Loading...
    Banner Artikel Pertolongan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur & Tanda Bahaya
    Kesehatan

    Pertolongan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur & Tanda Bahaya

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 02 Juni 2026


    • Apakah Bayi Jatuh dari Tempat Tidur Berbahaya?
    • Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Harus Apa Dulu?
    • Pertolongan Pertama saat Bayi Jatuh
    • Tanda Bahaya Bayi Setelah Jatuh
    • Cara Memantau Kondisi Bayi Setelah Jatuh (24 Jam)
    • Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Bayi Jatuh
    • Cara Mencegah Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

    Jika bayi terjatuh dari tempat tidur, jangan panik. Cek apakah bayi sadar dan perhatikan gejala cedera kepala seperti muntah, benjolan, atau tubuh lemas dalam 24 jam. Tenangkan bayi dan kompres area yang bengkak dengan kompres dingin. Segera bawa ke IGD bila terjadi pingsan, kejang, atau keluar darah dari hidung atau telinga. Tetap awasi kondisinya, terutama pada bayi di bawah usia 1 tahun.

    Apakah Bayi Jatuh dari Tempat Tidur Berbahaya?

    Pada beberapa kasus, benturan ringan mungkin tidak menimbulkan cedera serius, terutama jika bayi tetap aktif dan tidak menunjukkan perubahan perilaku setelah jatuh.

    Namun, Mama dan Papa tetap perlu waspada karena risiko pasca jatuh tetap ada, apalagi pada bayi yang masih sangat kecil karena kepala dan tubuhnya masih rentan. 

    Tingkat bahaya saat jatuh pun sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti ketinggian tempat tidur, permukaan lantai tempat bayi jatuh, dan bagian tubuh mana yang pertama kali mengenai lantai. 

    Maka itu, penting bagi orang tua untuk tetap mengamati kondisi bayi setelah jatuh dan mengenali tanda-tanda bahaya sejak dini.

    Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Harus Apa Dulu?

    Bayi jatuh adalah kejadian yang bisa terjadi di usia berapa pun, terutama di atas 4 bulan saat bayi mulai lebih aktif bergerak. 

    Risiko cedera juga perlu lebih diwaspadai, khususnya pada bayi di bawah usia 12 bulan karena tengkoraknya cenderung masih rapuh.

    Karena itu, penting bagi orang tua untuk tahu langkah pertama yang perlu dilakukan setelah bayi jatuh. 

    Berikut tindakan awal yang perlu Mama dan Papa lakukan untuk memastikan kondisi si Kecil tetap aman dan mengurangi risiko cedera:

    1. Jangan panik dan tetap tenang agar Mama bisa menilai kondisi bayi dengan lebih jelas.
    2. Hindari langsung mengangkat dan beri jeda sebentar untuk melihat respons bayi.
    3. Periksa respons bayi, apakah menangis kuat, sadar, dan tetap aktif. 
    4. Jika bayi tidak tampak mengalami cedera, angkat dengan lembut dan tenangkan.
    5. Sambil menenangkan, cek area kepala dan tubuh, lihat dan raba apakah ada benjolan, memar, atau tanda cedera lainnya.

    Baca Juga: 10 Cara Menidurkan Bayi yang Rewel dan Susah Tidur

    Pertolongan Pertama saat Bayi Jatuh

    Kadang meski Mama dan Papa sudah ekstra hati-hati dan mengantisipasi segala kemungkinan, kecelakaan adalah hal yang tidak bisa diprediksi. 

    Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Mama dan Papa terapkan saat bayi jatuh dari tempat tidur:

    1. Periksa Kondisi Bayi

    Wajar jika Mama dan Papa langsung panik dan ingin segera mengangkatnya ketika tahu bayi menangis histeris karena terjatuh. Namun, usahakan tetap tenang dan periksa dulu kondisi serta situasinya. 

    Sebab, mengangkat bayi terlalu cepat saat ada cedera, misalnya di leher atau tulang belakang, justru bisa memperburuk keadaan. 

    Alih-alih mengangkat yang malah bisa berisiko, sebaiknya periksa dulu keadaan bayi dan kondisi di sekitar tempat jatuhnya.

    2. Perhatikan Cara Jatuh

    Saat bayi jatuh dari tempat tidur, sangat penting untuk tetap tenang dan menilai situasi dengan cepat. Jadi, coba dulu periksa hal-hal berikut, Ma:

    • Periksa perkiraan ketinggian jatuh. Jika lebih dari 0,5 meter maka perlu diwaspadai, terutama pada anak di bawah 2 tahun. 
    • Pahami jenis permukaan tempat jatuh, apakah keras seperti keramik, tanah, atau justru di atas karpet yang empuk. Jika jatuh di atas beton, biasanya lebih berisiko. 
    • Cek apakah bayi terbentur benda lain saat jatuh. 
    • Bagaimana posisi saat bayi jatuh dari tempat tidur, apakah dengan kepalanya terlebih dulu atau jatuh telentang maupun tengkurap.

    3. Cek Tanda Cedera

    Cedera kepala serius jarang terjadi, tapi Mama dan Papa tetap perlu mengobservasi kondisinya selama 1x24 jam untuk memperhatikan tanda cedera kepala yang umum, yaitu:

    • Menurunnya kesadaran di mana anak terlihat seperti mengantuk.
    • Sulit dibangunkan dari tidurnya.
    • Muntah lebih dari sekali.
    • Pembengkakan, memar, atau luka di lokasi benturan.
    • Pendarahan besar atau ada suatu cairan yang keluar dari hidung atau telinga dalam beberapa jam setelah jatuh.
    • Mengalami kejang tepat setelah jatuh atau beberapa jam setelahnya.

    Pastikan juga si Kecil tidak mengalami patah tulang setelah jatuh yang tanda-tandanya dapat meliputi:

    • Pembengkakan pada anggota tubuh tertentu.
    • Kesulitan menggerakkan anggota tubuh.
    • Penampakan yang tidak biasa pada anggota tubuhnya, misalkan, tangan bengkok.
    • Menangis kesakitan saat Mama menyentuh atau menggerakkan anggota tubuhnya.
    • Kepucatan pada area tubuh tertentu yang tidak biasa dan berlangsung selama lebih dari satu jam.

    Jika bayi menunjukkan tanda cedera serius, sebaiknya tidak langsung diangkat dan segera cari bantuan medis. Namun, jika bayi mengalami kejang setelah jatuh, posisikan tubuhnya miring secara perlahan untuk mencegah tersedak.

    Di luar kondisi darurat, penting bagi orang tua untuk tetap peka terhadap perubahan pada bayi. Jika ada hal yang terasa mengkhawatirkan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan kondisi si Kecil.

    4. Tenangkan Bayi

    Umumnya bayi akan menangis keras karena syok setelah terjatuh dari tempat tidur, tapi bisa langsung segera kembali ceria dan bertingkah normal seperti biasanya. 

    Dalam kasus seperti itu, Mama dan Papa tidak perlu khawatir. Jika si Kecil tampak ceria, sehat, masih sangat sadar atau aktif, dan tidak ada luka di kepala atau wajahnya, kemungkinan itu hanya benjolan ringan. 

    Mama atau Papa bisa angkat dan gendong si Kecil dengan hati-hati untuk menenangkannya.

    5. Kompres Jika Ada Benjolan

    Jika Mama melihat ada memar atau benjolan, cobalah berikan kompres dingin. Caranya dengan merendam kain dalam air dingin dan tempelkan di area yang benjol untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakannya. 

    Kemudian rendam kembali saat kain menghangat atau mengering. Pilihan lainnya bisa dengan membungkus beberapa bongkah es batu dalam kain waslap tipis dan tempelkan di area yang membengkak.

    Baca Juga: 11 Cara agar Bayi Tidur Nyenyak di Malam Hari

    6. Beri Obat Jika Perlu

    Bayi mungkin tampak sangat rewel atau mengalami perubahan pada pola tidurnya dalam beberapa hari setelah ia jatuh. Ini adalah efek yang umum dan biasanya bisa membaik sendiri seiring berjalannya waktu.

    Jadi untuk sementara waktu, hindari dulu beraktivitas atau bermain yang terlalu berat dan biarkan si Kecil lebih sering tidur, terutama pada 24-48 jam pertama sesudah ia jatuh untuk membantu tubuhnya memulihkan diri.

    Sementara jika bayi tampak kesakitan, Mama bisa memberikan obat pereda nyeri jenis paracetamol jika bayi sudah berusia 2 bulan ke atas atau ibuprofen untuk bayi usia 3 bulan ke atas. 

    Pastikan membaca label aturan pakai dan berikan dosis yang tepat, dan hindari memberikan bayi aspirin.

    Tanda Bahaya Bayi Setelah Jatuh

    Meski bayi tidak hilang kesadaran dan bisa beraktivitas seperti biasa, tapi jangan tunda untuk membawanya ke instalasi gawat darurat (IGD) bila menunjukkan gejala berisiko seperti:

    • Rewel dan tidak dapat ditenangkan.
    • Ada tonjolan pada ubun-ubun bagian depan.
    • Sering menggosok kepala.
    • Sangat mengantuk.
    • Keluar cairan berdarah atau kuning dari hidung atau telinga.
    • Menangis dengan nada tinggi.
    • Ada perubahan keseimbangan atau koordinasi.
    • Ukuran pupil tampak tidak sama.
    • Lebih sensitif terhadap cahaya atau suara.
    • Muntah berulang kali.
    • Kesulitan bernapas.
    • Kejang.

    Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji. 

    Cara Memantau Kondisi Bayi Setelah Jatuh (24 Jam)

    Setelah bayi jatuh dari tempat tidur, Mama dan Papa perlu memantau kondisinya dengan cermat setidaknya selama 24 jam pertama. Ini karena tanda cedera kepala bisa muncul dalam rentang waktu ini, bahkan hingga beberapa minggu setelah kejadian. 

    Selama observasi, periksa tubuh bayi secara perlahan dan perhatikan apakah ada perubahan pada perilaku atau kondisinya. Berikut beberapa kondisi yang perlu dikenali dan diwaspadai:

    • Bayi sempat tidak sadarkan diri.
    • Terlihat bingung atau terkejut.
    • Muntah lebih dari sekali tanpa sebab.
    • Menangis lebih sering dari biasanya.
    • Menunjukkan perubahan suasana hati atau perilaku.
    • Sulit terbangun dari tidur.

    Bila si Kecil menujukkan satu atau lebih tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisinya. Meski kemungkinan adanya patah tulang diduga sangat kecil, bayi yang terjatuh sangat berisiko mengalami cedera pada kepalanya.

    Hal ini karena tulang tengkorak bayi belum terbentuk dengan sempurna. Jika setelah 24 jam bayi tidak menunjukan gejala yang serius, risiko terjadinya cedera yang parah akan lebih kecil atau dapat dihindari.

    Namun, Mama dan Papa perlu tetap waspada dan lanjutkan pengamatan ringan beberapa hari ke depan untuk memastikan si Kecil benar-benar aman. 

    Baca Juga: Bayi Sering Kaget Saat Tidur? Ini Penyebabnya

    Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Bayi Jatuh

    Sepanik apa pun, Mama tidak disarankan untuk melakukan hal berikut setelah bayi jatuh dari tempat tidur:

    • Langsung mengangkat bayi dalam keadaan panik tanpa mengecek kondisi terlebih dulu.
    • Mengguncang tubuh bayi karena bisa berisiko membahayakan kepala dan otaknya.
    • Mengabaikan gejala yang muncul, seperti muntah, rewel berlebihan, atau perubahan perilaku.
    • Menunda mencari bantuan medis padahal ada tanda bahaya yang terlihat.

    Cara Mencegah Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

    Tidur adalah satu dari sebagian cara untuk memastikan si Kecil tumbuh dan berkembang secara baik. Oleh karena itu, pastikan si Kecil dapat tidur secara nyaman dan aman di tempat tidur.

    Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah risiko bayi terjatuh dari tempat tidur:

    • Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian di tempat tidur ketika ia sedang bermain di kasur.
    • Letakkan si Kecil di boks tidurnya, bila Mama hendak meninggalkannya meski sebentar saja untuk meminimalisir kemungkinan ia berguling dan terjatuh.
    • Tempat tidur atau boks tidur bayi harus memiliki pagar pengaman di keempat sisinya dan setiap pengaman harus dikunci dengan rapat. Hal ini untuk mencegah anak menabrak pelindung ketika ia berguling saat tidur yang dapat terbuka dan membuat anak jatuh.
    • Jarak antara “jeruji” pagar tempat tidur anak tidak boleh lebih dari 6 cm. Mama dapat meletakkan seprai atau bantal di bagian luar pagar untuk mencegah anak meloloskan lengan atau kakinya di antara “jeruji”.
    • Gunakan boks bayi dengan ketinggian rendah (tidak lebih tinggi dari 120 cm) atau sediakan kasur di lantai untuk bayi tidur.
    • Jangan biarkan bayi tidur sendiri. Mama dan Papa harus selalu bisa melihat kondisi si Kecil ketika tidur. Misalnya, dengan menaruh boks bayi di kamar Mama atau pasang CCTV/baby monitor di kamar bayi.

    Orang tua mana pun tentu tidak ada yang ingin anaknya jatuh dari tempat tidur. Namun, jika musibah ini terjadi, penting untuk tetap tenang dan segera periksa kondisi si Kecil dengan seksama. 

    Bekali diri Mama dan Papa dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan tanda bahaya apa yang perlu diwaspadai untuk memastikan si Kecil baik-baik saja. 

    Semoga artikel ini membantu ya, Ma!

    Pola tidur dan keamanan bayi memang perlu perhatian ekstra. Maka itu, yuk daftar jadi member Nutriclub sekarang agar Mama bisa dapatkan panduan lengkap perawatan bayi dan tips parenting terpercaya yang sesuai tahapan usia. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Nall, R. (2020, October 12). What to Do When Baby Falls Off the Bed. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-fell-off-bed#what-to-do-first
    2. Whitten, C. (2022, June 8). What to Do When Your Baby Falls. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-to-do-when-baby-falls
    3. If Your Child Falls Out of Bed, When Should You be Worried? (2018). Samitivejhospitals.com. https://www.samitivejhospitals.com/article/detail/if-your-child-falls-out-of-bed
    4. Haarbauer-Krupa, J., Haileyesus, T., Gilchrist, J., Mack, K. A., Law, C. S., & Joseph, A. (2019). Fall-related traumatic brain injury in children ages 0–4 years. Journal of Safety Research, 70, 127–133. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2019.06.003
    5. Children's Health Team. (2019, January 10). What to Do If Your Infant Falls Off the Bed or Changing Table. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/what-to-do-if-your-infant-falls-off-the-bed-or-changing-table/
    6. Baby Falls Off Bed - New Kids Center. (2023). Newkidscenter.org. https://www.newkidscenter.org/baby-falls-off-bed.html
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun