Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2020, angka tifoid pada anak 2–4 tahun mencapai sekitar 148,7 kasus per 100.000 anak setiap tahunnya. Vaksin tifoid membantu tubuh membentuk antibodi, sehingga anak lebih kebal terhadap bakteri penyebab tifoid.
Apa Itu Vaksin Tifoid?
Imunisasi typhoid adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit tipes. Tipes adalah infeksi bakteri Salmonella typhi yang menular lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Gejalanya pada anak antara lain demam, mual dan muntah, diare, lemas, serta sakit kepala. Bila tidak ditangani, tipes bisa menyebabkan komplikasi yang serius.
Maka, penting untuk mencegah tipes dengan memastikan lingkungan sekitar dan apa yang dikonsumsi anak selalu bersih, serta memberikan vaksin tipes untuk anak.
Vaksin Tifoid untuk Anak Usia Berapa?
Menurut berbagai riset terbaru, vaksin tipes suntik aman dan dianjurkan untuk diberikan pada anak usia 2 tahun ke atas.
Ini karena anak di bawah usia 2 tahun belum berisiko terlalu tinggi terkena penyakit tipes. Pemberian vaksin ini sebaiknya diulang setiap 3 tahun sekali hingga anak berusia 18 tahun.
Namun, karena setiap anak kondisinya berbeda, sebaiknya Mama selalu konsultasikan dulu dengan dokter anak atau tenaga medis sebelum menjadwalkan imunisasi untuk si Kecil.
Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak Sekolah Sesuai Program BIAS
Manfaat Vaksin Tipes untuk Anak
Vaksin tipes, yang dikenal juga dengan istilah imunisasi typhoid, berpotensi memberikan tiga manfaat penting berikut bagi si Kecil:
1. Mencegah Penyakit Tipes dan Komplikasinya
Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menginfeksi pencernaan anak. Nah, anak-anak lebih rentan terhadap tipes karena sistem imunnya yang masih berkembang.
Dengan imunisasi typhoid, anak jadi lebih kebal terhadap bakteri penyebab tipes tersebut. Anak pun terhindar dari gejala dan komplikasinya yang berbahaya.
2. Mengurangi Risiko Penularan di Lingkungan Padat
Tipes menular lewat makanan/minuman yang terkontaminasi. Risiko anak tertular tipes akan meningkat di daerah rentan yang biasanya lebih padat penduduk dengan sanitasi terbatas.
Jadi, jika si Kecil berada di lingkungan yang rentan, vaksin tipes bisa melindungi anak dari risiko penularan tipes.
3. Melindungi Anak saat Sekolah dan Bepergian
Anak usia sekolah sangat rentan kena tipes. Memang saat si Kecil sekolah, para guru dan orangtua jadi lebih sulit memantau kebersihan diri, makanan, dan minuman si Kecil.
Begitu juga ketika anak bepergian. Kadang, susah untuk menjamin sepenuhnya kebersihan dari jajanan atau makanan/minuman yang ia konsumsi.
Apakah Vaksin Tifoid Wajib?
Vaksin tipes bukanlah jenis imunisasi wajib. Namun, karena Indonesia masih jadi wilayah endemik tipes, IDAI menyarankan setiap anak untuk mendapatkan vaksin ini.
Anak sangat dianjurkan mendapat vaksin tipes apabila ia:
- Dalam usia sekolah
- Tinggal di atau bepergian ke daerah rentan (endemik, sanitasi terbatas, padat penduduk)
- Sering jajan di luar
Baca Juga: Imunisasi MMR Wajib atau Tidak untuk Anak 1-5 Tahun?
Jenis-Jenis Vaksin Tifoid
Saat ini ada dua jenis vaksin tipes yang tersedia untuk anak. Simak penjelasannya berikut ini.
1. Vaksin Tifoid Suntik
Vaksin tipes suntik diberikan untuk anak berusia mulai dari 2 tahun. Vaksin ini berisi antigen (bagian dari bakteri) Salmonella typhi yang sudah dimatikan.
Dosis pertama diberikan ketika anak sudah berusia 2 tahun. Kemudian, dosis selanjutnya diberikan secara berulang setiap 3 tahun.
Lokasi suntiknya adalah di lengan bagian atas. Vaksin ini lebih ringkas diberikan, tapi suntikan mungkin tak nyaman bagi sebagian anak dan mesti diulang lebih sering daripada vaksin minum.
2. Vaksin Tifoid Oral (Minum)
Imunisasi ini juga bisa diberikan dalam bentuk kapsul yang diminum, khususnya untuk anak di atas 6 tahun. Vaksin ini dibuat dari bakteri yang sudah dilemahkan, bukan dimatikan.
Kapsul imunisasi harus diminum 1 butir dalam selang 1 hari, totalnya ada 4 kapsul. Booster selanjutnya dapat diberikan secara berulang setiap 5 tahun.
Dengan vaksin ini, anak tidak perlu disuntik, tapi harus disiplin minum kapsulnya selama total seminggu penuh.
3. Perbedaan Vaksin Tipes Suntik vs Minum
Untuk membandingkan kedua jenis vaksin tipes untuk anak, perhatikan tabel berikut.
|
Jenis Vaksin |
Metode Pemberian |
Usia Anak |
Booster Vaksin |
|
Antigen yang sudah mati |
Suntik (di lengan atas) |
2 tahun ke atas |
Setiap 3 tahun |
|
Antigen yang dilemahkan |
Kapsul yang diminum |
6 tahun ke atas |
Setiap 5 tahun |
Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid untuk Anak
Jangan sampai terlewat, Ma. Jadwal imunisasi yang ideal untuk vaksin tipes adalah saat anak menginjak 2 tahun. Kalau Mama mau menjadwalkan imunisasi typhoid, pastikan si Kecil:
- Dalam kondisi sehat dan cukup istirahat
- Tidak sedang mengonsumsi antibiotik untuk keluhan kesehatan lainnya
- Punya cukup waktu untuk pemulihan setelah vaksin jika mengalami efek samping ringan
- Diberikan vaksin sebelum bepergian, terutama ke daerah yang rentan
Jangan lupa, booster vaksin perlu diberikan setiap 3 tahun berikutnya. Ini penting karena antibodi anak dari vaksin pertama akan menurun seiring berjalannya waktu.
Efektivitas dan Keamanan Vaksin Tipes
Vaksin tipes punya efektivitas hingga 80-96% dalam mencegah tipes di 2 tahun pertama setelah imunisasi. Di tahun ketiga hingga kelima setelah imunisasi, tingkat efektivitasnya jadi 59-85%.
Keampuhannya tentu dipengaruhi berbagai faktor seperti disiplin mendapatkan booster, menjaga kebersihan lingkungan dan makanan anak, serta daya tahan masing-masing anak.
Vaksin ini juga sudah dinyatakan aman oleh Kementerian Kesehatan, IDAI, WHO, dan badan internasional lainnya yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan anak.
Efek Samping Vaksin Tifoid
Seperti jenis vaksin lainnya, reaksi imun yang ringan mungkin terjadi pada tubuh si Kecil. Perhatikan tanda-tandanya, ya, Ma.
Efek Samping Ringan yang Umum Terjadi
Berbagai reaksi di bawah ini sering ditemui pada anak dan sifatnya tidak berbahaya:
- Demam ringan
- Nyeri atau bengkak pada lokasi yang disuntik (untuk vaksin suntik)
- Mual, muntah, atau diare (untuk vaksin minum)
Kapan Harus ke Dokter?
Kasus reaksi imun yang berat sangat jarang ditemui pada anak. Namun, Mama tetap harus waspadai tanda-tanda berikut:
- Muncul biduran, gatal, dan kemerahan di kulit
- Bengkak di area wajah, mulut, tenggorokan
- Susah bernapas atau menelan
- Jantung berdegup kencang
Segera cari pertolongan medis untuk anak. Bisa jadi anak mengalami reaksi alergi berat.
Baca Juga: 12 Imunisasi Lanjutan yang Perlu Anak Dapatkan & Jadwalnya
Apakah Anak Bisa Tetap Tertular Tipes Setelah Vaksin?
Belum ada jenis vaksin yang bisa menjamin keampuhan hingga 100% dalam mencegah tipes. Artinya, masih ada peluang kecil anak tetap tertular tipes setelah vaksin.
Kemungkinan anak tetap kena tipes meski sudah vaksin makin besar kalau ia melewatkan dosis booster, tak menjaga kebersihan, atau suka jajan sembarangan.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil di usia emasnya, Mama bisa download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
Apakah Vaksin Tipes Bisa Diberikan Bersamaan dengan Vaksin Lain?
Vaksin tipes minum dan suntik bisa diberikan bersamaan dengan beberapa jenis vaksin lain yang umum, asal dipastikan lokasi suntikannya berbeda.
Namun, vaksin kolera tak boleh diberikan bersama vaksin tipes. Jadi, Mama wajib konsultasi dengan dokter anak dan tenaga kesehatan sebelum menjadwalkan vaksin.
Apakah Vaksin Tifoid Aman untuk Anak yang Pernah Sakit Tipes?
Anak yang pernah tipes masih dianjurkan untuk divaksin tipes. Pasalnya, sekali infeksi saja tak cukup untuk membentuk kekebalan alami yang tahan lama dari risiko infeksi yang kedua.
Apalagi kalau anak masih tinggal di lingkungan yang rentan. Agar tetap aman, tunggu sampai anak benar-benar pulih dulu dari sakit tipesnya sebelum imunisasi typhoid.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon.
Daftar gratis, sekarang!
