BAB pada bayi baru lahir dapat berbeda-beda, tergantung usia serta jenis susu yang dikonsumsinya. Dalam 1–3 hari pertama setelah lahir, bayi biasanya mengeluarkan mekonium, yaitu feses berwarna hijau kehitaman dengan tekstur kental dan lengket. Setelah fase ini, frekuensi BAB bayi yang mendapatkan ASI umumnya berkisar 4–12 kali per hari, sedangkan bayi dengan kondisi tertentu yang disaranakan mengonsumsi susu formula oleh tenaga ahli biasanya BAB sekitar 1–4 kali sehari. Seiring waktu, warna feses akan berubah menjadi kuning keemasan seperti mustard atau cokelat muda, yang masih termasuk kondisi normal.
Seperti Apa Kotoran Bayi Baru Lahir yang Normal?
Feses bayi baru lahir yang sehat berwarna hitam gelap atau kehijauan, dengan tekstur lengket dan kental yang disebut mekonium. Mekonium keluar dalam rentang waktu 24–28 jam setelah bayi lahir.
Setelah mendapatkan ASI, kotoran bayi akan berwarna hijau atau kekuningan dan teksturnya lebih cair. Umumnya, bayi baru lahir hingga usia 6 minggu BAB 2–5 kali sehari.
Tiap bayi bisa memiliki kotoran yang berbeda, tergantung usia dan asupannya.
Perubahan Kotoran Bayi Baru Lahir dari Hari ke Hari
Feses bayi yang sehat berubah seiring bertambahnya usia dan asupan yang dikonsumsi. Berikut penjelasannya.
1. Hari 1–2: Mekonium (Hitam Kehijauan)
Kotoran bayi baru lahir yang keluar pertama kali disebut mekonium. Teksturnya lengket seperti aspal. Pup hitam bayi baru lahir ini berasal dari sisa cairan ketuban yang tertelan selama berada dalam kandungan.
Kemunculan mekonium bayi berarti usus bekerja optimal. Bila mekonium tidak keluar hingga 48 jam setelah lahir, bayi mungkin mengalami kelainan usus, penyumbatan usus, infeksi berat, hingga gangguan saraf usus besar.
2. Hari 3–5: Fase Transisi
Setelah berusia 3–5 hari, kotoran bayi baru lahir berubah menjadi feses transisi. Warna kotoran berubah menjadi lebih terang, dari hitam gelap ke cokelat atau kuning kehijauan.
Tekstur kotoran bayi berubah menjadi lebih lembut. Baunya pun relatif lembut, tidak menyengat tajam.
Kotoran bayi berubah karena bayi mulai mencerna ASI.
3. Setelah 1 Minggu
Memasuki usia 7 hari ke atas, kotoran bayi baru lahir pun berubah cukup drastis. Bahkan, ada perbedaan jelas antara bayi yang mengonsumsi ASI dan susu formula.
Perbedaan ini muncul karena ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula. Hal ini memengaruhi warna, tekstur, frekuensi, hingga bau feses.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Merawat Bayi Baru Lahir (0–1 Bulan)
Arti Warna Kotoran Bayi Baru Lahir
Untuk mempermudah memahami ciri-ciri warna kotoran bayi yang sehat, perhatikan tabel berikut.
|
Warna BAB |
Arti |
Normal/Tidak |
|
Hitam |
Mekonium |
Normal |
|
Hijau |
Transisi |
Normal |
|
Kuning mustard |
Bayi ASI |
Normal |
|
Cokelat |
Bayi susu formula |
Normal |
|
Merah |
Bisa adanya darah |
Perlu dokter |
|
Putih pucat |
Gangguan hati atau empedu |
Kondisi Darurat |
|
Abu-abu |
Masalah pencernaan |
Perlu evaluasi |
Perbedaan Kotoran Bayi ASI dan Susu Formula
Kotoran bayi baru lahir akan berubah secara bertahap setelah mengonsumsi ASI atau susu formula. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, tetapi menandakan kotoran bayi yang sehat.
1. BAB Bayi ASI
Feses bayi yang konsumsi ASI umumnya berwarna kekuningan seperti saus mustard, berbiji, dan bertekstur lembut atau cair. Bau feses lebih lembut karena ASI lebih mudah dicerna bayi.
Pup bayi ASI lebih sering daripada bayi susu formula, yakni sebanyak 3 kali sehari. Kondisi ini muncul karena ASI lebih mudah dicerna dan bersifat laksatif atau pelancar BAB.
2. BAB Bayi Susu Formula
Bayi yang konsumsi susu formula memiliki tekstur kotoran yang lebih padat menyerupai selai kacang dan berwarna cokelat muda hingga gelap. Feses bayi susu formula lebih bau karena susu formula dicerna lebih lama di usus.
Frekuensi pup bayi formula lebih sedikit, umumnya 2 kali sehari. Bayi yang BAB sekali seminggu juga masih dianggap normal.
Berapa Kali Bayi Baru Lahir BAB dalam Sehari?
Bayi baru lahir biasanya BAB 2–5 kali sehari. Bahkan, ada pula bayi ASI yang bisa BAB setiap habis menyusu. Bayi juga bisa BAB setiap 2 hingga 3 hari sekali.
Seluruh frekuensi ini normal dan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Frekuensi BAB juga tergantung asupan hariannya. Bayi ASI akan cenderung lebih sering BAB.
Baca juga: Tanda Bayi 1 Bulan Sehat Menurut WHO
Tanda Kotoran Bayi yang Perlu Diwaspadai
Waspada bila kotoran bayi memiliki gejala-gejala berikut:
- BAB berwarna putih pucat atau keabuan.
- BAB Berdarah.
- BAB kehitaman setelah fase mekonium selesai.
- Diare dengan BAB cair tanpa tekstur sebanyak lebih dari tiga kali sehari.
- Feses keras dan bulat-bulat seperti pelet.
- Lendir berlebihan pada feses.
- Demam.
- Tidak mau menyusu.
- Muntah.
Penyebab BAB Bayi Berubah Warna
Warna kotoran bayi baru lahir memang berubah seiring bertambahnya usia. Namun, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan perubahan warna feses. Apa saja?
1. Pengaruh ASI dan Susu Formula
Warna BAB bayi ASI lebih terang daripada bayi sufor. Pasalnya, ASI lebih mudah dicerna sehingga sisa-sisanya mudah dikeluarkan.
Nah, cairan empedu yang penting untuk mencerna lemak akan bertahan sebentar di saluran cerna. Jadi, cairan empedu tidak dipecah terlalu lama dan mempertahankan warna aslinya, yaitu kekuningan.
Sebaliknya, susu formula dicerna lebih lama sehingga cairan empedu juga diproses lama di saluran cerna. Proses ini mengubah warna cairan empedu jadi kecokelatan. Tak heran, warna feses bayi sufor lebih gelap.
2. Pengaruh MPASI
Kotoran bayi baru lahir akan berubah warna menjadi lebih gelap setelah mendapatkan MPASI di usia 6 bulan ke atas. Ini karena makanan perlu waktu lebih lama untuk dicerna sehingga warna feses berubah kecokelatan.
Beberapa makanan alami dengan warna terang, seperti stroberi, buah bit, ceri, atau tomat, bisa membuat feses berwarna merah. Kondisi ini umum terjadi bila bayi BAB lebih sering.
3. Pengaruh Obat atau Vitamin
Warna kotoran bayi yang sehat pun bisa dipengaruhi asupan obat atau vitamin. Berikut daftar kandungan yang mengubah warna feses bayi.
- Obat-obatan berwarna merah, seperti amoxicillin: feses bisa tampak kemerahan.
- Suplemen zat besi: feses bayi jadi kehitaman atau kehijauan.
- Bismuth: feses bayi jadi kehitaman.
- Aluminum hydroxide atau antasida: putih keabuan.
- Barium sulfate untuk enema: putih keabuan.
Cara Menjaga Pencernaan Bayi Tetap Sehat
Agar mendapatkan tekstur, frekuensi, aroma, dan warna kotoran bayi yang sehat, Papa Mama perlu menjaga kesehatan pencernaannya. Berikut tips yang bisa dilakukan:
- ASI eksklusif: Beri ASI eksklusif selama 6 bulan berturut-turut agar saluran cerna bayi bekerja tidak terlalu berat.
- Pastikan Mama terhidrasi cukup: Kekurangan cairan bisa membuat ASI seret dan bayi kekurangan ASI.
- Perhatikan teknik menyusui: Perlekatan dan posisi tepat membantu bayi mendapatkan kolostrum untuk melancarkan BAB. Bayi pun memperoleh komposisi ASI yang seimbang untuk cegah kembung dan feses hijau.
- Perhatikan kebersihan botol: Cuci tangan sebelum menyusui dan sterilkan botol serta peralatan ASI lainnya untuk cegah bakteri jahat tertelan bayi.
- Rutin tummy time: Lakukan tummy time sebanyak 15–30 menit sehari dibagi menjadi 3–5 menit untuk melepaskan gas dan melancarkan pencernaan bayi.
- Observasi BAB: Cek feses bayi secara rutin sebagai penanda kesehatan si Kecil.
Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Dari menyusui, pola tidur, perawatan tali pusat, hingga tanda-tanda red flags yang perlu diperiksa, semua butuh panduan yang tepat.
Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Segera bawa bayi ke dokter apabila menunjukkan gejala berikut:
- Mengejan dan menangis sebelum BAB.
- Wajah memerah dan keunguan saat mengejan.
- Warna BAB putih keabuan.
- BAB hitam dan lengket setelah fase mekonium selesai.
- Demam atau disertai muntah.
- Berat badan tidak naik atau turun setiap bulan.
- BAB berdarah atau berlendir.
- Sembelit dengan tekstur feses keras dan berbentuk seperti kelereng.
- Feses bayi tampak seperti air dan keluar lebih dari 3x sehari.
Kotoran bayi baru lahir yang sehat diawali dengan hitam kehijauan yang pekat selama 24–48 jam setelah lahir. Pada usia 3–5 hari, warna feses akan berubah menjadi kuning dan bertekstur lembut.
Pastikan Mama juga terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
