Makanan probiotik merupakan jenis makanan hasil fermentasi yang mengandung bakteri baik, seperti lactobacillus dan bifidobacterium, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Beberapa contohnya antara lain yoghurt, tempe, kimchi, kefir, miso, kombucha, acar, dan tapai. Jika dikonsumsi secara rutin, makanan probiotik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan proses pencernaan, serta menjaga keseimbangan kesehatan usus.
Apa Itu Probiotik dan Kenapa Penting untuk Anak?
Probiotik adalah bakteri baik dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan alami bakteri di usus. Probiotik juga mampu meningkatkan respons imun di tubuh agar anak tidak mudah sakit.
Ada dua jenis probiotik yang umum ada di makanan, yaitu Lactobacillus dan Bifidobacterium. Lactobacillus membantu mengatasi diare dan intoleransi laktosa, umumnya terdapat pada yogurt dan makanan fermentasi.
Bifidobacterium biasa ditemukan pada produk susu yang membantu menjaga kesehatan usus. Ada pula Saccharomyces boulardii yakni jenis ragi yang bisa mengatasi masalah pencernaan, termasuk diare.
Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Anak
Ada berbagai manfaat makanan yang mengandung probiotik untuk tumbuh kembang dan kesehatan anak secara keseluruhan, yakni:
1. Mendukung Fungsi Otak
Probiotik bisa membantu menjaga keseimbangan mikrobiota di usus yang penting dan berkaitan dengan komunikasi antara pencernaan dan otak melalui jalur bernama gut-brain axis.
Penelitian dalam jurnal Frontiers in Pharmacology tahun 2024 mengungkapkan bahwa komunikasi yang baik antara pencernaan dan otak berkaitan dengan kemampuan belajar, daya ingat, perilaku, hingga emosi anak.
Ketika keseimbangan bakteri baik terjaga berkat probiotik, maka berpengaruh juga pada suasana hati anak yang lebih baik serta menurunnya risiko gangguan, seperti kecemasan dan depresi.
Baca Juga: Kebutuhan Gizi Anak yang Perlu Dipenuhi di Usia Prasekolah
2. Meningkatkan Sistem Imun
Penelitian dari jurnal Clinics and Practice tahun 2017 menemukan, probiotik bertugas menjaga keseimbangan mikrobiota di usus sehingga mendukung fungsi pencernaan dan kekebalan tubuh.
Keseimbangan probiotik dalam sistem pencernaan disinyalir bisa melawan peradangan, infeksi, serta membuat tubuh anak lebih tahan terhadap alergi.
3. Mendukung Penyerapan Nutrisi
Manfaat probiotik lainnya untuk anak yakni membantu penyerapan vitamin dan mineral, seperti vitamin B12, folat, kalsium, dan zat besi.
Probiotik bekerja menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga melancarkan dan mengoptimalkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Dengan penyerapan nutrisi yang lancar, probiotik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebutuhan nutrisi anak pun terpenuhi dengan baik.
4. Mengurangi Risiko Alergi dan Eksim
Probiotik berperan dalam meringankan gejala alergi pada anak, seperti rhinitis alergi. Probiotik juga membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus, sehingga berpengaruh pada sistem imun dan kesehatan kulit.
Penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2023 menemukan, probiotik membantu menjaga kesehatan kulit anak dengan mengoptimalkan hubungan antara usus dan kulit atau disebut gut-skin axis.
Gejala masalah kulit seperti eksim, jerawat, serta kulit kering pada anak bisa lebih ringan.
5. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Makanan yang mengandung probiotik menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, jadi bermanfaat mengatasi gangguan pencernaan pada anak, seperti sembelit dan diare.
Penelitian di jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2023 menemukan pemberian probiotik pada anak yang sedang konstipasi dapat meningkatkan frekuensi BAB dan menurunkan risiko konstipasi kambuh.
Probiotik juga terbukti dapat mempercepat pemulihan diare pada anak, khususnya diare akibat virus.
Sumber Makanan yang Mengandung Probiotik
Probiotik alami ada di pencernaan dan bisa diperoleh dari suplemen maupun makanan sehari-hari. Berikut daftar makanan yang mengandung probiotik untuk mendukung pencernaan si Kecil:
1. Tempe
Makanan yang mengandung probiotik yang mudah diberikan yakni tempe. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tempe selama 28 hari meningkatkan jumlah bakteri probiotik bernama Bifidobacterium.
Selain meningkatkan jumlah bakteri baik, kacang kedelai sendiri dapat meningkatkan penyerapan dari zat besi dan zinc yang merupakan mineral baik bagi saluran cerna.
Proses fermentasi kacang kedelai dengan ragi juga membuat tempe menjadi makanan sumber vitamin B12.
2. Yogurt
Yogurt adalah salah satu contoh makanan yang mengandung probiotik karena terbuat dari susu yang difermentasikan oleh bakteri baik Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Yogurt dapat membantu menurunkan risiko diare pada anak yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan juga mengobati diare yang diakibatkan oleh penggunaan antibiotik.
Selain itu, yogurt dapat membantu memperbaiki gejala peradangan usus atau yang disebut irritable bowel syndrome (IBS).
3. Kimchi
Proses fermentasi dalam pembuatan kimchi sebenarnya melibatkan banyak jenis bakteri. Namun, yang paling dominan adalah probiotik bernama Lactic Acid Bacteria (LAB).
Kimchi umumnya berwarna merah dan memiliki rasa asam pedas. Jika Mama akan memberikan kimchi pada si Kecil, berikan kimchi yang tidak pedas ya, Ma.
Mama dapat menyajikannya dengan nasi putih hangat dan makanan pendamping lainnya. Selain baik untuk pencernaan, kimchi juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengandung antioksidan.
4. Susu Pertumbuhan Terfortifikasi
Mama juga bisa bantu menjaga jumlah probiotik di dalam sistem pencernaan si Kecil melalui pemberian susu bubuk yang telah difortifikasi.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.
Nutrilon Royal 3 juga diformulasikan lengkap dengan 12 vitamin dan 9 mineral penting yang mendukung tumbuh kembang anak yang optimal jika diimbangi dengan stimulasi yang tepat.
5. Beberapa Tipe Keju
Untuk mendapatkan keju tinggi kandungan probiotik, berikan keju yang telah berumur, baik yang bertekstur lunak maupun keras. Tidak perlu memanaskan keju terlebih dahulu sebelum dikonsumsi ya, Ma.
Keju yang mengandung probiotik antara lain adalah keju swiss, provolone, gouda, cheddar, edam, gruyère, dan cottage.
Nah, selain menjadi sumber makanan yang mengandung probiotik, keju juga mengandung vitamin dan mineral esensial seperti kalsium, vitamin B12, fosfor, dan selenium.
Baca Juga: Ragam Menu Makanan Bergizi untuk Anak Usia 3 Tahun
6. Roti Sourdough
Makanan yang mengandung probiotik selanjutnya adalah roti sourdough. Sourdough adalah olahan roti menggunakan ragi yang difermentasi dengan bantuan bakteri lactic-acid (LAB).
Proses fermentasi ini memberikan banyak manfaat bagi tubuh, antara lain membuat sistem pencernaan lebih baik dan meningkatkan penyerapan mineral dan vitamin.
7. Kefir
Kefir merupakan minuman yang terbuat dari susu sapi, kambing atau domba yang difermentasi dengan biji kefir.
Salah satu jenis probiotik unik yang hanya dapat ditemukan di dalam susu kefir adalah Lactobacillus kefiri.
Karena proses fermentasinya, kefir menjadi minuman sehat yang memiliki lebih dari 30 jenis probiotik yang baik untuk kesehatan si Kecil.
8. Acar Mentimun
Acar timun adalah makanan yang mengandung probiotik, karena dibuat melalui proses fermentasi menggunakan air garam dan bakteri lactic-acid (BAL).
Selain sumber dari probiotik, acar timun satu ini juga rendah kalori dan merupakan sumber makanan mengandung vitamin K dan sodium.
Namun, perlu diingat ya Ma, kalau acar mentimun yang dibuat menggunakan cuka tidak akan mengandung probiotik hidup.
9. Minuman Mentimun
Kulit timun ternyata mengandung bakteri baik Lactobacillus. Bakteri ini bermanfaat bagi kesehatan pencernaan si Kecil.
Untuk membuatnya, rendam timun yang sudah dicuci dalam air garam bercampur gandum hitam giling, lalu fermentasi selama 7 hari pada suhu 20°C.
Setelah itu, saring air fermentasi dan simpan di suhu rendah. Tambahkan lemon, jahe, gula, atau daun mint agar lebih nikmat, dan minuman ini bisa bertahan hingga 28 hari.
10. Acar Zaitun
Fermented table olives terbuat dari buah zaitun yang masih hijau dan memiliki rasa pahit. Untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat, buah zaitun hijau akhirnya difermentasi menggunakan air garam.
Dalam proses fermentasi, bakteri lactic-acid (BAL), Lactobacillus pentosus, dan Lactobacillus plantarum berperan penting untuk proses pengubahan gula yang ada di dalam daging buah zaitun.
11. Natto
Natto adalah makanan asal Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Makanan yang mengandung probiotik ini memiliki bakteri baik bernama Bacillus subtilis.
Natto memiliki karakteristik unik yang membuatnya kurang disukai oleh banyak orang. Bau dan rasanya cukup tajam sedangkan teksturnya berserat dan lengket.
Mama mungkin membutuhkan beberapa kali percobaan guna mengenalkan makanan satu ini kepada si Kecil. Untuk menyajikannya, Mama cukup mencampurkan natto dengan nasi hangat.
12. Miso
Miso adalah bumbu masak tradisional asal Jepang berbentuk pasta yang dibuat dari fermentasi kedelai menggunakan garam dan sejenis jamur bernama koji.
Karena proses fermentasi, sup miso menjadi sumber makanan yang mengandung probiotik tinggi.
Probiotik yang terkandung di dalam miso adalah A. oryzae yang dapat mengurangi risiko peradangan pada usus dan gangguan pencernaan lainnya.
13. Sauerkraut
Sauerkraut adalah makanan tradisional Jerman terbuat dari kubis (dikenal juga dengan nama kol) yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Dua gram sauerkraut mengandung serat (8%), lho Ma.
Kombinasi antara serat dan probiotik dalam sauerkraut sangat baik untuk kesehatan pencernaan si Kecil. Sauerkraut juga kaya akan sodium, karbohidrat, protein, zat besi, serta vitamin C.
14. Kombucha
Kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh hitam, ragi, dan gula yang difermentasikan selama satu minggu atau lebih.
Proses fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan bakteri dan ragi secara bersamaan pada sebuah biang bernama SCOBY (Symbiotic Colony of Bacteria and Yeast).
Fermentasi tersebut menghasilkan minuman dengan kandungan berbagai macam vitamin B dan bakteri lactic acid yang berfungsi sebagai probiotik yang baik untuk tubuh dan juga bersifat antimikroba.
15. Cuka Apel
Tidak semua cuka apel mengandung probiotik, karena sebagian telah melalui proses pasteurisasi. Proses ini membunuh bakteri baik yang sebenarnya bermanfaat bagi tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat probiotik, pilihlah cuka apel yang tidak dipasteurisasi. Produk ini biasanya masih mengandung bakteri hidup dari proses fermentasi alami.
Ciri cuka apel non-pasteurisasi adalah tampilan yang keruh dan adanya endapan di dasar botol. Inilah tanda adanya koloni bakteri baik yang aktif.
Baca Juga: Prebiotik untuk Anak: Manfaat, Contoh, dan Tips Konsumsi
Cara Memilih Makanan Probiotik yang Tepat untuk Anak
Sebelum memberikan, pastikan Mama tahu tips memilih makanan yang mengandung probiotik agar si Kecil mendapatkan manfaat yang optimal. Berikut cara tepat memilih sumber probiotik:
- Pilih produk yang bertuliskan “live cultures” atau kultur hidup pada label karena ini menandakan adanya bakteri baik yang masih aktif.
- Hindari produk dengan kandungan gula tambahan yang tinggi.
- Sesuaikan dengan usia anak, terutama untuk bayi atau balita, agar jenis dan bentuk makanannya aman dikonsumsi.
- Pilih makanan dengan rasa yang ramah di lidah anak, seperti yang tidak terlalu asam atau menyengat.
- Utamakan produk dengan bahan sederhana dan minim tambahan, sehingga manfaat probiotiknya bisa lebih optimal.
Cara Memberikan Makanan Probiotik pada Anak
Tidak semua sumber probiotik bisa diterima anak, terutama di awal saat baru mencoba. Supaya anak lebih mudah menerima makanan yang mengandung probiotik, Mama bisa coba trik berikut:
- Mulai dari porsi kecil terlebih dulu, lalu tingkatkan secara bertahap agar pencernaan anak bisa beradaptasi.
- Kombinasikan dengan makanan favorit si Kecil, misalnya yogurt dengan buah atau smoothie, supaya lebih mudah diterima.
- Perhatikan reaksi tubuh anak, seperti kembung atau alergi, terutama saat pertama kali mencoba.
- Berikan secara rutin tapi tidak berlebihan agar manfaatnya terasa tanpa membebani pencernaan.
- Pilih waktu pemberian makanan sumber probiotik yang nyaman, misalnya bersamaan dengan waktu makan atau camilan, supaya anak lebih mudah menikmatinya.
Itulah manfaat dan sumber makanan probiotik untuk si Kecil. Memberikan makanan probiotik apa saja untuk anak penting tak hanya untuk kesehatan pencernaan, tapi juga tumbuh kembangnya secara keseluruhan.
Jangan lupa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang! Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
