Kondisi perut yang masih tampak membesar setelah menjalani operasi caesar merupakan hal yang wajar. Proses pemulihan tubuh membutuhkan waktu, termasuk rahim yang umumnya memerlukan sekitar 6–8 minggu untuk kembali ke ukuran semula. Selain itu, peregangan otot perut selama kehamilan (diastasis recti), penumpukan lemak dan cairan yang masih tersisa, serta pembengkakan di sekitar area sayatan operasi juga dapat membuat perut terlihat belum kembali rata.
Apakah Perut Buncit Setelah Melahirkan Caesar Itu Normal?
Perut buncit setelah melahirkan caesar itu normal dan sering terjadi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, tapi umumnya tidak berbahaya.
Rahim dan otot perut membutuhkan waktu untuk kembali seperti sebelum hamil. Untungnya, perut akan mulai kempes dalam beberapa bulan setelah melahirkan caesar.
Kenapa Perut Masih Buncit Setelah Melahirkan?
Setelah bayi lahir, ukuran rahim tidak langsung otomatis mengecil ke bentuk semula. Karena itu, perut Mama masih akan terlihat buncit seperti saat hamil.
Lemak di area perut yang terakumulasi selama Mama mengandung juga tidak serta-merta hilang.
Selain itu, prosedur caesar bisa membuat otot perut melemah atau terpisah sehingga tak bisa menopang perut dengan baik. Lemak dan kulit pun menumpuk di perut, membentuk lipatan/tonjolan yang tampak buncit.
Penyebab Perut Buncit Setelah Melahirkan Caesar
Faktor penyebab perut buncit setelah melahirkan caesar itu macam-macam, seperti usia dan genetik serta sudah keberapa kalinya Mama hamil. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya:
1. Rahim Belum Kembali ke Ukuran Normal
Saat hamil, rahim akan membesar berkali-kali lipat dari ukuran normal. Setelah melahirkan, terjadilah proses involusi rahim atau penyusutan rahim ke ukurannya sebelum hamil.
Proses ini memakan waktu hingga 6-8 minggu pasca melahirkan caesar. Dalam masa ini, perut juga baru akan mengecil secara bertahap seiring menyusutnya rahim.
2. Otot Perut Melemah dan Meregang
Karena sayatan operasi, struktur otot dan jaringan ikat perut bisa cedera. Jaringan ikat yang bertugas menjaga struktur dan kekuatan dinding otot melemah, perut pun jadi tampak buncit atau turun ke bawah.
Pemulihan otot dan jaringan ikat butuh waktu lama karena persalinan caesar itu termasuk jenis operasi besar yang kompleks. Sayatan pada perut Mama sangat besar, bisa mencapai 17 cm.
Sedangkan pada persalinan normal, tidak ada pembedahan besar dan kalaupun ada sayatan, panjangnya hanya 2-5 cm.
3. Diastasis Recti (Pemisahan Otot Perut)
Diastasis recti terjadi saat rahim membesar dan membuat otot perut terpisah. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan dari bayi dan perubahan hormon di akhir kehamilan.
Dokter atau bidan bisa mengenali kondisi ini dengan meraba perut Mama atau lewat USG. Seiring berjalannya waktu dan dengan perawatan tepat, otot akan kembali menyatu lagi.
Baca Juga: Benarkah Kecerdasan Bayi Normal & Caesar Berbeda?
4. Lemak Perut yang Menumpuk Selama Kehamilan
Selama hamil, tubuh Mama menyimpan lemak, terutama di area perut dan punggung. Lemak ini berfungsi sebagai cadangan energi untuk kehamilan dan produksi ASI nantinya.
Maka, jangan khawatir kalau habis melahirkan lemak ini tak serta-merta luntur atau hilang. Lemak di area perut masih diperlukan untuk menyusui si Kecil.
5. Jaringan Parut (Scar Tissue) Operasi Caesar
Di sekitar bekas operasi caesar, bisa jadi muncul tonjolan atau lipatan di perut yang terbentuk dari tumpukan jaringan parut, lemak, dan kulit akibat luka dan proses pemulihan pasca operasi.
Karena ada lipatan dan tonjolan ini, perut jadi terlihat membesar. Inilah yang membuat jaringan parut bisa jadi penyebab perut buncit setelah melahirkan caesar.
6. Penumpukan Cairan (Retensi Cairan)
Setelah operasi, tubuh bisa mengalami penumpukan cairan, terutama di area perut. Pemicunya antara lain efek dari cairan infus dan bertambahnya produksi urine pasca bersalin.
Tenang, penyebab perut buncit setelah melahirkan yang satu ini bisa diatasi dalam waktu sekitar 2 minggu dengan menghindari makanan tinggi natrium dan melakukan peregangan.
7. Begah karena Sembelit dan Gas
Sembelit bisa jadi penyebab perut buncit setelah melahirkan caesar. Pemicu sembelit dan gas pasca bersalin antara lain efek obat bius atau pereda nyeri, maupun karena kekurangan cairan.
Untuk hindari penyebab perut buncit setelah melahirkan lainnya, siapkan diri jelang persalinan caesar dengan mengunduh E-book “Panduan Bagi Mama dan si Kecil yang Lahir Caesar” dari sekarang, yuk!
Di E-Book ini, Mama bisa dapat panduan lengkap seputar persiapan operasi, proses pemulihan, dan kebutuhan nutrisi terbaik bagi Mama dan si Kecil setelah persalinan caesar. Gratis!
Faktor yang Membuat Perut Sulit Mengecil Setelah Caesar
Ada beberapa hal yang jadi penyebab perut buncit setelah melahirkan sulit mengecil lagi. Misalnya karena Mama:
- Sudah pernah hamil atau melahirkan caesar sebelumnya
- Memiliki berat badan berlebih
- Punya faktor genetik (kelenturan kulit atau otot setiap orang berbeda-beda)
- Kurang tidur dan stres berlebih
Baca Juga: Panduan Lengkap Perawatan Setelah Melahirkan
Jenis Perut Buncit Setelah Melahirkan
Karena penyebabnya berbeda-beda, jenis perut buncit yang Mama alami setelah melahirkan juga bisa berbeda. Begini gambarannya, Ma.
1. Lemak Perut (Fat Retention)
Tergantung dari pola makan dan gaya hidup saat hamil, area di sekitar perut Mama mungkin saja mengakumulasi lemak tambahan. Ini wajar, kok.
Selama Mama tidak mengalami keluhan lain seperti sembelit atau anyang-anyangan, perut buncit karena lemak di area perut tidak perlu dikhawatirkan.
2. Rahim Belum Menyusut
Jika dalam waktu enam minggu, perut buncit Mama sudah terlihat jauh lebih mengecil, besar kemungkinan ini karena sehabis melahirkan memang rahim Mama belum menyusut.
Umumnya, rahim akan mengecil kembali ke ukuran semula dalam waktu sebulan atau lebih.
3. Diastasis Recti (Otot Terpisah)
Tanda-tanda Mama mengalami diastasis recti antara lain:
- Masih ada tonjolan di atas atau bawah pusar meski berat badan sudah turun setelah melahirkan
- Area sekitar pusar terasa agak lembek atau lunak
- Perut tampak mengerucut atau menonjol kalau Mama kencangkan otot perut atau bersandar ke belakang, batuk, dan duduk
- Tonjolan akan menghilang atau masuk ke dalam saat berbaring atau mengendurkan otot perut
- Nyeri perut dan rasa tidak nyaman saat bergerak
- Sulit mengangkat barang, berjalan, atau melakukan aktivitas sehari-hari
- Nyeri pinggang
Dokter atau perawat juga dapat mengenali diastasis recti ketika Mama periksa ke dokter lagi setelah persalinan.
4. Kembung & Sembelit
Jenis yang satu ini paling cepat mereda dan biasanya tidak ada perubahan yang kentara pada perut Mama selain bekas operasinya.
5. Jaringan Parut (Lipatan Bekas Caesar)
Tanda Mama mengalami produksi jaringan parut berlebih bekas operasi caesar yaitu kulit di area sayatan mengeras, merah, dan menonjol.
Saat ini ada beberapa prosedur untuk menyamarkan lipatan bekas operasi caesar. Mama bisa diskusikan dengan dokter untuk pilihan terbaiknya.
Cara Membedakan Perut Buncit: Karena Lemak atau Diastasis?
Meski dokter dan perawat juga bisa membantu mendiagnosis diastasis recti, Mama juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri diastasis recti di rumah, caranya:
- Tunggu sampai beberapa minggu setelah operasi baru Mama boleh lakukan pemeriksaan mandiri ini.
- Berbaringlah telentang dengan lutut ditekuk dan kedua telapak kaki menapak di lantai.
- Angkat kepala dan bahu Mama sedikit, lalu lihat ke arah perut.
- Letakkan ujung jari Mama di atas pusar dan rasakan apakah ada celah di tengah perut. Putar jari ke samping untuk mengukur lebar celah. Lalu periksa juga celah di bawah pusar.
- Jika celahnya lebih dari 2 jari, kemungkinan Mama mengalami diastasis recti.
Jika 8 minggu setelah melahirkan Mama masih merasakan tanda-tanda ini, coba konsultasikan ke dokter, ya.
Cara Mengatasi Perut Buncit Setelah Melahirkan Caesar
Meski tidak bisa instan, Mama bisa coba beberapa cara ini untuk mengatasi penyebab perut buncit setelah melahirkan:
1. Beri Waktu Tubuh untuk Pulih
Tubuh pasti berubah setelah hamil dan melahirkan. Jadi, utamakan istirahat dan pemulihan dulu, jangan langsung fokus ke meratakan perut.
Perhatikan tahapan pemulihan operasi caesar yang realistis berikut sebagai gambarannya:
- Beberapa hari pertama: Bekas jahitan masih sakit dan perlahan jadi agak gatal, perban jahitan harus diganti, rahim mulai proses menyusut ke ukuran semula.
- Minggu pertama: Jahitan mulai mengering dan rasa sakitnya berkurang (atau hilang).
- Minggu ke-2 sampai ke-3: Sudah bisa jalan-jalan atau beraktivitas ringan, mungkin muncul bekas luka operasi.
- Minggu ke-4 sampai ke-5: Bekas jahitan sudah sembuh dan kering, sudah lebih nyaman untuk bergerak.
- Minggu ke-6 sampai ke-8: Rahim sudah menyusut, tapi otot perut masih lemah jadi masih kelihatan membuncit.
2. Mulai Aktivitas Ringan Secara Bertahap
Cara mengecilkan perut setelah operasi caesar bisa dengan aktivitas ringan. Bila dokter sudah izinkan Mama beraktivitas, mulailah dengan jalan di sekitar rumah atau menggendong bayi.
Mama juga boleh olahraga kardio yang tidak terlalu berat selama 150 menit per minggu seperti jalan cepat, baru nanti diikuti dengan latihan beban dan core secara bertahap.
Baca Juga: Takut Melahirkan Caesar? Pilih Metode ERACS Untuk Pemulihan yang Lebih Cepat
3. Pilih Olahraga yang Aman Pasca Caesar
Untuk membantu pemulihan, Mama juga bisa mencoba berbagai latihan ringan berikut ini:
- Kegel untuk menguatkan dan melatih otot-otot dasar panggul. Pastikan Mama sudah lepas kateter dan dokter pun membolehkan latihan ini, ya.
- Pernapasan diafragma 3 kali sehari untuk melatih otot core. Caranya, tarik napas lewat hidung sampai perut mengembang lalu buang lewat mulut sambil kencangkan perut.
- Peregangan low-impact seperti yoga, pilates, dan berenang (tapi jangan sit-up karena otot perut masih lemah)
4. Atur Pola Makan Seimbang
Mama harus memenuhi asupan nutrisi yang seimbang lewat makanan bergizi dan minum air yang cukup.
Konsumsi makanan yang kaya akan kolagen (ikan dan kaldu tulang) untuk mempercepat penyembuhan luka serta serat (dari sayur dan buah) untuk halau kembung dan sembelit.
5. Sering Menyusui
Banyak yang percaya bahwa menyusui bisa mengecilkan perut. Menyusui memang bisa membakar kalori hingga 500 kalori per hari. Maka, diyakini lemak berlebih di area perut pun terbakar dan perut mengecil.
Menyusui juga memicu pelepasan hormon oksitosin yang merangsang kontraksi rahim dan membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
Baca Juga: 8 Cara Menyusui yang Benar dan Nyaman untuk Mama dan Bayi
6. Gunakan Korset atau Bengkung dengan Bijak
Dalam berbagai penelitian, korset atau bengkung perut terbukti mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan risiko perdarahan setelah operasi caesar.
Lilitkan dan pasang korset atau bengkung yang bersih dan kering di atas jahitan caesar supaya tidak iritasi. Jangan sampai terlalu ketat, pastikan Mama masih bisa bernapas lega, ya.
Mama mungkin dianjurkan untuk memakai korset/bengkung ini hingga 6 minggu pasca operasi.
Berapa Lama Perut Kempes Setelah Melahirkan?
Tak ada patokan waktu yang pasti untuk meratakan perut habis caesar. Kondisi tiap orang berbeda. Jadi fokuslah pada perkembangan pemulihan tubuh Mama, bukan kecepatannya.
Ada yang melaporkan perutnya sudah bisa rata kembali dalam waktu mulai dari 6 hingga lebih dari 12 bulan.
Namun, perut mungkin tak akan kembali ke bentuk semula meski sudah bertahun-tahun. Ini normal karena perubahan tubuh akibat kehamilan dan persalinan bisa bersifat permanen.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Perut butuh waktu untuk pulih sepenuhnya dari persalinan caesar. Namun, Mama harus perhatikan tanda-tanda ini:
- Perut masih menonjol setelah lebih dari 6 bulan.
- Nyeri, benjolan, nanah, atau perdarahan di area bekas operasi.
- Demam di atas 38°C.
- Dugaan diastasis recti berat.
Sebaiknya segera cek ke dokter kalau Mama mengalaminya atau kalau Mama punya keluhan apa pun yang mengganggu dan dirasa tidak wajar.
Sebagai orang tua, memahami dampak persalinan caesar itu penting. Kunjungi C-Section Ready untuk dapatkan penjelasan lengkap seputar C-Section dan pengaruhnya terhadap imunitas si Kecil.
Jangan lupa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, dan beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
