Radang tenggorokan pada anak umumnya terjadi karena infeksi virus, bakteri, serta bisa dipicu dari asap dan alergi. Penting untuk Mama mengenali penyebab, gejala, hingga cara tepat mengatasi radang tenggorokan!
Gejala Radang Tenggorokan pada Anak
Radang tenggorokan (faringitis) muncul dengan keluhan ringan hingga berat yang mengganggu. Gejalanya dapat berbeda pada tiap anak, tapi umumnya ini ciri-ciri radang tenggorokan pada anak adalah:
- Sakit tenggorokan.
- Kesulitan atau sakit saat menelan.
- Suara mulai menghilang atau serak.
- Anak demam.
- Batuk.
- Badan menggigil.
- Sakit kepala.
- Telinga terasa nyeri.
- Sakit perut hingga mual dan muntah
- Amandel menjadi bengkak dan memerah.
- Pembengkakan di dinding tenggorokan disertai kemerahan.
- Rasa pegal di seluruh badan.
- Sesak napas, hidung tersumbat, atau mendengkur.
- Terkadang muncul bintik-bintik putih di bagian dalam mulut paling dekat dengan tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak
Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh infeksi maupun faktor lingkungan. Berikut beberapa penyebab radang tenggorokan pada anak yang paling sering terjadi:
- Infeksi virus, seperti influenza, adenovirus, rhinovirus, coronavirus, dan Epstein-Barr virus (EBV), merupakan penyebab paling umum.
- Infeksi bakteri, terutama Streptococcus Group A atau strep throat.
- Iritasi lingkungan, seperti paparan asap rokok, polusi, debu, AC terlalu dingin, atau udara kering.
- Alergi terhadap debu, tungau, bulu hewan, atau makanan tertentu dapat memicu radang tenggorokan tanpa infeksi.
- Suara berlebihan atau terlalu sering berteriak, yang membuat otot tenggorokan tegang dan mudah mengalami iritasi.
Baca Juga: Mimisan pada Anak: Penyebab dan Pertolongan Pertamanya
Perlukah Antibiotik untuk Mengobati Radang Tenggorokan pada Anak?
Radang tenggorokan anak akibat infeksi virus tidak memerlukan antibiotik. Cukup fokus pada pereda gejala seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri.
Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus Group A (strep throat), maka antibiotik diperlukan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Namun, pemberiannya harus berdasarkan diagnosis dokter.
Mama perlu ingat, antibiotik tidak boleh diberikan tanpa resep dokter, karena penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan efek samping pada anak.
Obat Radang Tenggorokan Alami untuk Anak yang Aman & Mudah Dilakukan
Meski kebanyakan kasus radang tenggorokan dapat sembuh sendirinya, Mama dapat lakukan hal-hal berikut untuk meredakan gejala dan infeksi, serta mencegah komplikasi:
1. Air Hangat
Minum air mineral yang cukup penting untuk menjaga hidrasi tubuh saat anak mengalami radang tenggorokan.
Jika kekurangan cairan atau dehidrasi, tenggorokan akan semakin kering, sehingga terasa makin sakit. Agar tenggorokan tetap lembap, pastikan anak minum air setiap 15–20 menit.
Air hangat membantu mengurangi iritasi dan mengencerkan lendir, sehingga tenggorokan terasa lebih lega dan nyaman saat menelan.
2. Madu
Madu memiliki sifat antibakteri dan antiradang alami yang membantu meredakan iritasi tenggorokan dan mengurangi batuk, termasuk batuk malam yang membuat anak sulit tidur nyenyak.
Mama bisa memberikan madu jika si Kecil sudah berusia 1 tahun ke atas. Cukup campurkan 1 sdt madu dengan air hangat atau bisa juga dicampurkan dengan lemon untuk mendapat khasiat ganda.
3. Minuman Lemon Hangat
Air lemon adalah obat radang tenggorokan untuk anak yang ampuh, karena kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya yang dapat melawan peradangan.
Mama bisa mencampur 1–2 tetes lemon dengan setengah gelas air hangat. Pastikan lemon tidak terlalu banyak agar tidak terlalu asam dan tetap nyaman di tenggorokan si Kecil.
4. Teh Chamomile
Teh chamomile dapat membantu mengobati radang tenggorokan pada anak. Ini karena teh chamomile memiliki efek menenangkan dan antiradang, yang penting untuk penyembuhan.
Tak seperti teh lainnya, teh chamomile juga bebas kafein, sehingga diklaim lebih aman untuk anak.
5. Jahe Hangat
Bukan sekadar menghangatkan tubuh, jahe memiliki efek antibakteri dan antiradang yang ampuh sebagai obat radang tenggorokan untuk anak.
Mama bisa membeli teh jahe dan menyeduhnya dengan air panas dan ditambahkan madu, atau membuat seduhan sendiri dari potongan jahe segar. Gunakan irisan tipis jahe agar tidak terlalu pedas.
6. Sup Ayam Hangat
Saat si Kecil sulit makan karena sakit tenggorokan, semangkuk sup ayam hangat bisa jadi pilihan makanan yang tepat.
Sup ayam dikenal sebagai superfood saat infeksi karena membantu menghidrasi tubuh, melembutkan tenggorokan, dan memberi elektrolit yang mendukung daya tahan tubuh selama pemulihan.
7. Yoghurt
Yoghurt bisa bantu mengobati radang tenggorokan pada anak, karena mengandung probiotik yang dapat membersihkan usus dari bakteri dan mendukung sistem kekebalan tubuh (gut-immunity).
Sistem kekebalan tubuh yang baik bekerja lebih cepat melawan infeksi penyebab radang, sehingga efektif mempercepat penyembuhan.
Baca Juga: 6 Gejala Tipes pada Anak dan Pengobatannya
8. Pisang
Tenggorokan sakit bisa bikin anak susah menelan. Nah, makanan lembut dan mudah ditelan seperti pisang bisa jadi pilihan makanan yang tepat.
Apalagi, pisang mengandung ragam vitamin dan mineral, seperti kalium, vitamin C, dan vitamin B6, yang penting untuk proses pemulihan.
9. Air Kelapa
Mama bisa memberikan air kelapa sebagai obat radang tenggorokan untuk anak yang alami.
Air kelapa mengandung elektrolit alami yang dapat menghidrasi tubuh, yang penting untuk pemulihan dari sakit. Cairan ini juga membantu mengurangi rasa lelah saat anak sedang tidak enak badan.
10. Peppermint Steam (Uap Hangat)
Tidak selalu dengan makanan atau minuman, mengobati radang tenggorokan pada anak juga bisa menggunakan uap hangat yang dicampur dengan minyak esensial, seperti minyak peppermint.
Selain hangat dari uap, peppermint membantu melegakan saluran napas, mengurangi peradangan dan nyeri, serta memberi sensasi lega di tenggorokan.
11. Kompres Hangat pada Leher
Ma, coba berikan kompres hangat pada leher si Kecil yang sedang radang tenggorokan.
Kompres hangat membantu mengurangi nyeri lokal dengan merelaksasi otot dan meningkatkan aliran darah di area tenggorokan. Cara ini aman sebagai terapi pendamping agar anak merasa lebih nyaman.
12. Nyalakan Humidifier
Berlama-lama berada di ruangan kering, termasuk akibat AC, berisiko membuat radang tenggorokan semakin parah.
Menyalakan alat pelembap udara atau humidifier di kamar bisa menjadi solusi ampuh.
Penggunaan alat ini dapat bantu menjaga kelembapan udara di dalam kamar, sehingga dapat mengurangi intensitas batuk yang dialami dan meminimalkan iritasi tenggorokan.
13. Kumur Air Garam (Anak >5 tahun)
Cara mengobati radang tenggorokan pada anak bisa dengan meminta si Kecil berkumur air garam. Air garam membantu mengurangi pembengkakan dan bakteri penyerta di tenggorokan.
Mama bisa melarutkan sekitar ½ sendok teh garam ke dalam gelas berisi air hangat, lalu minta ia berkumur setiap 3 jam. Pastikan si Kecil sudah bisa berkumur, jika ingin memberikan larutan ini ya, Ma.
14. Istirahat Cukup
Pastikan si Kecil beristirahat dan tidur yang cukup saat sedang radang tenggorokan. Tidur membantu sistem imun bekerja lebih optimal melawan infeksi, sehingga bisa pulih lebih cepat.
Spesialis Kedokteran Keluarga dari Cleveland Clinic menyarankan untuk meninggikan bantal saat tidur, karena berbaring telentang dapat menekan belakang tenggorokan dan memicu pembengkakan.
15. Hindari Gorengan dan Minuman Dingin
Selain menggunakan obat radang tenggorokan untuk anak di atas, hindari juga makanan dan minuman yang bisa memperparah iritasi tenggorokan dan memperlambat pemulihan.
Beberapa di antaranya makanan berminyak seperti gorengan dan minuman sangat dingin. Lebih baik pilih makanan lembut dan hangat agar tenggorokan lebih nyaman.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Radang tenggorokan bisa membaik dengan perawatan rumahan. Namun, ada kondisi tertentu yang menandakan si Kecil perlu segera diperiksa dokter agar tidak terjadi komplikasi, seperti:
- Demam tinggi >38,5°C lebih dari 72 jam.
- Anak tidak bisa menelan sama sekali.
- Air liur keluar terus.
- Kesulitan bernapas atau sesak.
- Ada bercak putih tebal pada amandel.
- Leher tampak bengkak.
- Anak terlihat sangat lemas (tanda dehidrasi).
- Muntah berulang.
- Radang tenggorokan tidak membaik dalam 2 hari.
Tenggorokan si Kecil yang sakit sering kali membuatnya menangis. Cari solusi terbaik untuk atasi tangis si Kecil yang berkepanjangan langsung di Health Immune Checker. Sebab, tangisan bayi yang tak kunjung berhenti bisa menandakan masalah kesehatan tertentu. Tak perlu khawatir, karena setiap opsi penanganannya sudah diverifikasi oleh dokter ahli!
Baca Juga: Ciri-Ciri DBD pada Anak Berdasarkan Fase dan Tanda Bahayanya
Cara Mencegah Radang Tenggorokan pada Anak
Ma, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Menerapkan gaya hidup sehat pada anak sehari-hari bisa membantu melindunginya dari radang tenggorokan dan infeksi berulang. Berikut beberapa cara mencegahnya:
- Cuci tangan setiap pulang dari luar rumah.
- Jaga sirkulasi udara di rumah.
- Jauhkan anak dari asap rokok.
- Penuhi nutrisi harian yang seimbang.
- Lengkapi vaksinasi sesuai jadwal.
- Pastikan anak cukup tidur.
Semoga cara-cara alami di atas membantu Mama mengobati radang tenggorokan pada si Kecil, sekaligus mencegahnya semakin parah.
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
