Loading...
    Banner Artikel 10 Cara Mencegah Dehidrasi pada Bayi agar Tidak Kekurangan Cairan
    Kesehatan

    10 Cara Mencegah Dehidrasi pada Bayi agar Tidak Kekurangan Cairan

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 09 Juli 2026


    • Apa Itu Dehidrasi pada Bayi?
    • Tanda-Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi
    • Penyebab Bayi Dehidrasi
    • Cara Mencegah Dehidrasi pada Bayi
    • Berapa Kebutuhan Cairan Bayi per Hari?
    • Cara Mengatasi Dehidrasi pada Bayi
    • Kapan Bayi Dehidrasi Harus Dibawa ke Dokter?

    Cara mencegah dehidrasi pada bayi adalah dengan memberikan ASI atau susu formula lebih sering, terutama saat bayi demam, muntah, atau diare. Waspadai tanda dehidrasi seperti popok jarang basah, bibir kering, dan bayi tampak sangat lemas. Jika bayi sulit menyusu atau muncul tanda dehidrasi, segera periksakan ke dokter.

    Apa Itu Dehidrasi pada Bayi?

    Dehidrasi pada bayi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dari yang masuk, sehingga tubuh si Kecil tidak bisa berfungsi dengan baik. 

    Bayi lebih rentan dehidrasi daripada orang dewasa karena tubuhnya lebih cepat kehilangan cairan lewat kulit. Bayi juga sepenuhnya bergantung pada orang lain untuk mendapat minum.

    Bayi yang mendapat ASI eksklusif pun bisa mengalami dehidrasi. Jika ASI yang diterima bayi kurang, kadar natrium dalam darahnya bisa naik dan memperburuk dehidrasi. 

    Tanda-Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

    Contoh tanda bayi dehidrasi yaitu bibir kering, bayi jadi jarang ganti popok, lemas, hingga badannya dingin. Tanda yang muncul tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. 

    Tanda Dehidrasi Ringan

    Pada kasus dehidrasi ringan, tanda-tanda yang harus Mama perhatikan adalah:

    • Bibir, lidah, mulut, atau tenggorokan bayi tampak kering.
    • Urine bayi berwarna kuning tua atau cokelat.
    • Popok basahnya jadi lebih sedikit dari biasanya atau tidak sebasah biasanya.
    • Minta minum/menyusu terus karena haus.

    Tanda Dehidrasi Sedang hingga Berat

    Kalau dehidrasinya sudah bertambah parah, tandanya yaitu bayi: 

    • Tampak lemas atau kurang aktif.
    • Kulitnya pucat dan matanya tampak cekung.
    • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
    • Warna kulit menjadi kebiruan.
    • Tangan dan kakinya terasa dingin.
    • Napas lebih cepat dari biasanya.
    • Detak jantung bayi lebih cepat dari biasanya.
    • Rewel, sangat mengantuk, atau sulit dibangunkan.
    • Tidak pipis sama sekali (popoknya tidak basah sama sekali).
    • Ubun-ubun bayi cekung.
    • Kejang.

    Namun, perlu diketahui bahwa ubun-ubun bayi cekung tapi tidak dehidrasi juga bisa terjadi, misalnya karena posisi tubuh, bentuk kepala, atau variasi normal pada beberapa bayi. 

    Jika ubun-ubun cekung disertai tanda bayi dehidrasi di atas, segera diperiksakan ke dokter. Jangan pula ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya kami di bidang kesehatan dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

    Perbedaan Frekuensi Pipis Normal Berdasarkan Usia Bayi

    Frekuensi pipis dipengaruhi usia dan berat badan bayi. Misalnya bayi baru lahir dengan berat sekitar 3,4 kg biasanya mengeluarkan sekitar 10-15 ml urine per jam, atau 30-45 ml dalam 3 jam.

    Jadi, rata-rata frekuensi pipis normal berdasarkan usia bayi adalah: 

    • Hari pertama: setidaknya 1 popok basah.
    • Hari kedua: sekitar 2 popok basah.
    • Usia 3–5 hari: sekitar 3–5 popok basah per hari.
    • Usia 1 minggu ke atas: sekitar 6–8 popok basah per hari.

    Bagi Mama, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah apakah bayi buang air kecil secara teratur dan popoknya terasa basah seperti biasanya.

    Penyebab Bayi Dehidrasi

    Karena belum banyak beraktivitas seperti orang dewasa, Mama mungkin bertanya-tanya dehidrasi pada bayi disebabkan oleh apa? Berikut penyebab bayi dehidrasi:

    • Demam.
    • Diare dan muntah.
    • Cuaca panas.
    • Kurang menyusu.
    • Bayi terlalu aktif dan berkeringat.
    • Kondisi medis tertentu seperti sakit tenggorokan, luka bakar, dan kesulitan menyusu.

    Cara Mencegah Dehidrasi pada Bayi

    Selain memastikan bahwa kebutuhan cairan si Kecil selalu terpenuhi, berikut adalah cara mencegah dehidrasi pada bayi yang bisa Mama lakukan:

    1. Pastikan Bayi Menyusu Cukup dan Sering

    Agar bayi mendapat susu yang cukup tiap hari, susui atau berikan susu tiap kali ia menunjukkan tanda lapar dan mau menyusui. 

    Biarkan juga si Kecil menyusui sampai benar-benar selesai serta pantau jumlah popok basah dan kenaikan berat badannya. 

    2. Kenali Tanda Bayi Mulai Haus

    Cara mencegah dehidrasi pada bayi yang paling efektif adalah memberikan susu atau minum (untuk bayi di atas 6 bulan yang sudah boleh minum selain susu) sebelum ia kehausan.

    Bayi yang haus biasanya jadi lebih rewel dan menunjukkan tanda-tanda seperti mengecap-ngecap bibir, membuka mulut, atau mengisap tangannya sendiri. 

    3. Berikan ASI Lebih Sering saat Bayi Sakit

    Kalau bayi sedang kurang sehat, pastikan Mama memberikan ASI atau susu lebih sering dari biasanya untuk mencegah dehidrasi. 

    Sedikit-sedikit saja tidak apa-apa, tak perlu langsung minum banyak. Yang penting si Kecil jadi lebih sering minum susu dan tidak kekurangan cairan.

    Baca Juga: Cara Memenuhi Kebutuhan ASI Bayi 0–6 Bulan

    4. Cegah Bayi Kepanasan

    Cuaca atau ruangan yang terlalu panas bisa membuat bayi berkeringat berlebihan sehingga cairan tubuhnya berkurang. 

    Maka, usahakan bayi tetap sejuk dengan pilih baju yang nyaman dan menyerap keringat, jauhkan bayi dari sinar matahari langsung, atau nyalakan penyejuk ruangan.

    5. Perhatikan Jumlah Popok Basah

    Cermati berapa kali Mama sudah mengganti popok si Kecil dan seberapa basah popoknya.

    Kalau Mama merasa popok basahnya lebih sedikit dari biasanya, segera berikan si Kecil susu atau minum dan perhatikan tanda-tanda dehidrasi lainnya.

    6. Penuhi Kebutuhan Cairan saat MPASI

    Jika bayi sudah mulai makan MPASI, Mama bisa berikan air putih di sela-sela waktu makan. 

    Mama juga bisa sajikan menu MPASI yang berkuah seperti sup kaldu, soto, atau semur untuk memenuhi kebutuhan cairannya setiap hari.

    7. Hindari Minuman Tinggi Gula

    Minuman tinggi gula bisa meningkatkan risiko dehidrasi, dan dalam beberapa kasus memicu diare yang kemudian membuat si Kecil rentan dehidrasi.

    Karena itu, hindari minuman manis yang gulanya tinggi seperti minuman kemasan, teh manis, jus buah dengan banyak gula dan sirup tambahan, dan lainnya. 

    Lebih baik berikan si Kecil air putih biasa atau ASI untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

    Baca Juga: Dampak Sukrosa Berlebih pada Kesehatan Anak

    8. Jaga Kebersihan Makanan dan Peralatannya

    Diare merupakan salah satu penyebab dehidrasi paling umum pada bayi. Karena itu, cara mencegah dehidrasi pada bayi yang terbaik adalah dengan menghindari penyebabnya.

    Pastikan makanan, minuman, dan alat makan si Kecil selalu bersih dan tidak terkontaminasi kuman atau bakteri penyebab diare. 

    Baca Juga: 5 Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

    9. Berikan Oralit Sesuai Anjuran Dokter saat Diare

    Jika si Kecil diare dan perlu diberikan oralit, ikuti petunjuk dokter dengan cermat, ya, Ma.

    Dalam pengawasan dokter, pemberian oralit merupakan salah satu cara mencegah dehidrasi pada bayi bertambah parah yang paling ampuh dan aman.

    10. Pantau Asupan Cairan Bayi saat Cuaca Panas atau Traveling

    Ketika cuaca sedang panas atau Mama dan bayi sedang bepergian, pastikan ia minum lebih sering dari biasanya untuk cegah dehidrasi. 

    Perhatikan juga tanda-tanda bayi kehausan seperti bibirnya kering, rewel, dan popoknya jarang basah. Mama harus segera tambah asupan cairannya. 

    Kesehatan si Kecil adalah prioritas utama. Dengan menjadi member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Berapa Kebutuhan Cairan Bayi per Hari?

    Supaya Mama bisa pastikan kebutuhan cairan bayi terpenuhi tiap hari, simak tabel di bawah ini. 

    Usia

    Kebutuhan Cairan Harian

    Sumber Cairan Terbaik

    0–6 bulan

    450–900 ml

    ASI atau susu formula (hanya jika direkomendasikan oleh dokter)

    7–12 bulan

    800–950 ml

    ASI dan air putih

    1 tahun

    1,4 liter

    Air putih dan ASI atau susu 

    Agar Mama bisa mencukupi semua kebutuhan bayi tiap hari, kunjungi Exclusive Hub Nutriclub dan nikmati berbagai konten premium gratis seperti e-book, podcast, dan video edukasi.

    Mama bisa temukan segala informasi tepercaya seputar nutrisi tepat, perkembangan kognitif, serta tips menjaga daya tahan tubuh si Kecil langsung dari ahlinya.

    Cara Mengatasi Dehidrasi pada Bayi

    Apabila si Kecil sudah terlanjur mengalami dehidrasi, Mama dapat melakukan beberapa tindakan berikut: 

    1. Dehidrasi Ringan

    Jika bayi mengalami dehidrasi ringan, Mama tetap bisa berikan ASI atau minum sesering mungkin. Tidak perlu langsung banyak sekaligus, lebih baik sedikit tapi sering. 

    Hindari minuman tinggi gula seperti teh manis karena dapat memperparah diare dan dehidrasi. Jika bayi sudah mulai MPASI, tetap berikan makanan dalam porsi kecil sambil menambah ASI.

    2. Dehidrasi Sedang

    Jika bayi mengalami dehidrasi sedang, dokter mungkin akan menyarankan pemberian oralit untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

    Namun, oralit pada bayi sebaiknya hanya diberikan sesuai anjuran dan pengawasan dokter. Segera bawa ke dokter jika Mama curiga bayi mengalami dehidrasi sedang atau berat.

    3. Dehidrasi Berat

    Ketika si Kecil mengalami dehidrasi berat, cairan yang hilang harus dipulihkan dengan cepat. 

    Oleh karena itu, si Kecil harus lekas dibawa ke IGD untuk mendapatkan infus cairan tambahan dan elektrolit supaya langsung ke pembuluh darah agar lebih cepat diserap tubuh si Kecil.

    Kapan Bayi Dehidrasi Harus Dibawa ke Dokter?

    Mama perlu segera cari pertolongan medis ketika bayi menunjukkan beberapa gejala berikut ini:

    • Lemas dan tidak merespons
    • Mata atau ubun-ubunnya cekung
    • Tidak pipis atau popoknya kering
    • Demam tinggi
    • Muntah atau diare terus
    • Tidak mau menyusu atau makan kalau sudah MPASI

    Kebanyakan kasus dehidrasi pada bayi bisa segera ditangani. Namun, seberapa cepat dan tepat perawatannya tentu akan sangat menentukan. 

    Demikian penjelasan lengkap seputar cara mencegah dehidrasi pada bayi. Mama masih punya pertanyaan soal kesehatan bayi? Kesehatan si Kecil adalah prioritas utama. Dengan menjadi member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Healthdirect Australia. (2025, February 11). Dehydration in babies. Australian Government Department of Health, Disability and Ageing. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/dehydration-in-babies
    2. Del Castillo-Hegyi, C., Achilles, J., Segrave-Daly, B. J., & Hafken, L. (2022). Fatal Hypernatremic Dehydration in a Term Exclusively Breastfed Newborn. Children (Basel, Switzerland), 9(9), 1379. https://doi.org/10.3390/children9091379
    3. Editorial Team. (2026, March 17). Dehydration In Babies & Children. KidsHealth New Zealand. https://www.kidshealth.org.nz/dehydration-in-babies-children
    4. Horn, M., & Hurtado, C. W. (2023, February). Drinks to Prevent Dehydration in a Vomiting Child. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Drinks-to-Prevent-Dehydration-in-a-Vomiting-Child.aspx
    5. Editorial Team. (2026b, April 13). Dehydration in babies and children factsheet. The Sydney Children’s Hospitals Network. https://www.schn.health.nsw.gov.au/factsheets/dehydration-babies-and-children
    6. AMMA Medical Experts. (2024, September 4). How Often Should a Baby Pee? 2026 Guide for New Parents. AMMA. https://amma.family/blog/new-parent/how-often-should-a-baby-pee
    7. Madhav, M. (2026, April 7). How to Recognize Abnormal Urination Patterns in Infants? Dr. Manish Madhav Blog. https://www.drmanishmadhav.com/blog/how-to-recognize-abnormal-urination-patterns-in-infants
    8. Editorial Team. (2025). Heatwave precautions for babies & young children. The Royal Women’s Hospital. https://www.thewomens.org.au/health-information/at-home-with-your-baby/heatwave-precautions-for-babies-young-children
    9. Editorial Team. (2023, June). Treating Dehydration with Electrolyte Solution. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Treating-Dehydration-with-Electrolyte-Solution.aspx
    10. Editorial Team. (2026a, March 7). Infant milk intake by age: daily amounts, bottles & ml/kg guide. Heloa. https://heloa.app/en/blog/0-12-months/nutrition/infant-milk-intake-by-age
    11. Editorial Team. (2025). Dehydration in Children. Merck Manual Consumer Version; Merck Manuals. https://www.merckmanuals.com/home/children-s-health-issues/dehydration-and-fluid-therapy-in-children/dehydration-in-children
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun