Olahraga anak yang efektif meliputi aktivitas kardio dan penguatan otot seperti berenang, bersepeda, sepak bola, dan senam, sesuai usia anak. Aktivitas ini penting untuk kesehatan fisik, motorik, mental, dan sosial. Anak usia 1-5 tahun dianjurkan bergerak aktif sepanjang hari.
Perlukah Anak Usia Dini Berolahraga?
Pada usia dini, olahraga sebaiknya dipandang sebagai aktivitas bermain aktif yang menyenangkan. Artinya, olahraga anak tidak harus selalu berbentuk aktivitas fisik yang terstruktur atau kompetitif dengan aturan baku.
Selama si Kecil mau menggerakkan tubuh dengan melompat, berlari, atau menjaga keseimbangan, ia akan mendapat manfaat kebugaran dan kekuatan tubuh yang sama seperti berolahraga.
Pastikan Mama dan Papa menerapkan prinsip utama olahraga untuk anak, yakni aman, menyenangkan, sesuai usia dan tahap perkembangan, serta dilakukan tanpa paksaan.
Mengapa Olahraga Penting untuk Anak?
Aktivitas fisik bukan hanya bergerak tanpa tujuan. Berikut berbagai manfaat olahraga bagi anak-anak untuk dukung tumbuh kembangnya:
- Mengurangi risiko obesitas pada anak.
- Mengurangi risiko penyakit pembuluh darah.
- Membantu tulang dan otot untuk tumbuh dengan baik.
- Meningkatkan keterampilan bergerak.
- Meningkatkan kemampuan sosial.
- Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.
- Meningkatkan kemampuan problem solving.
- Meningkatkan kepercayaan percaya diri.
- Meningkatkan suasana hati menjadi lebih ceria.
- Meningkatkan kualitas tidur.
- Menjadikan anak terbiasa dengan gaya hidup aktif.
- Meningkatkan fokus dan daya ingat.
- Menurunkan risiko depresi.
- Menjaga kadar gula darah normal.
Baca juga: 7 Permainan yang Mengasah Otak untuk Anak 1-3 Tahun
Berapa Lama Anak Perlu Olahraga Setiap Hari?
Menurut IDAI, anak dianjurkan aktif bergerak minimal 60 menit per hari dengan aktivitas yang bervariasi dan menyenangkan. Jika belum mampu, durasi dapat dibagi menjadi beberapa sesi, seperti 2×30 menit atau 4×15 menit.
Aktivitas fisik anak tidak harus berupa olahraga berat, tetapi bisa melalui bermain aktif sehari-hari. Kombinasikan gerak aerobik, latihan kekuatan ringan, dan latihan keseimbangan agar tubuh terlatih secara menyeluruh.
Contohnya, anak dapat bermain kejar-kejaran, bersepeda atau bermain bola, lalu melompat, memanjat, atau menari. Variasi aktivitas lebih penting daripada satu jenis olahraga agar anak tidak cepat bosan dan semua otot terlatih.
Jenis Olahraga Anak yang Dianjurkan
Sebenarnya ada banyak sekali olahraga menyenangkan yang dapat dilakukan si Kecil di rumah. Berikut daftarnya:
1. Crab Walking
Crab walking adalah aktivitas bermain dengan posisi tangan di belakang tubuh dan lutut ditekuk. Instruksikan si Kecil mengangkat bokong lalu berjalan menggunakan tangan dan kaki seperti kepiting.
Gerakan ini bisa dimulai dari posisi duduk, lalu meletakkan tangan ke belakang dan menahan tubuh beberapa detik. Jika sudah kuat, ajak si Kecil berjalan kepiting ke berbagai arah agar lebih menantang dan seru.
Crab walking efektif melatih kekuatan tangan, bahu, dan otot inti tubuh. Aktivitas ini juga membantu anak mengenali posisi tubuh, meningkatkan fokus, dan menyalurkan energi secara positif.
2. Lompat Trampolin
Melompat di atas trampolin jelas sangat menyenangkan! Apalagi jika trampolin diletakkan di halaman belakang.
Sembari melompat riang si Kecil akan merasakan angin berhembus dan mendapatkan asupan vitamin D jika bermain antara pukul 10.00-15.00.
Selain asupan vitamin D, dengan bermain trampolin si Kecil akan memiliki otot inti, kaki, punggung, dan pantat yang lebih kuat. Kemampuan si kecil untuk menyeimbangkan tubuh juga akan meningkat dengan bermain trampolin.
3. Balancing Bike
Yuk, ajak si Kecil bermain balance bike di taman sebagai aktivitas seru dan menyehatkan. Balance bike merupakan olahraga yang sangat dianjurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Bermain balance bike melatih otot kaki, motorik kasar, serta keseimbangan dan koordinasi tubuh. Kemampuan ini penting dan tidak didapatkan dari tricycle atau sepeda dengan roda bantu.
Balance bike cocok untuk anak usia 2–5 tahun, pastikan selalu menggunakan helm serta pelindung siku dan lutut. Olahraga ini juga membantu anak lebih mudah belajar sepeda roda dua di kemudian hari.
Baca juga: 5 Cara Belajar Mengenal Huruf yang Efektif untuk Anak 1-3 Tahun
4. Balap Scooter
Balap scooter adalah cara yang menyenangkan untuk bergerak aktif dan melatih keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan si Kecil.
Mama dapat mengajak anak untuk berlatih bermain scooter baik outdoor atau indoor sebelum nantinya melakukan balap scooter dengan teman-teman sebayanya atau anggota keluarga lain.
Agar permainan semakin seru, Mama dapat membuat berbagai rintangan dari pita, botol bekas, atau cone block mini.
5. Senam Gimnastik
Gimnastik bisa menjadi pilihan olahraga anak yang seru untuk membantu melatih kelincahan, kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh. Lewat gerakan sederhana, anak belajar mengenal dan mengontrol tubuhnya sendiri.
Agar aman, sediakan playmat empuk supaya anak nyaman saat berguling atau melompat. Tambahkan musik agar suasana lebih menyenangkan dan anak semakin semangat bergerak..
Mama bisa ikut mencontohkan gerakan ringan atau memutar video gimnastik sebagai panduan. Tetap dampingi si Kecil dan bantu jika ada gerakan yang berisiko agar anak terhindar dari cedera.
6. Sepatu Roda
Sepatu roda adalah kegiatan bermain yang seru dan membuat anak aktif bergerak tanpa cepat lelah. Permainan ini bisa dilakukan di area datar seperti halaman rumah atau lapangan, bahkan dibuat lebih seru dengan lintasan sederhana.
Bermain sepatu roda membantu melatih keseimbangan, koordinasi, dan kontrol gerak tubuh anak. Aktivitas ini juga memperkuat otot, meningkatkan stamina, dan menjaga tubuh tetap lentur.
Sebagai awalan, Mama bisa pilihkan quad skate (sepatu roda 4 kotak; dua di depan, dua di belakang, mirip roda mobil). Agar aman, pastikan juga si Kecil memakai helm serta pelindung siku dan lutut.
7. Kejar-kejaran
Berlari sangat menyenangkan untuk anak. Mama bisa mengajak si Kecil berlarian di halaman rumah untuk lomba kecil atau sekadar bermain bersama.
Meski kelihatannya sederhana, berlari membantu melatih motorik kasar, kekuatan punggung, daya tahan tubuh, serta koordinasi gerak anak. Lomba lari juga mengajarkan persaingan sehat dan tujuan yang ingin dicapai.
Jika dilakukan di atas rumput, biarkan si Kecil berlari tanpa alas kaki untuk menstimulasi saraf telapak kaki. Stimulasi ini bermanfaat bagi perkembangan otak dan keseimbangan tubuh anak.
8. Berenang
Berenang adalah olahraga kardio yang menyenangkan dan tidak membuat anak cepat lelah. Jika dilakukan rutin, aktivitas ini dapat membantu mendukung pertumbuhan tinggi badan.
Gerakan tangan dan kaki yang terkoordinasi juga membantu mengoptimalkan kerja otak kanan dan kiri, sehingga membantu meningkatkan kemampuan kognitif.
Koordinasi gerakan tangan dan kaki saat berenang menstimulasi kerja otak kanan dan kiri. Hal ini turut membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak.
Berenang juga melibatkan hampir seluruh otot tubuh sehingga memperkuat otot, jantung, dan paru-paru untuk mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Baca juga: Manfaat Sensory Play untuk Anak dan Ide Permainannya
9. Sepak Bola
Mama memiliki halaman belakang rumah yang luas? Yuk, undang teman-teman si Kecil untuk main sepak bola bersama. Tak perlu sampai 11 orang, bermain dalam tim kecil masing-masing 3–5 anak sudah cukup seru dan menyenangkan.
Saat bermain sepak bola, si Kecil akan aktif bergerak seperti berlari, melompat, menggiring, dan menendang bola sambil berinteraksi dengan teman. Aktivitas ini membantu melatih koordinasi tubuh dan kebugaran secara alami.
Selain menyehatkan, sepak bola juga mengembangkan kerja sama tim, konsentrasi, dan ketekunan. Keberhasilan bermain bersama teman turut meningkatkan kepercayaan diri dan pembentukan karakter anak.
10. Bulu Tangkis
Bulu tangkis tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan aktivitas fisik 60 menit per hari, tapi juga melatih motorik halus dan kasar anak. Si Kecil belajar menggenggam raket dengan kuat sambil mengarahkan pukulan ke shuttlecock.
Olahraga ini melatih koordinasi mata dan tangan karena anak perlu memperkirakan arah datangnya shuttlecock. Gerakan menangkis, melompat, dan berlari turut memperkuat motorik kasarnya.
Tak hanya untuk fisik, badminton juga bermanfaat bagi perkembangan otak. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, regulasi emosi, dan daya ingat anak.
Baca juga: 7 Cara Efektif Belajar Bahasa Inggris Dasar untuk Anak
Tips Aman Mendampingi Anak Berolahraga
Supaya aktivitas fisik anak berlangsung aman dan nyaman, Mama bisa menerapkan beberapa tips berikut:
- Lakukan olahraga atau aktivitas fisik yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
- Mulailah olahraga baru secara perlahan dan tingkatkan sedikit demi sedikit.
- Hindari paksaan dan kompetisi berlebihan.
- Jadikan olahraga sebagai aktivitas bermain yang positif.
- Gunakan alat pelindung seperti helm, pelindung lutut, atau siku sesuai jenis olahraga.
- Jadilah role model, dampingi dan beri contoh gaya hidup aktif agar anak termotivasi bergerak.
Aktivitas fisik yang rutin memberi banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil, Ma. Manfaat ini akan semakin optimal jika olahraga diimbangi dengan asupan gizi yang seimbang. Jadi, selain stimulasi lewat gerak, pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dari makanan bergizi dan susu pertumbuhan.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win".
Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
