalah virus, bukan bakteri. 

    Antibiotik hanya akan diresepkan dokter saat ada tanda-tanda infeksi tambahan akibat bakteri, seperti radang telinga tengah atau pneumonia.

    Pasalnya, saat bayi terkena campak, daya tahan tubuhnya bisa melemah sehingga bakteri lebih mudah masuk. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi lain, seperti infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), atau infeksi sinus.

    Kapan Harus ke Dokter?

    Jangan tunda untuk periksa ke dokter atau rumah sakit terdekat bila campak pada bayi menimbulkan gejala berikut:

    • Demam sangat tinggi. 
    • Kesulitan bernapas.
    • Nyeri dada.
    • Sensitivitas terhadap cahaya.
    • Kaku leher
    • Sakit kepala hebat.
    • Kebingungan.
    • Muntah atau diare parah.
    • Tidak mau minum.
    • Kejang atau lemas parah.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi 0-12 Bulan Terbaru IDAI 2024

    Cara Mencegah Campak pada Bayi

    Risiko campak pada bayi dapat dicegah dengan pemberian imunisasi MR sesuai jadwal dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). 

    Menurut peraturan IDAI tahun 2024, bayi perlu mendapatkan 3 dosis vaksin MR secara bertahap agar efek perlindungannya maksimal.

    Imunisasi MR dosis pertama akan diberikan di usia 9 bulan. Kemudian, imunisasi dosis kedua akan diberikan pada rentang usia 15-18 bulan dan dosis ketiga diberikan saat si Kecil berusia usia 5-7 tahun. 

    Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

    Apakah Bayi yang Sudah Kena Campak Masih Perlu Imunisasi?

    Bayi yang pernah terinfeksi campak juga sebaiknya tetap mendapatkan imunisasi vaksin MR susulan untuk memperkuat sistem imun tubuh.

    Apabila sampai usia 12 bulan si Kecil belum mendapatkan imunisasi MR, ia bisa mendapatkan vaksin MMR. 

    Semoga artikel ini membantu untuk menjawab pertanyaan Mama dan Papa terkait campak pada bayi!

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Kids Health Info : Measles. (2025). Rch.org.au. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Measles/
    2. Measles: Rash, Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. (2017, May 23). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8584-measles
    3. ‌CDC. (2026, January 12). Measles Symptoms and Complications. Measles (Rubeola). https://www.cdc.gov/measles/signs-symptoms/index.html
    4. Pregnancy Birth Baby Editorial Team. ‌(2025, August 29). Measles in babies and children. Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/measles-in-babies-and-children
    5. Childrens Hospital of Philadelphia Editorial Team. Measles Quarantine for those with suspected measles. ‌https://www.chop.edu/sites/default/files/chop-guidance-measles-isolation-pui.pdf
    6. CDC. (2025, November 24). Clinical Overview of Measles. Measles (Rubeola). https://www.cdc.gov/measles/hcp/clinical-overview/index.html
    7. IDAI | Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. (2024). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun
    8. ‌What you need to know about measles. (2022). Unicef.org. https://www.unicef.org/southafrica/parents-frequently-asked-questions-measles
    9. CDC. (2020, November 5). Measles Signs and Symptoms. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/measles/symptoms/signs-symptoms.html
    10. CDC. (2022, November 28). Measles Complications. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/measles/symptoms/complications.html
    11. IDAI | Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2023. (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai
    12. IDAI | Tanya Jawab Campak dan MMR. (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-campak-dan-mmr
    13. IDAI | Apakah Infeksi Campak? (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apakah-infeksi-campak
    14. Measles (Holistic) – Health Information Library | PeaceHealth. (2015). Peacehealth.org. https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-3572006
    15. Measles (Holistic) – Health Information Library | PeaceHealth. (2015). Peacehealth.org. https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-3572006
    16. A preventable disease that’s on the rise-Measles - Diagnosis & treatment - Mayo Clinic. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/diagnosis-treatment/drc-20374862
    17. How to Clear a Baby’s Stuffy Nose. Parents. (2014) https://www.parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/how-to-clear-babys-nose/
    18. NHS Choices. (2024). Measles. https://www.nhs.uk/conditions/measles/
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun