Trombosit adalah komponen darah yang penting dalam proses pembekuan darah dan melawan infeksi. Rentang trombosit normal anak umumnya di kisaran 150.000–450.000 sel per mikroliter (mcL) darah. Jika trombosit anak rendah, penyebab umumnya adalah infeksi virus DBD, campak, atau hepatitis.
Berapa Trombosit Normal Anak?
Nilai trombosit normal anak berkisar di angka 150.000-400.000 trombosit per mikroliter (mcL) darah. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa kadar normal trombosit bisa berada di kisaran 250.000 sampai 450.000 per mikroliter darah.
Ini adalah acuan umum. Rentang normalnya bisa sedikit berubah tergantung kondisi anak.
Trombosit berfungsi untuk membantu menghentikan perdarahan dan mempercepat perbaikan jaringan saat terjadi luka. Trombosit juga mendukung sistem imun dengan mengenali patogen dan memicu respons pertahanan tubuh.
Baca Juga: 10 Penyebab Anak Gampang Sakit
Pemeriksaan untuk Mengetahui Nilai Trombosit Anak
Pemeriksaan jumlah trombosit biasanya dilakukan melalui Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count/CBC) di laboratorium. Jika diperlukan pemeriksaan lebih detail, dapat dilakukan tes tambahan seperti apusan darah tepi atau tes agregasi trombosit.
- CBC (Complete Blood Count). Mengukur jumlah trombosit serta melihat komponen darah lainnya untuk menilai kondisi umum kesehatan anak.
- Peripheral blood smear (PBS). Memeriksa sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit untuk mengetahui adanya gangguan tertentu. Tes ini umumnya dilakukan bersama dengan CBC.
- Tes pembekuan darah (PT & aPTT). Membantu menilai seberapa cepat darah membeku dan jika ada faktor yang menghambat pembekuan.
- Biopsi sumsum tulang. Sedikit sampel sumsum tulang diambil untuk melihat kondisi sel-sel yang bertugas memproduksi trombosit.
- Tes genetik. Bertujuan untuk melihat apakah ada mutasi gen tertentu yang membuat fungsi trombosit tidak normal.
Jika hasil tes di luar rentang normal, segera konsultasikan ke dokter anak untuk mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
Trombosit Anak 140.000 Apakah Normal?
Tidak. Trombosit agak rendah, yakni sekitar 130.000-150.000, umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus demam berdarah, campak, dan hepatitis.
Waktu yang dibutuhkan agar jumlah trombosit kembali normal dapat berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahan infeksi. Trombosit normal anak bisa mulai meningkat dalam 3-4 hari, lalu kembali normal dalam 7-10 hari.
Untuk kasus yang parah seperti DBD, pemulihan mungkin butuh waktu lebih lama. Selama tidak ada gejala perdarahan sebenarnya aman, tapi anak tetap perlu dipantau berkala.
Apa yang Terjadi jika Trombosit Rendah pada Anak?
Trombosit anak dianggap rendah jika jumlahnya di bawah 150.000 per mikroliter. Kondisi ini disebut trombositopenia. Penyebab trombosit rendah pada anak yang paling umum adalah infeksi virus, seperti DBD, campak, dan hepatitis.
Faktor lain yang dapat memicu nilai trombosit anak turun mencakup kemoterapi, reaksi obat, leukemia, kelainan sumsum tulang, penyakit autoimun lupus atau purpura trombositopenia imun (ITP), serta kondisi genetik tertentu.
Anak dengan trombosit rendah biasanya menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Mudah memar
- Gusi sering berdarah
- Perdarahan dari luka ringan atau mimisan yang sulit berhenti
- Bintik merah atau ungu kecil (petekie)
- Bintik ungu mirip memar (purpura)
- Darah pada muntahan, urine, atau feses
- Anak tampak pucat atau mudah lemas
Jika tidak segera ditangani, trombosit rendah dapat menyebabkan perdarahan luar maupun dalam, termasuk di lambung, usus, ginjal, hingga otak, serta berpotensi menimbulkan syok pada kasus DBD.
Efeknya bisa berbahaya, terutama bila trombosit turun di bawah 100.000 per mikroliter karena proses pembekuan darah menjadi sangat terganggu.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit
Apa Artinya Jika Trombosit Anak Tinggi?
Trombosit tinggi pada anak (trombositosis) terjadi ketika kadar trombosit mencapai ≥400.000 per mikroliter, biasanya disebabkan kekurangan zat besi, anemia, penyakit sumsum tulang, kehilangan darah, infeksi, kanker, arthritis rheumotoid, atau efek obat.
Nilai trombosit tinggi pada anak seringkali tidak menunjukkan tanda atau gejala. Namun, bila nilai trombosit anak tergolong sangat tinggi, maka akan muncul ciri yang berkaitan dengan pembekuan darah, seperti:
- Sakit kepala.
- Kebingungan atau perubahan bicara.
- Nyeri dada.
- Sesak napas dan mual.
- Lemah.
- Nyeri seperti terbakar di tangan atau kaki.
Risiko trombosit tinggi bergantung pada penyebabnya. Jika dipicu infeksi, trombosit biasanya turun kembali setelah sembuh. Bila terkait kelainan darah atau faktor genetik, risikonya meningkat karena tubuh lebih rentan mengalami pembekuan berlebihan.
Pada kondisi tertentu, pembekuan darah yang berlebihan dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung, meski kasus seperti ini jarang terjadi pada anak.
Baca Juga: Penyebab Anak Demam Naik Turun dan Cara Tepat Meredakannya
Cara Menjaga Trombosit Normal pada Anak
Nilai trombosit normal anak bisa menentukan kondisi kesehatannya, Ma. Itu sebabnya, penting untuk menjaga agar jumlahnya optimal, dengan cara berikut:
1. Penuhi Vitamin Pendukung Produksi Trombosit
Tahukah Ma, sayuran hijau, hati sapi, kubis, dan beras kaya folat dan vitamin B penting untuk membantu tubuh memproduksi sel darah sehat, termasuk trombosit?
Vitamin B12 juga berperan besar dalam menjaga jumlah trombosit tetap normal. Kekurangan vitamin B12 bisa menurunkan produksi trombosit pada anak.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12, anak bisa mengonsumsi telur, ikan salmon, tuna, daging sapi, hati sapi, atau susu fortifikasi. Mama bisa optimalkan jumlah trombosit dalam tubuh anak dari sumber makanan ini.
2. Makanan Penunjang Imun dan Sumsum Tulang
Makanan sumber vitamin C, seperti jeruk, kiwi, stroberi, nanas, dan lainnya, membantu meningkatkan daya tahan tubuh yang mendukung produksi sel darah yang sehat.
Ada pula pepaya dan kurma yang mengandung antioksidan guna melawan infeksi dan mengurangi peradangan. Kandungan nutrisinya ikut menjaga fungsi sumsum tulang agar tetap optimal.
Agar asupan si Kecil semakin optimal, Mama juga bisa berikan ikan berlemak seperti salmon, tuna, atau kembung dengan kandungan omega-3 tinggi. Sumber makanan ini juga dapat membantu menjaga sistem imun anak.
3. Jaga Pola Hidup Sehat
Istirahat yang cukup membantu tubuh memperbaiki sel-sel dan menjaga produksi trombosit. Sebaliknya, kurang tidur dapat melemahkan imun sehingga anak lebih rentan terkena infeksi.
Pastikan anak juga cukup minum agar tubuh tetap terhidrasi dan sirkulasi darah berjalan lancar ya, Bu. Hindari pemberian obat pereda nyeri tertentu tanpa anjuran dokter karena bisa menurunkan trombosit.
Jangan lupa ajarkan juga si Kecil untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan guna mencegah infeksi virus yang dapat memengaruhi naik turunnya kadar trombosit.
Kapan Harus ke Dokter?
Nilai trombosit anak yang tidak berada di rentang normal tidak boleh disepelekan. Segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter bila jumlah trombosit anak di bawah 100.000 mikroliter disertai gejala berikut:
- Mengalami cedera kepala.
- Nyeri kepala berat (dicurigai perdarahan otak).
- Perdarahan dari mulut, gusi, atau tenggorokan.
- Mimisan yang berlangsung lebih dari 15 menit dan tidak kunjung membaik.
- Batuk darah.
- Banyak petekie (bintik merah).
- BAB atau BAK berdarah.
- Anak tampak lemas atau pucat.
Kecurigaan munculnya gejala DBD juga perlu segera diperiksakan ke dokter. Mama mungkin bertanya-tanya, anak dikatakan DBD jika trombosit berapa?
Anak dikatakan DBD jika nilai trombosit turun hingga di bawah normal, yakni kurang dari 150.000 mikroliter.
Sudah tahu pentingnya trombosit normal pada anak, kan Ma? Jadi, waspadai ketidaknormalannya lewat gejala-gejala yang ditunjukkan si Kecil, ya!
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
