Jangan disepelekan, ciri alergi susu sapi pada si Kecil bisa mengancam nyawa. Yuk, kenali tanda-tandanya, penanganannya, serta bedanya dengan intoleransi laktosa.
Apa Itu Alergi Susu Sapi pada Anak?
Alergi susu adalah reaksi berlebihan sistem imun anak terhadap protein di susu sapi. Gejalanya gatal-gatal, bengkak, sesak napas, hingga pingsan. Jadi, alergi susu sapi jangan disepelekan.
Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan karena tubuh kekurangan enzim laktase untuk memecah gula alami yang ada di susu sapi. Susu jadi sulit dicerna dan menyebabkan mual, kembung, muntah, atau diare.
Berbeda dengan alergi susu sapi, intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi laktosa biasanya tidak membahayakan seperti alergi susu sapi.
Alergi susu sapi sendiri sangat umum, bahkan jadi salah satu jenis alergi yang paling sering dialami anak-anak. Sedangkan intoleransi laktosa lebih jarang terjadi.
Mengapa Alergi Susu Sapi Sering Tidak Disadari?
Pada banyak kasus, gejala alergi susu sapi yang muncul bersifat cukup ringan dan sering kali mirip gangguan pencernaan biasa seperti kembung, mual, muntah, dan diare.
Munculnya gejala pun kadang tidak langsung setelah minum susu sapi, melainkan bisa sampai 72 jam setelahnya.
Ditambah lagi, anak belum bisa mengungkapkan keluhannya secara jelas ketika mengalami gejala. Maka, wajar kalau Mama jadi kesulitan mengenali ciri alergi susu sapi pada si Kecil.
Baca Juga: 6 Tanda Gangguan Kesehatan pada Anak yang Harus Diwaspadai
Ciri Alergi Susu Sapi pada Anak Berdasarkan Gejalanya
Ciri alergi susu sapi bisa muncul mulai dari beberapa menit setelah minum susu hingga beberapa hari kemudian. Jadi, awasi tandanya pada setiap bagian tubuh anak berikut ini.
Ciri pada Sistem Pencernaan
Alergi susu sapi bisa ditandai dengan beberapa reaksi pencernaan seperti:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit perut
- Perut begah dan kembung
- BAB berdarah/berlendir
Ciri pada Kulit
Intoleransi laktosa tak menyebabkan keluhan pada kulit. Maka, ciri-ciri berikut hampir bisa dipastikan merupakan tanda alergi susu sapi:
- Ruam kemerahan
- Kulit gatal-gatal
- Biduran
- Muncul bengkak (misalnya di wajah, bibir, atau lidah)
Ciri pada Pernapasan
Gangguan pernapasan bisa jadi ciri alergi susu sapi yang berbahaya. Misalnya:
- Hidung tersumbat atau pilek terus
- Batuk-batuk
- Napas berbunyi ngik-ngik (mengi)
- Sesak napas atau napas terengah-engah
- Tenggorokan terasa ada yang mengganjal atau menutup
Ciri Lainnya
Selain ciri alergi susu sapi di atas, anak mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Mata berair
- Lemas, lesu, dan tidak responsif
- Pusing
- Pingsan/hilang kesadaran
Pada setiap anak atau bahkan pada setiap kasus kambuhnya alergi, kombinasi gejala yang muncul bisa berbeda-beda.
Kapan Gejala Alergi Susu Sapi Biasanya Muncul?
Menurut IDAI, alergi susu sapi bisa terjadi bahkan sejak si Kecil bayi atau baru lahir dan biasanya muncul setelah bayi mendapat susu sapi yang diminum atau dicampurkan dalam MPASI.
Ciri anak alergi susu sapi bisa langsung muncul dalam waktu beberapa menit saja habis minum susu atau tertunda hingga 72 jam (sekitar 3 hari) sesudah mengonsumsi susu sapi.
Bedanya Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa
Supaya tidak tertukar bedanya alergi susu sapi dan intoleransi laktosa, perhatikan tabel perbedaannya di bawah ini, yuk.
|
Aspek |
Alergi Susu Sapi |
Intoleransi Laktosa |
|
Usia munculnya |
Sejak bayi/baru lahir |
Umumnya baru muncul di atas usia 6 tahun |
|
Penyebab |
Reaksi imun terhadap protein di susu sapi |
Gangguan pencernaan karena kekurangan enzim laktosa, tak ada kaitannya dengan imun |
|
Gejala |
Muncul gejala di kulit, pencernaan, pernapasan |
Gejala hanya terasa pada pencernaan |
|
Risiko |
Bisa berat hingga mengancam nyawa |
Umumnya ringan |
|
Penanganan |
|
|
Supaya keluhan si Kecil dapat diatasi dengan baik, Mama sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab gejalanya.
Baca Juga: Alergi dan Dampak Psikologisnya pada Anak
Tanda Alergi Susu Sapi yang Perlu Segera Diperiksakan
Alergi susu sapi berpotensi membahayakan hingga bisa mengancam nyawa. Tanda-tandanya yang bersifat serius atau darurat antara lain:
- Muntah hebat
- Berat badan sulit naik atau jadi turun drastis
- Ruam menyebar hingga seluruh badan
- Sesak napas atau tenggorokan seperti menutup
- Ada pembengkakan pada area wajah
- Tidak responsif atau pingsan
Segera bawa anak periksa ke dokter atau ke IGD terdekat bila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut.
Apa yang Bisa Dilakukan Jika Anak Diduga Alergi Susu Sapi?
Bila si Kecil menunjukkan ciri alergi susu sapi, catat setiap reaksi atau gejalanya lengkap dengan waktu atau jam-jam munculnya. Cermati juga makanan lain apa yang dikonsumsi.
Setelah itu, konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan penyebab dan merencanakan langkah selanjutnya agar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil tetap terjaga.
Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan penyebab alergi dan menganjurkan anak untuk menghindari susu sapi dan produk turunannya seperti yogurt dan keju.
Mama perlu berdiskusi dengan dokter maupun ahli gizi untuk alternatif terbaik sesuai dengan kondisi si Kecil.
Baca Juga: Apa Saja Alternatif Susu untuk Si Kecil di Atas 1 Tahun yang Alergi Susu Sapi?
Apakah Alergi Susu Sapi Bisa Hilang Seiring Waktu?
Seiring bertambahnya usia, banyak anak yang perlahan mulai bisa menerima susu sapi tanpa gejala serius. Hanya sedikit yang masih alergi susu sapi sampai usia dewasa.
Dokter atau ahli gizi akan membantu Mama pelan-pelan mengenalkan susu ke dalam pola makan anak dan menilai perkembangannya. Jangan lakukan ini tanpa pengawasan ahlinya, ya.
Penanganan yang tepat dan cepat akan bisa menunjang pertumbuhan anak secara optimal meski si Kecil alergi susu sapi. Maka, Mama harus kenali ciri alergi susu sapi sedini mungkin.
Butuh konsultasi dengan ahli seputar alergi anak? Yuk Ma, diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli tepercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
