Loading...
    Banner Artikel Apa Itu Allergic March? Kenali Perjalanan Alergi pada Anak Sejak Bayi
    Imunitas

    Apa Itu Allergic March? Kenali Perjalanan Alergi pada Anak Sejak Bayi

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 06 Juli 2020

    Diperbarui: 07 Juli 2026


    • Apa Itu Allergic March?
    • Tahapan Allergic March pada Anak
    • Apakah Semua Anak dengan Eksim Akan Mengalami Allergic March?
    • Penyebab Allergic March
    • Faktor Risiko Allergic March
    • Gejala Allergic March yang Perlu Diwaspadai
    • Cara Mencegah Allergic March Sejak Dini
    • Penanganan Allergic March pada Anak
    • Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

    Allergic march atau pawai atopik adalah pola perkembangan alergi yang terjadi secara bertahap sejak usia dini, di mana satu jenis alergi dapat berkembang menjadi alergi lainnya seiring pertumbuhan anak. Kondisi ini umumnya diawali dengan dermatitis atopik (eksim) yang ditandai kulit kering dan gatal, kemudian dapat berlanjut menjadi alergi makanan, asma alergi, hingga rinitis alergi. Risiko terjadinya allergic march lebih tinggi pada anak yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Karena itu, deteksi dan penanganan sejak dini penting dilakukan untuk membantu mengendalikan gejala serta memperlambat perkembangan alergi ke tahap berikutnya.

    Apa Itu Allergic March?

    Allergic march adalah kondisi yang biasanya dimulai pada usia bayi dan ditandai dengan alergi makanan dan gangguan pada skin barrier (lapisan pelindung luar kulit) seperti eksim.

    Seiring berkembangnya toleransi sistem imun, kondisi ini bisa membaik atau hilang di usia 3–5 tahun. 

    Sayangnya, pada sebagian anak, alerginya malah berkembang menjadi gejala pada saluran pernapasan seperti rhinitis alergi hingga asma. Inilah yang disebut sebagai allergic march.

    Tahapan Allergic March pada Anak

    Perkembangan alergi ini tidak muncul secara bersamaan, melainkan bertahap. Pada banyak kasus, tahapan perkembangan alerginya meliputi:

    Tahap 1: Dermatitis Atopik (Eksim) pada Bayi

    Tahap pertama biasanya dimulai ketika skin barrier (lapisan pelindung kulit) bayi tidak berfungsi dengan baik. 

    Kulit yang kering dan pecah-pecah membuat pemicu alergi lebih mudah masuk ke dalam tubuh anak, sehingga dapat memicu munculnya berbagai kondisi alergi di kemudian hari.

    Keluhan yang sering dilaporkan umumnya adalah kulit kemerahan, kering, dan gatal.

    Tahap 2: Alergi Makanan

    Mulai usia 1 tahun, gejala yang umum dialami yaitu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, perut kembung, dan diare karena alergi makanan. 

    Pemicu alergi makanan yang paling umum untuk kasus ini adalah susu sapi, telur, udang, kepiting, dan kacang.

    Tak cuma gejala pencernaan, alergi makanan pada tahap ini juga bisa sebabkan gejala pada kulit seperti ruam kemerahan dan gatal di kulit dan area mulut seperti bibir, lidah, dan pipi. 

    Tahap 3: Rhinitis Alergi (Alergi Hidung)

    Alergi akibat paparan lingkungan, misalnya alergi debu atau bulu hewan, biasanya mulai muncul pada anak usia prasekolah hingga awal usia sekolah (2–6 tahun). 

    Pemicunya bisa berupa zat yang terhirup seperti debu, asap rokok, polusi udara, serbuk sari, maupun benda yang bersentuhan dengan kulit seperti bulu hewan, deterjen, atau parfum. 

    Paparan terhadap pemicu-pemicu ini dapat menyebabkan gejala alergi seperti bersin-bersin hidung berair dan hidung tersumbat, mata merah dan berair. 

    Tahap 4: Asma pada Anak

    Menginjak usia 6 tahun, alergi pernapasan seperti alergi debu, polusi, dan bulu hewan bisa berkembang menjadi asma

    Asma adalah penyakit kronis yang terjadi karena ada peradangan alias inflamasi saluran napas. Gejalanya pada anak antara lain napas berbunyi (mengi), sesak napas, dan batuk-batuk. 

    Apakah Semua Anak dengan Eksim Akan Mengalami Allergic March?

    Belum tentu. Tidak semua anak yang pernah punya eksim akan mengalami allergic march atau perkembangan alerginya seiring waktu.

    Memang secara statistik, 50% anak yang punya eksim akan mengidap asma. Namun, masih banyak faktor lain yang menentukan risiko anak mengalami alergi yang lebih parah atau asma.  

    Penyebab Allergic March

    Kemungkinan penyebab allergic march adalah faktor keturunan, gangguan skin barrier, sistem imun dan mikrobioma usus tak seimbang, serta paparan lingkungan. Selengkapnya di sini:

    1. Faktor Genetik dan Riwayat Alergi Keluarga

    Kalau di keluarga ada juga yang punya eksim, alergi, atau asma, si Kecil berisiko mengalami allergy march. Pasalnya, alergi jenis ini memang bisa diturunkan lewat gen. 

    Baca Juga: Benarkah Alergi Bisa Diturunkan Kepada Anak?

    2. Gangguan Skin Barrier pada Bayi

    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesehatan skin barrier berperan penting dalam perkembangan alergi dan penyakit lainnya yang berkaitan erat dengan alergi. 

    Ketika skin barrier rusak, misalnya lapisan kulit bayi terlalu kering, alergen jadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui kulit. 

    Kondisi ini bisa memicu sistem imun bereaksi berlebihan dan meningkatkan risiko munculnya alergi lain, seperti alergi makanan pada bayi hingga asma.

    3. Sistem Imun Tidak Seimbang

    Anak yang alerginya terus berkembang memiliki sistem imun yang lebih sensitif terhadap pemicu alergi tertentu. Pada beberapa kasus, reaksinya bahkan serius dan membahayakan.

    Ini karena sistem imunnya salah mengira. Apa yang harusnya tak berbahaya dianggap seperti ancaman yang harus disingkirkan, maka muncullah reaksi berlebihan, yang tentu tidak seimbang dengan ancaman yang dihadapi. 

    4. Paparan Polusi dan Asap Rokok

    Anak yang sering terpapar polusi udara dan asap rokok cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi dan asma. 

    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok bahkan sejak si Kecil dalam kandungan maupun pada awal kehidupannya dapat meningkatkan risiko tersebut.

    5. Faktor Lingkungan dan Mikrobioma Usus

    Mikrobioma usus atau gut microbiome adalah kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan dan membantu mengatur sistem imun bayi.

    Jika keseimbangan mikrobioma usus terganggu sejak dini, sistem imun si Kecil pun jadi lebih rentan terhadap alergi dan berbagai penyakit alergi lainnya. 

    Mikrobioma usus sendiri keseimbangannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat tinggal, pola makan, konsumsi obat-obatan, serta riwayat penyakit si Kecil. 

    Faktor Risiko Allergic March

    Si Kecil bisa mengalami kondisi alergi ini karena gabungan dari berbagai faktor risiko, Ma. Maka, tidak bisa dicari satu saja penyebabnya. Simak berbagai faktor risikonya di bawah, yuk! 

    1. Riwayat Asma atau Alergi Orang Tua

    Orang tua dengan riwayat alergi maupun asma punya kemungkinan besar mewarisi kondisi ini ke anaknya secara genetik. 

    2. Bayi dengan Dermatitis Atopik Berat

    Bayi dengan dermatitis atopik (eksim) yang berat lebih berisiko mengalami kondisi lanjutan seperti asma dan alergi makanan dibandingkan yang eksimnya ringan.

    Sekitar 70% bayi dengan eksim berat kemudian mengalami asma, sedangkan pada kasus ringan hanya sekitar 20-30%.

    Banyak pula kasus eksim berat yang menunjukkan peningkatan produksi antibodi yang bereaksi terhadap makanan tertentu. Akibatnya, si Kecil lebih berisiko punya alergi makanan.

    3. Paparan Alergen Sejak Dini

    Risiko gejala alergi bertambah parah juga akan meningkat bila ia sudah banyak terpapar pemicu alergi sejak dini, seperti asap rokok dan bulu hewan peliharaan. 

    Baca Juga: Dampak Asap Rokok bagi Anak dan Cara Melindunginya

    4. Lingkungan dengan Polusi Tinggi

    Berada di lingkungan yang kadar polusinya tinggi bisa memengaruhi sistem imun bayi yang masih berkembang. 

    Seiring waktu, sistem imun yang tidak seimbang bisa membuat si Kecil rentan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti alergi hingga asma. 

    Gejala Allergic March yang Perlu Diwaspadai

    Pada kasus allergic march, bila ada gejala baru yang muncul, biasanya gejala yang lama akan mereda. Mama harus perhatikan berbagai tandanya berikut ini, ya. 

    Gejala pada Kulit

    Pertama-tama, bayi akan mengalami kulit kering saat lahir. Kondisi ini dilanjutkan dengan eksim yang akan muncul dalam beberapa minggu atau bulan kemudian. 

    Gejala eksim atau dermatitis atopik meliputi:

    • Kulit kering dan gatal
    • Kulit kemerahan dan muncul sisik, kadang ada benjolan berisi cairan
    • Gejala bisa hilang timbul

    Sedangkan selain eksim, gejala lain yang bisa tampak dari kulit si Kecil adalah:

    • Ruam atau gatal pada kulit
    • Pembengkakan wajah
    • Gatal atau pembengkakan pada bibir, lidah, atau mulut

    Gejala pada Pencernaan

    Keluhan pada pencernaan biasanya terjadi karena anak alergi terhadap makanan tertentu. Gejala alergi makanan yang bisa menandakan allergy march adalah:

    • Mual
    • Muntah
    • Sakit perut
    • Kembung atau begah
    • Diare

    Gejala pada Pernapasan

    Perkembangan alergi hingga mencapai rhinitis alergi dan asma bisa dilihat dari berbagai gejala pada sistem pernapasan berikut ini:

    • Bersin-bersin
    • Hidung tersumbat atau berair (meler)
    • Gatal di hidung, tenggorokan, mata, dan telinga
    • Mimisan
    • Susah bernapas, sehingga ia lebih sering menarik napas lewat mulut daripada hidung
    • Napas berbunyi ngik-ngik (mengi)
    • Sesak napas
    • Dada sesak atau sakit
    • Batuk-batuk yang mungkin bertambah parah saat anak tidur, kena infeksi virus, berolahraga, atau kedinginan

    Tanda Alergi Semakin Berkembang

    Urutan berkembangnya alergi biasanya dimulai dari kulit, lalu ke saluran cerna, kemudian ke saluran napas. Namun, urutan ini tidak selalu sama pada setiap anak.

    Dalam beberapa kasus, alergi juga bisa muncul bersamaan di lebih dari satu organ tubuh, misalnya gatal eksim dengan diare karena alergi makanan.

    Untuk memastikan apakah alergi si Kecil sudah berkembang ke tahap baru, sebaiknya Mama segera periksakan ke dokter. 

    Mama juga bisa kunjungi Exclusive Hub Nutriclub untuk nikmati berbagai konten premium gratis seperti e-book, podcast, dan video edukasi terbaru.

    Temukan segala informasi tepercaya seputar nutrisi, perkembangan kognitif, serta tips menjaga imunitas dan daya tahan tubuh anak langsung dari ahlinya.

    Cara Mencegah Allergic March Sejak Dini

    Sayangnya belum ada satu cara khusus yang terbukti bisa mencegah ataupun menghentikan berkembangnya alergi pada bayi.

    Namun, Mama bisa lakukan hal-hal ini untuk menunda atau mengurangi keparahan gejalanya:

    1. Menjaga Skin Barrier Bayi

    Langkah pertama untuk cegah alergi berkembang adalah mencegah dari tahap paling awalnya dulu, yaitu eksim karena skin barrier bayi rusak atau tidak bekerja optimal.

    Untuk rawat skin barrier bayi sekaligus menghindari eksim, pastikan Mama oleskan pelembap yang aman bagi kulit si Kecil, menghindari iritasi kulit, dan terapkan pola makan sehat.

    2. Berikan ASI Eksklusif

    Menurut sejumlah riset, pemberian ASI eksklusif berpotensi dalam mencegah munculnya alergi pada si Kecil. 

    Ini karena ASI mengandung antibodi alami yang diketahui efektif untuk membangun sistem imun anak serta mencegah alergi. 

    Baca Juga: ASI Eksklusif Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi

    3. Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi

    Pastikan lingkungan si Kecil bersih dari asap rokok, polusi udara, debu, dan pemicu alergi lainnya sejak dini. 

    4. Jaga Kesehatan Pencernaan Anak

    Karena pencernaan berkaitan langsung dengan perkembangan sistem imunnya, jaga keseimbangan mikrobioma usus si Kecil, ya.

    Rutinlah konsumsi prebiotik dan probiotik yang bisa jaga kadar bakteri baik di saluran cerna. Anak pun harus diberikan berbagai makanan dan minuman tinggi prebiotik dan probiotik.

    Baca Juga: Apa Itu Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik? Ini Bedanya

    5. Kenalkan MPASI dengan Tepat

    Menyajikan MPASI dengan pemicu alergi yang umum seperti udang, kacang, dan telur dalam jumlah kecil bisa bantu tubuh bayi belajar mengenal dan menoleransi makanan tersebut.

    Namun, konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum dicoba. Bila bayi mencicipi makanan baru, satu-satu saja jangan langsung beberapa jenis baru sekaligus agar lebih mudah dipantau. 

    6. Konsultasi dengan Dokter kalau Ada Riwayat Alergi

    Konsultasikan dengan dokter anak mengenai risiko alergi si Kecil dan strategi menanganginya.

    Tanyakan juga tanda-tanda reaksi alergi yang perlu diwaspadai dan kapan harus segera mencari pertolongan medis.

    Penanganan Allergic March pada Anak

    Pada tiap anak, seberapa parahnya allergy march itu berbeda-beda. Mulai dari yang ringan dan bisa ditangani di rumah sampai yang gawat darurat dan perlu pertolongan medis secepatnya. 

    1. Menghindari Pemicu Alergi dan Asma

    Cara paling mudah dan efektif untuk menangani alergi dan asma adalah menghindari pemicunya. 

    Ini berarti setiap kali Mama dan si Kecil pergi atau membeli makan di luar, Mama harus lebih mencermati apa saja kandungan dan cara mengolahnya agar si Kecil tetap terlindungi. 

    2. Penggunaan Obat Sesuai Anjuran Dokter

    Jangan sembarangan memberikan obat bagi bayi dan balita. Sebaiknya Mama konsultasi dulu ke dokter untuk mendapatkan langkah pengobatan yang tepat, jika memang diperlukan.

    3. Imunoterapi Alergen

    Imunoterapi adalah pengobatan yang membantu sistem imun anak jadi lebih terbiasa terhadap pemicu alerginya.

    Perawatan ini dilakukan dengan memberikan alergen dalam dosis yang ditingkatkan secara bertahap agar tubuh belajar menerimanya. 

    Dengan begitu, risiko kambuhnya alergi mungkin berkurang dan allergic march bisa ditunda atau dicegah sepenuhnya.

    Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

    Dalam kasus tertentu, alergi dapat mengancam nyawa. Karena itu, segera bawa anak ke dokter kalau ia mengalami reaksi alergi berat seperti:

    • Sesak napas.
    • Lemas atau pingsan.
    • Napas berbunyi atau mengi.
    • Suara serak atau kesulitan berbicara.

    Nah, demikian penjelasan lengkap seputar allergic march. Dukung daya tahan tubuh si Kecil sejak dini dengan informasi yang tepat. Daftar sebagai member Nutriclub agar bisa akses panduan imunitas anak, rekomendasi nutrisi pendukung, serta insight terkait daya tahan tubuh anak dari ahli sesuai tahapan usianya. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Ekbäck, M., Tedner, M., Devenney, I., Oldaeus, G., Norrman, G., Strömberg, L., & Fälth-Magnusson, K. (2014). Severe eczema in infancy can predict asthma development. A prospective study to the age of 10 years. PloS one, 9(6), e99609. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0099609
    2. Knyziak-Mędrzycka, I., Majsiak, E., & Cukrowska, B. (2023). Allergic March in Children: The Significance of Precision Allergy Molecular Diagnosis (PAMD@) in Predicting Atopy Development and Planning Allergen-Specific Immunotherapy. Nutrients, 15(4), 978. https://doi.org/10.3390/nu15040978
    3. DiGiacomo, D. (2025, November 18). From Eczema to Allergies to Asthma: Understanding the Allergic March. American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/allergies-asthma/Pages/from-eczema-to-allergies-to-asthma-understanding-the-allergic-march.aspx
    4. Fineman, S. (2026, January 28). Allergic March | Allergy & Asthma Network. Allergy & Asthma Network. https://allergyasthmanetwork.org/health-a-z/allergic-march/
    5. Van Hul, M., Cani, P. D., Petitfils, C., De Vos, W. M., Tilg, H., & El-Omar, E. M. (2024). What defines a healthy gut microbiome? Gut, 73(11), 1893–1908. https://doi.org/10.1136/gutjnl-2024-333378
    6. Editorial Team. (2026, May 5). Allergic March. American Academy of Pediatrics. https://www.aap.org/en/patient-care/allergic-march/?srsltid=AfmBOopgg5x9LdAGdNsQYRdOoBfSpeeRXHHGqWaBIGjNS-H4Op883Ldj
    7. Nelson, S. (2022, April 29). The Atopic March: How Eczema Can Lead to Allergies and Asthma. National Eczema Association. https://nationaleczema.org/blog/science-atopic-march/
    8. Harry, A. (2021, May 10). New evidence on how breastmilk prevents food allergies. The University of Western Australia. https://www.uwa.edu.au/news/Article/2021/October/New-evidence-on-how-breastmilk-prevents-food-allergies
    9. Serious Allergic Reactions (Anaphylaxis) (for Parents) - KidsHealth. (2015). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/anaphylaxis.html
       
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun